Our Fate

Our Fate
Better Than Yesterday



Yoongi tidak bosan-bosan memandangi Sora yang terlihat jauh lebih baik dari hari yang sebelumnya, tubuh yang awalnya sangat kurus sekarang sudah berisi, wajah pucat dengan mata cekung sudah berganti dengan wajah merona dan mata yang bersinar. Semenjak mereka memutuskan tentang seseorang yang menemani Sora, keadaan jauh lebih baik, Yoongi bisa memantau keadaan Sora melalui seseorang bernama Kyu Ri.


Kyu Ri seorang perawat dari rumah sakit ternama yang menjaga Sora selama Yoongi tidak ada, Sora bertanya kenapa harus seorang perawat karena pasti banyak aturan yang akan diberikan pada Sora pastinya akan semakin buruk bagi keadaan Sora. Yoongi dengan tenang berkata kau pasti akan menyukainya.


Dan benar adanya.


Sora sangat menyukai Kyu Ri, dia tidak terlihat seperti perawat dengan segala kedisiplinannya, Kyu Ri terlihat seperti teman bagi Sora. Kyu Ri memantau semua aktivitas Sora agar baik-baik saja selama masa kehamilan, menjadi teman disaat kecemasan Sora datang, Kyu Ri adalah pilihan terbaik dari Yoongi.


"Bagaimana bisa kau membeli ukuran yang pas seperti ini?" Tanya Sora sembari bercermin memastikan celana yang dipakai bagus untuk tubuhnya.


"Apa itu tidak sempit?" Tanya Yoongi yang duduk dipinggiran tempat tidur.


"Tidak, ini pas sekali." Seru Sora antusias.


"Kemarilah." Perintah Yoongi agar Sora memdekat.


Sora mendekat dengan senyum cerah diwajahnya, sedangkan tangan Yoongi menyentuh karet dari celana tersebut sedikit menariknya, memastikan ucapan Sora jika celana itu tidak sempit dibagian perut. Yoongi lega karena uangnya tidak terbuang sia-sia hanya karena terlalu banyak membeli celana khusus untuk ibu hamil, tidak tanggung-tanggung dia membeli selusin celana untuk Sora.


Yoongi terpaksa membeli itu karena jengkel dengan Sora yang tidak memperhatikan cara berpakaiannya, saat kondisi perutnya sudah mulai membesar dia masih saja menggunakan celana yang bukan untuk ibu hamil. Memang celananya tidak terlalu ketat, lebih terlihat longgar dari biasanya, tapi tetap saja mengganggu pikiran Yoongi.


Dia takut anaknya sesak akibat celana ketat.


"Kau terlalu banyak membelinya Oppa." Ucap Sora dengan senyum yang masih menghiasi wajahnya.


"Tidak apa, jangan khawatir."


"Ini tertulis bisa sampai umur lima bulan." Sora membaca keterangan dibalik kemasan.


"Kita bisa membeli lagi sesuai dengan usia kandunganmu." Balas Yoongi enteng.


"Kau terlihat lebih baik sekarang." Yoongi mengarahkan Sora agar duduk dipangkuannya.


"Kau yang membuatku jauh lebih baik." Balas Sora mengecup singkat pipi Yoongi.


"Benarkah? Berterima kasihlah pada Kyu Ri." Yoongi mengusap perut Sora dengan penuh rasa sayang matanya tak lepas dari wajah berpipi chubby itu.


"Setiap hari aku mengatakan itu padanya. Jangan khawatir. Bahkan dia lebih tahu kondisiku dibanding dirimu."


"Oh ya? Kau menantangku?"


"Berapa usianya sekarang?" Tanya Sora tentang usia bayi yang dikandungnya.


Yoongi tersenyum sebelum menjawab pertanyaan mudah dari Sora, dia semakin gemas terhadap istrinya, walaupun tidak dia tunjukkan.


"Dua hari lagi dia masuk diusia delapan belas minggu."


Sora tersenyum, setidaknya Yoongi sudah tahu usia dari anak yang dikandungnya.


"Aku suka melihat badanmu berisi seperti ini. Semakin menggoda."


"Kapan otakmu akan berhenti berpikir mesum?"


Yoongi hanya tertawa kecil menanggapi ucapan Sora, terlihat bahagia. Yoongi juga banyak berubah, senyum selalu muncul diwajahnya, perhatian yang diberikan semakin besar, ya walaupun cenderung over, tapi Sora tidak mempermasalahkannya.


