
"Jangan terlalu banyak makan semangka, perutmu bisa sakit." Ucap Yoongi sedang memperhatikan Sora yang dengan lahap memakan semangka.
"Kau tahu jika aku sangat menyukai buah, aku tidak akan sakit. Buah baik untuk tubuh."
"Terlalu berlebihan juga tidak baik."
Sora menghentikan acara makan semangka, menyimpan sisanya kedalam kulkas dia akan kembali melanjutkan lagi nanti. Jika Yoongi sudah berkata Sora harus menurutinya, dia tidak mau bertengkar hanya karena masalah sepele.
Sora duduk disebelah Yoongi yang sibuk dengan benda pipih ditangannya, jarinya bergerak lincah diatas layar. Sora tidak mengerti apa yang ditampilkan layar itu sepertinya berhubungan dengan musik.
"Kau tidak bosan dengan musik?" Tanya Sora sembari menaikkan kedua kakinya diatas pangkuan Yoongi.
"Ini hidupku."
"Lalu bagaimana jika aku memintamu berhenti karena aku tidak menyukainya?" Ujung jari Sora menyentuh tangan Yoongi.
"Aku akan buat kau menyukainya. Kenapa? Kau tidak suka?" Yoongi menghentikan gerakan jari diatas layar.
"Aku hanya bertanya, hanya ingin tahu seberapa besar kau menyukai musik. Ternyata aku berada diposisi kedua." Sora tersenyum lebar tangannya beralih memeluk leher Yoongi.
"Siapa penyanyi yang kau sukai?" Tanya Yoongi mencoba mencairkan suasana.
"Michael Jackson."
"Kenapa?"
"Tampan."
"Aku jauh lebih tampan." Balas Yoongi dengan nada jengkel, menyukai musik hanya karena penyanyinya memiliki visual yang bagus.
Sora tertawa renyah sangat indah ditelinga Yoongi, satu kalimat yang diucapkannya mampu membuat Sora tertawa lebar. Yoongi melanjutkan pekerjaannya sementara Sora sibuk mencari posisi nyaman.
"Ada apa?" Tanya Yoongi menangkap kegelisahan Sora.
"Tidak apa." Balas Sora tersenyum. "Mau aku buatkan kopi?"
"Boleh."
Sora langsung beranjak dari sebelah Yoongi dan menuju dapur demi membuatkan kopi panas untuk Yoongi, aktivitasnya terhenti saat tiba-tiba saja dia merasakan kram pada perutnya. Sora segera mematikan kompor, bahkan airnya belum mendidih, Sora tidak tahan merasakan melilit diperutnya.
Yoongi sudah menunggu sejak dia menyelesaikan pekerjaannya, Sora belum kembali dari membuat kopi yang dia tawarkan, merasa ada yang tidak beres Yoongi menyusulnya kedapur, bisa saja Sora tertidur sembari menunggu air mendidih.
Yoongi melihat Sora yang sedang berpegang erat pada meja, sedangkan tangan kirinya memegang perut, wajah pucat dan berkeringat, Yoongi segera mendekat.
"Kau sudah minum obatmu?" Tanya Yoongi yang mengira sakit Sora muncul kembali.
"Bukan... ini, berbeda."
"Katakan apa yang terjadi." Yoongi mencoba tenang.
"Perutku sakit sekali."
"Kita ke Dokter."
"Tidak." Sora menahan sekaligus meremas lengan Yoongi. "Aku hanya butuh air hangat."
"Kau yakin?" Yoongi bertanya yang mendapat anggukan dari Sora.
Yoongi mendudukkan Sora dan bergegas mengambil air hangat untuk Sora minum, dengan cekatan dan rasa khawatir yang menyelimuti berusaha untuk tetap tenang. Yoongi memberikan air hangat dan obat pereda sakit, Sora menyelesaikan dengan cepat setelahnya dia menjatuhkan kepalanya diatas meja.
"Butuh apalagi?"
"Tidak, terima kasih."
"Tidak ada semangka sebulan kedepan." Yoongi menegaskan kalimatnya agar dipatuhi oleh Sora.
