Our Fate

Our Fate
The Last



Yoongi masuk kedalam rumah sesaat setelah mobil Van berwarna hitam terparkir didepan rumahnya, Yoongi dan Sora baru saja membeli rumah yang baru seperti keinginan Sora. Rumah yang dibeli Sora berbeda jauh dengan apartemen yang dimiliki Yoongi, rumah dengan dua tingkat bergaya minimalis menjadi pilihan Sora, halaman belakang yang luas menjadi sasaran empuk Sora untuk menanam segala jenis tanaman.


Tanaman tertata rapi dibelakang rumah, ada juga tempat bersantai tepat dibawah pohon-- yang sudah atur terlebih dahulu, jika mereka ingin menikmati tanaman hijau atau berkunjung melihat anak mereka beristirahat. Disalah satu suduh halaman terdapat pot yang berbentuk persegi panjang terbuat dari kayu dengan bunga mawar berwarna merah muda, tumbuh subur di pot tersebut. Sora dan Yoongi sepakat untuk mengubur janin kecil yang tidak sempat merasakan dunia dikubur didalam pot, karena Yoongi tidak ingin Sora sedih setiap kali dia melihat pot itu, Yoongi menyarankan Sora untuk menanam mawar disana yang disambut antusias oleh Sora.


Tidak lupa mereka membuat papan kecil dengan tulisan sebagai pengganti nisan, setiap melihatnya Sora selalu tersenyum, Yoongi yang menulis papan kecil tersebut.


Min Junior


Yoongi melangkah pelan memasuki rumah, dia mengutuk dalam hati karena Sora tidak mengunci pintu rumah. Dia kembali menyusuri rumah dengan kepala yang bergerak mencari keberadaan istrinya, dia tidak menemukan Sora dimanapun, karena terlalu lelah dia tidak berpikir tempat favorit Sora dirumah itu. Halaman belakang.


Yoongi segera menuju tempat yang diyakini disanalah Sora berada, tebakan benar. Perempuan yang memiliki badan yang lebih pendek darinya itu sedang berjongkok sembari memberikan pupuk pada tanaman yang memiliki bunga berwarna ungu, mirip seperti bunga yang Yoongi berikan pada Sora sewaktu dia mengajak Sora menikah.


Yoongi semakin mendekat, Sora yang kali itu mengenakan kaos kebesaran berwarna putih, menggunakan sarung tangan karet berwarna kuning, juga boot berwarna biru terang dengan motif polkadot, tampak cocok dikenakan Sora.


Paha mulus yang hanya menggunakan celana pendek santai itu mengalihkan pikiran Yoongi tentang cara berpakaian Sora saat berkebun, ada rasa gairah bercampur dengan rasa khawatir jika paha mulus itu tidak sengaja tergores batang bunga yang tajam. Rambut yang digulung dengan karet menambah kecantikan Sora siang itu, rambut yang tidak ikut dalam gulungan karet menjuntai indah dileher Sora. Istrinya semakin hari semakin menggoda.


Sora memotong rambutnya atas persetujuan Yoongi, awalnya Yoongi menolak karena dia suka dengan rambut panjang bergelombang milik Sora, tetapi dia merubah pikirannya karena khawatir Sora semakin larut dengan kesedihannya. Tujuan Sora memotong rambut karena ingin merubah penampilannya yang semakin lusuh setelah dia keguguran, Yoongi tidak merasa begitu, dia hanya ingin melihat Sora bahagia, hingga akhirnya dia mengizinkan Sora memotong rambutnya sampai batas bahu.


Sora belum sadar keberadaan Yoongi yang berdiri didekat pintu kaca yang mengarah langsung kehalaman, dia tetap memperhatikan Sora yang berkutat dengan tanah yang sebagian kecil menempel dipipinya, Yoongi menduga Sora tidak sadar saat menyeka keringat dengan tangan yang penuh tanah. Wajah keringatan itu juga tak luput dari pikiran mesum Yoongi, wajah berkeringat seperti itu biasa dia lihat saat Yoongi berada diatas tubuh Sora. Dengan inisiatif Yoongi mengambil sebotol air dingin dari kulkas untuk diberikan pada Sora.