"Aku mencintaimu." Bisik Sora didepan wajah Yoongi.


"Aku tahu." Balas Yoongi sembari menyingkirkan rambut panjang Sora yang menutupi wajahnya.


Yoongi menarik wajah Sora, mencium bibir Sora yang sayang untuk dilewatkan. Kedua tangan Sora sudah berada dibahu Yoongi, sedikit meremas baju tidur Yoongi saat pria itu mulai ******* kuat bibir merah itu, Yoongi semakin menekan tengkuk Sora, memperdalam ciuman.


Yoongi belum berhenti, dia terlalu merindukan bibir Sora sudah lama dia tidak bertukar saliva dengan istri begajulan yang sudah dinikahi karena perasaan cinta mendalam. Sora meremas kuat baju Yoongi, sesak karena Yoongi ******* terlalu lama, lebih lama dari malam pertama mereka, Sora butuh udara untuk bernapas.


Sora melepaskan sepihak ciuman itu, Yoongi tetap ******* hingga kedagu dan berhenti disana. Masing-masing dari mereka mengatur nafas kembali mengisi paru-paru dengan oksigen, lelah dengan kenikmatan bibir mereka.


"Boleh ya?" Tanya Yoongi dengan suara yang memabukkan, bibirnya masih menempel dirahang Sora.


Sora mengerti, sudah lama mereka tidak melakukan hubungan suami istri sejak Sora dinyatakan hamil, wajar Yoongi memintanya.


"Aku takut kau akan menyakitinya." Masih dengan nafas terengah.


"Aku tidak percaya!" Sora memukul pelan pundak Yoongi. "Terakhir kali kau berkata pelan, aku sakit dua hari."


Yoongi ingat waktu itu Sora yang baru selesai dengan periode bulanannya, dan Yoongi yang tidak bisa menahan lagi gejolak diri untuk tidak menjamah tubuh Sora. Yoongi membujuk Sora untuk mau melakukan, Sora yang tidak yakin saat itu sudah selesai dengan periodenya menolak secara halus, bukan karena tidak mau, dia hanya tidak yakin.


Sora hanya salah menghitung hari sudah berapa lama dia menstruasi, yang sebenarnya sudah selesai. Yoongi masih membujuk dan mengatakan akan melakukan dengan pelan, jika masih, dia akan segera menghentikannya. Sora termakan rayuan Yoongi, tidak ada yang namanya pelan, karena tidak ada darah sisa periode yang keluar sama sekali , dia menghabisi Sora semalaman tidak peduli dia ada jadwal keesokan harinya.


Saat pagi Sora merasakan sakit diarea sensitifnya selama dua hari, setelah itu dia tidak percaya lagi dengan kata pelan versi Yoongi.


"Kali ini aku akan hati-hati, aku juga tidak mau menyakiti darah dagingku sendiri."


Mereka saling tatap, cukup lama. Hingga akhirnya Sora mengalah dan mengizinkan Yoongi untuk menyentuh tubuhnya setelah sekian lama berpuasa.


Semoga Yoongi berhati-hati kali ini.


🍁🍁🍁


"Biarkan Kyu Ri mengantarmu sampai Indonesia." Yoongi membuka obrolan sore saat berada di studio miliknya.


"Tidak perlu, biarkan dia istirahat. Lagian kita barengan ke Bandara jadi tidak perlu khawatir." Sora meyakinkan Yoongi agar tidak terlalu cemas. "Aku hanya membawa satu koper, juga tidak berat."


"Aku hanya khawatir sampai disana Han tidak bisa menjemputmu."


"Aku akan mematahkan lehernya jika dia tidak mau. Aku akan baik-baik saja." Sora memberikan senyum terbaiknya.


"Setelah sampai disana tolong kabari segera."


"Siap bos!!"


Yoongi mengalihkan pandangannya dari Sora, sedikit sedih karena Sora akan pulang ke Indonesia. Yoongi ada jadwal selama tiga hari diluar negeri untuk pemotretan, Sora tidak diizinkan untuk ikut karena Yoongi takut Sora akan kelelahan, tetapi Sora ingin sekali pulang ke Indonesia dia sangat merindukan Ayahnya. Yoongi tentunya tidak mengizinkan, apalagi pergi sendiri tidak ditemani oleh siapapun, Yoongi akhirnya mengalah saat Sora mengatakan ini keinginan dari anaknya. Sora ingin pergi sendiri tanpa ditemani siapapun, walaupun sangat beresiko tentunya.