Sora juga pertama kali mengalami hal seperti ini, selama dia memakan buah dalam porsi banyak tidak pernah ada masalah ditubuhnya, malah tubuhnya semakin baik. Tubuh sehat, kulit putih mulus, dan jarang sakit efek dari seringnya mengkonsumsi buah. Dia harus berhati-hati lagi dalam memilih buat yang boleh dimakan banyak dan tidak.
"Maaf." Ucap Sora merasa bersalah.
"Istirahat. Jika besok masih sakit kita ke Dokter."
Yoongi mengikuti jalan Sora dari belakang, sedikit terseok dia berjalan menuju kamar, setelah sampai Sora segera berbaring dan diselimuti oleh Yoongi.
Satu hal lagi yang menambah pikiran Yoongi.
Bagaimana jika Sora sakit Yoongi tidak ada disamping Sora.
๐๐๐
"Kau yakin tidak perlu ke Dokter?"
"Aku baik-baik saja Oppa, tidak perlu khawatir."
"Bagaimana aku tidak khawatir melihat wajahmu pucat seperti itu." Yoongi cukup lelah sepagian ini membujuk Sora agar mau pergi ke Dokter.
Sora memang tidak suka terlalu diperhatikan saat sakit, yang ada dipikirannya jika dia diberi perhatian dia akan semakin lemah, bukan lemah fisik tapi lemah mental. Sora tidak mau bergantung pada orang lain, termasuk suaminya sendiri.
"Baiklah jika kau tidak mau, jika ada masalah segera hubungi aku. Dan satu lagi, kita tidak akan pergi berlibur sampai kau benar-benar baik." Ucap Yoongi dengan nada mendominasinya.
Sora hanya tersenyum sembari menganggukkan kepalanya, dia juga setuju dengan keputusan Yoongi saat ini berbaring bisa memulihkan kembali stamina yang sudah hilang sejak semalam. Sora tidak bisa membayangkan jika mereka tetap pergi berlibur yang ada semakin repot dengan kondisi fisik yang tidak prima seperti ini.
Sora mengantar Yoongi sampai kepintu, saat baru saja keluar mereka melihat Sejin yang berjalan kearah mereka, menjemput artis yang sudah bersama sejak lama. Sora membungkuk menyambut Sejin, dan pria berbadan besar itu juga membalas hal yang sama. Tak lama kemudian keduanya pergi dan menghilang dibalik belokan, Sora kembali masuk kedalam, tanpa membereskan sisa makanan mereka pagi tadi dia langsung menuju kamar, tubuhnya benar-benar membutuhkan istirahat.
Semoga dia baik-baik saja seperti yang dia ucapkan pada Yoongi.
๐๐๐
Yoongi tidak sadar diperhatikan Sora karena badannya membelakangi istri yang sedang menemaninyaย bekerja, liburan sebulan yang Sora kira benar-benar akan bebas dari pekerjaan ternyata hanya fiktif belaka, mereka memang libur dari aktivitas fisik seperti latihan menari atau jadwal on air mereka, tetapi untuk Yoongi yang memang banyak menghasilkan lagu tetap diwajibkan untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Agensi tidak memaksa diselesaikan cepat karena itu juga waktu libur mereka, tapi ya tetap saja Yoongi sangat mencintai pekerjaannya.
Sudah setengah hari Sora diabaikan oleh seorang Yoongi, perutnya juga menuntut untuk segera diisi, tapi dia merasa tidak enak mengganggu Yoongi disaat serius seperti ini dia harus memutar otak agar pria itu sadar dengan Sora yang sudah menemaninya sejak tadi.
Sora menarik kursinya agar bersebelahan dengan Yoongi, pria itu tetap saja serius didepan layar komputer, Sora menjatuhkan kepalanya diatas meja wajahnya menghadap Yoongi yang lagi-lagi tidak mendapat perhatian dari suaminya. Entah kenapa dia tiba-tiba saja rindu oleh sentuhan dari Yoongi, mungkin Sora sudah gila jika mereka melakukannya didalam studio Yoongi.