"Minumlah, harinya cukup panas." Ucap Yoongi yang mengagetkan Sora saat itu juga.


"Ah! Oppa sudah pulang?" Balas Sora dengan nada kaget. "Apa kau sudah makan? Aku akan siapkan makananmu."


"Tidak." Yoongi menahan Sora. "Lanjutkan saja kegiatanmu, aku akan menunggu."


"Tapi, ini masih lama."


"Tidak apa."


Sora kembali berjongkok melanjutkan kembali pekerjaannya, mulutnya bersenandung kecil mengiringi kegiatan kali itu. Yoongi ikut berjongkok, menyodorkan botol minum yang sudah berembun pada Sora.


"Ini, minumlah." Tangan Yoongi mengarahkan langsung botol minum tersebut didepan mulut Sora.


Sora menyambut botol minum tersebut, menenggak air dingin yang diberikan Yoongi. Saat Sora minum Yoongi memperhatikan dengan seksama, tangan kanan menggenggam sekop kecil, tangan kiri memegang pupuk, terlihat lucu dimata Yoongi, walau hanya sesaat. Pikirannya mulai liar saat kembali melihat paha mulus Sora, mata Yoongi seolah sedang menjelajahi tubuh Sora melalui tatapannya, bagaimana rasa badan yang berkeringat dibalik kaos kebesaran itu. Matanya terus naik hingga sampai diperpotongan leher Sora, leher yang kilat karena keringat itu bergerak seiring air yang masuk ketenggorokan. Tapi bukan itu yang membuat Yoongi bergairah, melainkan keringat yang mengalir pelan dari dahi menuju pipi dan terus mengalir melewati leher hingga menyusup masuk kedalam kaos.


Dia membayangkan keringat itu hasil dari kerja keras Sora saat berada diatas Yoongi.


Pikiran Yoongi kacau saat itu juga, ternyata rindu saat dia keluar negeri beberapa hari memberi efek pikiran kotor dikepalanya. Dia menarik tangannya saat Sora memberi isyarat kalau dia sudah selesai dengan minumannya, dia kembali melanjutkan memperbaiki tanaman yang baru saja dibeli.


Yoongi duduk disalah satu kursi yang ada didekat pintu kaca, biasa mereka berdua selalu menghabiskan waktu sampai berjam-jam untuk membagi kisah mereka masing-masing.


"Bagaimana pekerjaanmu?" Tanya Sora membuka obrolan siang itu.


"Menyenangkan. Kami akan kerjasama dengan artis sana."


"Wow! Itu keren!" Sora membalikkan badannya menghadap Yoongi, matanya berbinar seolah dia baru saja mendapatkan harta karun. "Berarti, akan sering kesana ya?"


"Begitulah." Balas Yoongi dan melihat perubahan wajah Sora menjadi murung.


"Kita akan liburan, kau yang akan menentukan tempatnya."


"Benarkah!?" Wajah Sora kembali bersemangat.


"Iya."


"Baiklah, kita akan bahas ini. Aku akan selesaikan dengan cepat!" Seru Sora dan mempercepat pekerjaannya.


Yoongi memperhatikan Sora dengan wajah bahagianya, melihat istri yang bersemangat seperti itu menambah rasa gemasnya untuk segera memeluk. Dia benar-benar merindukan Sora, sampai dia merasa ngantuk dan tertidur di kursi.


Setelah selesai menanam bunga, Sora membersihkan diri, dia mencuci tangan juga wajahnya. Sekilas dia melirik Yoongi yang sudah berada dialam mimpi, kasihan dengan posisi tidur yang tidak nyaman Sora mempercepat kegiatannya agar bisa menyiapkan makanan untuk Yoongi. Setelah beres dia menyentuh lengan Yoongi, agar pria itu bangun. Wajah lelah dengan mulut setengah terbuka, menyuarakan dengkuran halus yang terlihat lucu saat itu.