"Jangan lupakan jadwal makanmu, istirahat yang cukup, jangan terlalu banyak keluar rumah, jangan berlebihan berpikir sesuatu, dan juga jangan lupa vitaminmu." Yoongi memberi nasehat sembari menatap layar ponselnya. "Aku sudah memasukkan vitamin kedalam tasmu, jangan lupakan itu."


Sora hanya diam dan tersenyum karena rasa khawatir Yoongi yang berlebihan, dia hanya takut hal buruk menimpa dirinya, Sora mendekat, dan memeluk leher Yoongi dari belakang.


"Aku akan melaksanakan semua perintahmu. Aku mencintaimu." Ucap Sora dan mengecup singkat pipi kiri Yoongi.


"Jangan membungkuk terlalu lama, itu bisa menyakitinya." Balas Yoongi.


"Iya-iya... kenapa cerewet sekali sih?"


Sora kembali tegak, beberapa saat kemudian salah seorang staff memanggil mereka agar segera naik ke mobil menuju Bandara. Yoongi dan Sora segera keluar dari studio, saat Sora ingin mengambil tasnya dia tidak melihat tas itu ditempat awal, yang ternyata sudah berada dipundak Yoongi.


Sora tidak bisa menahan senyumnya, Yoongi sangat manis menurutnya.


Setelah sampai di Bandara sudah banyak kamera yang menunggu mereka, Sora dilanda gugup saat ini, awalnya Sora ingin rombongan Yoongi turun terlebih dahulu setelahnya dia menyusul, niat Sora ditolak mentah-mentah oleh Yoongi. Dari awal mereka menikah ini pertama kalinya Sora menghadapi kamera secara langsung, Yoongi memang tertutup untuk urusan pribadi.


Saat menikah, Yoongi tidak mengundang satupun reporter, sangat tertutup dan hanya dihadiri pihak keluarga, agensi juga teman dekat saja. Wajah Sora pun tidak pernah dia tunjukkan ke publik, berita kehamilan Sora juga masih ditutupi.


Sora merapikan bajunya, berusaha menutupi perut yang belum terlalu besar, dia gelisah saat ini, apa yang akan terjadi saat fans mereka mengetahui wajah Sora yang tidak cantik, dan memiliki badan yang besar. Sora panik dengan pikirannya sendiri, andai ada Kyu Ri pasti dia tidak akan seperti ini.


"Boleh aku pakai masker Oppa?" Tanya Sora yang ingin menutupi wajahnya.


"Tidak. kau bisa sesak tidak baik untuk kalian."


Sora cemberut saat itu juga, Yoongi menangkap rasa khawatir Sora, dia melepas bucket hat yang dipakainya lalu memasangkan dikepala Sora. "Itu jauh lebih baik."


Satu persatu member mulai turun dari mobil masing-masing, Sora mengambil arah keluar yang berbeda karena kamera segera menangkap pergerakan member yang keluar dari mobil. Sora bersembunyi dibalik mobil, salah satu staff memintanya untuk tidak berdiri disitu karena berbahaya jika saja ada mobil lain yang lewat, hingga akhirnya Sora berdiri dibalik pilar tembok.


Sora mengintip semua member yang masih berpose dengan melambaikan tangan, mereka semua terlihat tampan jika dilihat dari samping seperti itu, dia bertanya dalam hati, kapan mereka akan selesai.


Sora mendengar beberapa orang seperti menyebutkan namanya karena ada beberapa reporter yang melihat Sora sedang mengintip, hingga tangan pucat meraih tangannya dan menarik keluar dari persembunyiannya. Sora merasa tangannya dingin saat digenggam erat oleh Yoongi, suara kamera dan kilatan cahaya terus-menerus menyerang Sora dan Yoongi, semua reporter meneriakkan nama Sora dan Yoongi agar berhenti sebentar sehingga mereka bisa mengambil gambar yang bagus.


Sora sedikit membungkuk sopan kepada reporter begitu pun Yoongi, tidak terlalu buruk ternyata. Sora melepas topinya juga genggaman tangan Yoongi, berhenti, berdiri ditempat dan melambaikan tangan dengan wajah terukir senyuman lebar. Sora mendapat serangan jepretan kamera, merasa cukup dia segera berlalu.


"Setelah ini nama Sora akan trending topic." Ucap Yoongi meraih kembali tangan Sora. "Kau gila." Tambahnya kembali tersenyum.


Sora juga tersenyum, ternyata seperti ini rasanya menjadi terkenal.