Sora menyentuh lengan Yoongi dengan ujung jari telunjuk dan kali ini berhasil mendapat lirikan dari Yoongi, walaupun matanya kembali serius didepan komputer. Sora kembali menyentuh tangan Yoongi yang berada diatas keyboard seolah seperti menekan tombol, tidak ada respon. Sora kembali melakukan hal yang sama sampai dia lelah sendiri, Yoongi berpikir jika Sora hanya bermain saja jadi dia tidak perlu mengubris tingkah aneh Sora.
Merasa kesal karena tidak mendapat perhatian Yoongi, Sora bergerak masuk melalui bawah lengan Yoongi menuju pangkuan Yoongi, tanpa mengindahkan tatapan kaget Yoongi karena tiba-tiba naik kepangkuan Sora segera menangkup pipi Yoongi saat dia sudah duduk diatas paha.
"Apa kau lupa jika aku disini?" Ucap Sora sembari menekan kedua pipi Yoongi.
Yoongi tidak menjawab, dia hanya ingin tahu kelanjutan dari tingkah Sora kali ini.
"Kau tidak merindukanku? Kita bahkan belum berciuman sejak pagi, apa pacarmu itu jauh lebih seksi dibanding aku?"
Yoongi tersenyum dengan kalimat yang meluncur dari mulut Sora, pikiran Yoongi mulai liar tapi dia harus menahannya karena Sora baru saja sembuh tiga hari yang lalu.
"Lalu apa maumu?" Yoongi bertanya, kedua tangannya sudah berada dipinggul Sora.
"Kau tanya apa mauku?" Jarinya bergerak indah diwajah Yoongi. "Kiss Me."
Tidak menunggu lama Sora mendapatkan apa yang dia mau, tanpa basa-basi Yoongi segera ******* bibir Sora, serasa dunia hanya milik mereka berdua tanpa menghiraukan dimana mereka berada. Suara decapan memenuhi ruangan itu, tangan Yoongi menelusup masuk kedalam kaos Sora, menarik kembali tangan itu karena harus menahan diri. Yoongi tidak tahan akhirnya meremas bokong Sora, disambut tawa dari Sora.
Kesal karena Sora menghentikan ciuman karena tertawa Yoongi kembali menarik tengkuk Sora, tapi tidak sampai karena tiba-tiba pintu studio Yoongi terbuka. Siapa lagi jika bukan salah satu dari member yang sudah tahu password pintu studio itu, wajah polos Jungkook sudah berada diambang pintu. Merasa canggung dia menutup mata dengan tangan kiri sedangkan tangan kanan mengambang diudara dengan sebungkus makanan, jika dicium dari aromanya seperti ayam goreng.
Sora menahan tawanya agar Jungkook tidak malu, sedangkan Yoongi sudah berdecak sebal.
"Ayam goreng untuk Nuna. Maaf mengganggu." Ujar Jungkook tanpa melihat pasangan yang belum beranjak dari tempatnya.
Sora turun dari pangkuan Yoongi mengambil makanan yang dibelikan Jungkook dan tertawa sembari mengucapkan terima kasih, Jungkook segera berlari tanpa melihat Sora lagi.
"Aku sudah lapar." Ucap Sora sembari tersenyum.
Sora menyerahkan seporsi ayam pada Yoongi, mereka duduk disofa, kemudian Sora melahap ayam bagiannya. Saat ingin memakan potongan ayam yang kedua, Sora menahannya, tiba-tiba dia merasa bau ayam itu sangat mengganggu tidak enak dihidung sama sekali. Sora meletakkan kembali potongan ayam tersebut, merasa ada yang aneh dengan perutnya. Yoongi menangkap gelagat aneh dari Sora.
"Ada apa?"
"Entahlah, aku merasa tidak nyaman setelah memakan ayam ini." Balas Sora, tangannya meraih botol air minum yang diserahkan Yoongi sebelumnya.
Sora semakin mual setelah selesai menghabiskan air minum itu, perutnya bergejolak seperti menuntut untuk dikeluarkan, merasa semakin tidak beres dia segera berlari menuju toilet. Setelah sampai ditoilet Sora segera memuntahkan semua isi perutnya, rasa pahit ditenggorokan semakin memperburuk keadaan, Sora tidak nyaman dengan kondisi seperti ini.