"Oppa, bangunlah. Aku akan siapkan makananmu."


Yoongi terbangun dan meregangkan otot tubuhnya yang terasa kaku.


"Ah, kau sudah selesai?"


"Iya. Aku akan buatkan makanan untukmu."


"Tidak perlu." Potong Yoongi cepat, dia berdiri dan meraih pergelangan tangan Sora. "Aku masih bisa menahan lapar, tapi aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menyentuhmu." Yoongi menarik tubuh Sora menuju kamar mereka.


"Aku ingin melihat tubuhmu penuh dengan keringat saat diatasku."


Setelahnya Yoongi menutup kasar pintu kamar tersebut.


🍁🍁🍁


Bibir itu tak hentinya menyunggingkan senyum cerah karena tak bisa menahan rasa bahagianya saat ini, menikmati pagi yang cerah dikolam renang yang menampilkan pemandangan laut yang pinggirannya terdapat tebing hijau. Kamar hotel yang disewa Sora berada diatas dataran tinggi, beberapa kamar disebelahnya juga memiliki kolam renang dengan ukuran kecil.


Sora bahagia sekali karena akhirnya dia dan Yoongi bisa pergi berbulan madu setelah hampir dua tahun menikah, hal yang dinantikan sejak dulu.


Sora menumpukan dagunya dipinggiran kolam, laut lepas didepan mata tidak membosankan pandangan. Setelah ini dia akan pergi berjalan-jalan dengan Yoongi, cuacanya juga mendukung.


Sora merasakan Yoongi menempel dibelakangnya, dia tahu itu Yoongi saat tangan pucat favorit Sora memegang pinggiran kolam, seolah mengurung Sora agar tidak lari kemana-mana. Dagu Yoongi sudah mendarat dibahu kiri Sora, sedikit menghirup wangi dileher Sora yang tidak tertutup rambut karena dia mengikatnya.


"Tentu saja." Senyum Sora semakin lebar.


Tapi senyum itu perlahan memudar saat tangan Yoongi mulai bergerak menjelajahi kulit Sora, tubuh yang hanya menggunakan bikini berwarna merah itu meremang seketika. Perut Sora menjadi sasaran pertama usapan lembut jari-jari tangan Yoongi, Sora sedikit panik karena diluar juga ada pengunjung lain yang menikmati kolam masing-masing.


"Eugh. Oppa, sebaiknya jangan disini. Nanti mereka bisa melihat kita." Sora mengeluarkan suara kecil saat jari Yoongi mulai menyentuh daerah sensitif Sora.


"Nikmati saja." Bisik Yoongi tepat ditelinga Sora.


Jari-jari Yoongi bergerak cepat dibawah sana, Sora menutup mulutnya dan menundukkan wajahnya. Beberapa pengunjung lain, mulai memperhatikan tingkah aneh Sora.


"Hmph..." Sora menahan diri agar tidak mendesah.


Tangan kiri Yoongi meremas dada kiri Sora, mati-matian dia menahan mulutnya agar tidak mengeluarkan suara menjijikkan itu.


"Angkat wajahmu." Titah Yoongi, Sora menggeleng kuat.


"Angkat wajahmu!" Suara Yoongi terdengar marah.


Sora terpaksa mengangkat wajahnya, sebisa mungkin memasang ekspresi biasa disaat jari Yoongi mulai masuk. Wajah Sora sudah merah menahan malu, pengunjung lain mulai sadar apa yang dilakukan Yoongi pada Sora.


"Oppa,.." Sora tidak tahan saat itu juga.


Yoongi semakin menggila, dia tidak membiarkan Sora menyembunyikan wajahnya karena malu dilihat orang lain. Yoongi mempercepat gerakan jarinya hingga Sora mendapat pelepasan pertama pada pagi hari yang cerah menurutnya.


"Aahh..." Sora berusaha mengatur nafasnya.


Sadar Sora mendapat klimaksnya, Yoongi memisahkan diri dari Sora.


"Itu pelajaran karena memakai bikini ditempat umum." Ucap Yoongi dan masuk kedalam.


Sora membuka sedikit mulutnya, tidak menyangka Yoongi melakukan itu karena kesal Sora menggunakan bikini ditempat umum, bukan karena ingin memuaskan Sora. Wajahnya semakin merah saat melihat beberapa pengunjung mulai tertarik dan sedikit tertawa melihat Sora, ingin sekali Sora memakai topeng agar wajahnya tidak dikenali.


Yoongi memang brengsek.


🍁🍁🍁


Kedua pasangan itu berjalan santai menyusuri jalan yang ramai dengan pengunjung, melihat bangunan bersejarah dari kota yang mereka kunjungi disalah satu negara dengan seni budaya yang terkenal didunia. Mereka memakai pakaian nyaman untuk cuaca panas saat itu, Sora duduk disalah satu bangku sembari menunggu suaminya yang sedang membeli es krim untuk dinikmati berdua. Dress putih dengan motif bunga kecil berwarna jingga, sangat cocok untuk pakaian siang itu. Dia merasakan angin yang bertiup pelan menerpa tubuh.


"Ini untukmu." Yoongi duduk disamping Sora sembari menyerahkan es krim coklat ketangan Sora.


"Thank you."


Tidak ada obrolan lebih diantara keduanya, mereka sibuk dengan es krim ditangan masing-masing. Yoongi meraih tangan Sora dan menggenggamnya erat tanpa mengurangi nikmatnya es krim ditangan.


"Terima kasih sudah bertahan denganku selama ini." Yoongi memulai obrolan.


"Terima kasih juga sudah sabar menghadapi sifat menyebalkanku." Balas Sora dengan senyum cerah diwajahnya.


"Maafkan aku Sora."


"Untuk?"


"Semua. Aku hanya bisa membuatmu sedih, maafkan aku."


"Kenapa meminta maaf? Buktinya sekarang aku bahagia. Aku harap kita bisa seperti ini sampai kita mati."


Yoongi tersenyum dengan jawaban klasik Sora, dia juga tidak tahu ingin membalas seperti apa, dia hanya berharap Sora tetap bertahan disisinnya.


Yoongi menatap es krim yang mulai mencair, tersenyum sesaat mengingat masa mereka pertama kali bertemu. Itu akan menjadi memori indah dikepala Yoongi, saat Sora mengatakan jika dia ingin mereka melawan rasa sakit bersama.


"Aku mencintaimu." Yoongi bergumam dengan mata masih mengarah pada es krim.


"Yoongi-ya."


Pria itu segera menoleh saat Sora memanggil namanya, sesaat setelah itu Yoongi merasakan dingin dipipi kanannya, Sora mengarahkan es krim miliknya kesamping wajah Yoongi, jadi saat dia menoleh es krim tersebut menodai pipi Yoongi.


"Argh! apa yang kau lakukan!" Seru Yoongi yang mendapat tawa renyah dari Sora.


Saat ingin membersihkan wajahnya, Sora menahan tangan Yoongi.


"Aku akan bersihkan." Sora mendekat ke pipi Yoongi, mendekat ketelinga dan membisikkan sesuatu.


"Aku juga mencintaimu." Bisik Sora dan menjilat es krim yang ada dipipi Yoongi.


Yoongi tersenyum saat Sora melakukan hal gila didepan umum, gadis gila yang dia rindukan sudah kembali, jantung Yoongi berdebar cepat, merasakan perasaan saat pertama kali dia sadar jika dia mencintai Sora. Sampai kapanpun, dia tidak akan melepaskan Sora.


"American." Yoongi merespon cara Sora membersihkan es krim dipipinya.


"Idiot." Sora tersenyum bahagia.


Keduanya berharap akan baik-baik saja, mereka percaya dengan akhir bahagia.


End.