Yoongi menyusul, melihat Sora masih berjuang mengeluarkan seluruh makanan yang masih tersisa, Yoongi memijat kecil tengkuk Sora berharap bisa mengurangi rasa sakitnya. Sora terduduk lemas dilantai, kaki pun sudah tidak sanggup menopang berat tubuhnya, matanya sudah basah karena menahan tangis ini terasa menyakitkan.
"Sebaiknya kita ke Dokter, sepertinya ada masalah dengan perutmu." Ucap Yoongi yang kali ini dengan nada khawatir.
Sora mengangguk, tidak mungkin dia seperti ini hanya karena memakan ayam, pasti ada masalah dengan pencernaannya, tapi tiba-tiba saja Sora tercekat saat Yoongi berusaha membantunya berdiri lagi.
"Oppa!" Sora meremas lengan Yoongi. "Bisakah kau ambilkan "itu" didalam tasku?"
Yoongi awalnya tidak paham apa yang dimaksud Sora, tapi Sora memberikan petunjuk dengan gerakan jari yang mengisyaratkan benda kecil seperti stick, Yoongi paham maksud Sora dan segera keluar dari toilet.
Sora menunggu Yoongi sembari menghitung kapan periode terakhirnya, dia sedikit takut jika perhitungannya salah maka dia akan mengecewakan Yoongi sekali lagi.
Tidak lama kemudian Yoongi kembali dengan testpack ditangannya, memberikan pada Sora, matanya menatap mata Sora seperti ada rasa takut dari pancaran mata itu.
"Maaf jika aku keliru." Ucap Sora memegang tangan Yoongi.
"Jangan minta maaf. Kau membuatku gugup."
"Sana keluar." Sora mendorong Yoongi agar segera keluar dari toilet dan menutup kembali pintu itu.
Yoongi hanya bisa bersandar dipintu toilet, bohong jika dia tidak ingin berharap lebih, semoga kali ini dia tidak kecewa. Bahu Yoongi ditepuk pelan oleh salah satu member, kepalanya mendongak saat melihat ketiga member paling muda digrup, tatapan mereka seolah bertanya sedang apa Yoongi didepan pintu toilet.
Saat Jimin ingin membuka mulutnya, teriakan Sora dari dalam mengalihkan perhatian mereka, terdengar suara Sora memanggil Yoongi. Tak lama pintu itu terbuka dan menampilkan wajah Sora yang sudah tersenyum lebar yang tidak bisa dia sembunyikan saat melihat hasil dari alat itu, setelah sadar Yoongi tidak sendiri disana perlahan senyumnya memudar.
"Sedang apa kalian?"
"Kami sedang ingin bertanya sedang apa Yoongi Hyung disini." Jawab Taehyung dengan wajah polosnya.
"Apa yang Nuna pegang?" Kali ini Jimin bertanya.
"Ah, ini..." Sora bingung harus menjawab apa.
"Bagaimana?" Yoongi bertanya.
Sora sedikit ragu mengatakan didepan member lain, dia merasa Yoongi harus lebih dulu tahu, tapi tidak disaat seperti ini. Memang mereka juga pastinya akan mengetahui, tapi tetap saja tidak sama saat dia mengatakan ketika mereka hanya berdua saja. Karena merasa tidak ada pilihan lain Sora menyerahkan benda kecil itu ketangan Yoongi, itu jauh lebih baik dibanding dia mengatakan langsung.
Sora fokus dengan wajah Yoongi kali ini, diaย ingin melihat seperti apa wajah suami minim ekspresi yang dinikahinya itu. Sora menangkap senyum tipis dari wajah Yoongi, hatinya menghangat saat itu juga.
Jungkook mengintip apa yang sedang dipegang Yoongi, kemudian bingung saat melihat wajah Yoongi yang terlihat bahagia.
"Sebenarnya dimana yang lucu Hyung?"
Yoongi mengalihkan perhatiannya dan menatap ketiga member yang terlihat bingung itu, dia juga bingung harus mengatakan seperti apa, ini juga yang pertama baginya.
"Kalian akan mendapat keponakan baru, tolong sediakan hadiah yang mahal." Ucap Sora dan menarik lengan Yoongi agar segera menjauh dari Jimin, Taehyung juga Jungkook.
Ketiga lelaki itu saling tatap tidak percaya dan menghambur kearah Yoongi.