One Night Mistake

One Night Mistake
Terulang Lagi



Mike mendorong kepala Jane tapi Jane memegangnya dengan sangat erat. Merasa putus asa, Mike pun bertanya kepada pelayan apakah ada kamar di sana.


Pelayan itu lalu membawa mereka berdua ke sebuah kamar berukuran medium. Dia berpikir bahwa mereka berdua akan melakukan sesuatu.


"Nona.... Nona.... Aku sudah membayar kamar ini. Kau bisa berada di sini malam ini. Mereka bilang di sini aman." Ucap Mike berbalik hendak pergi.


"Hei...!" Ucap Jane menarik Mike tapi kakinya terasa lemah dan mereka berdua terjatuh di atas tempat tidur.


Mata Jane tertutup, tapi tangannya mulai menyentuh tubuh Mike dan merabanya. Pertahanan terakhir yang dimiliki Mike pun buyar dan dia mulai mencium Jane.


Mike tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Tapi tangannya, mulutnya, dan gerak tubuhnya secara natural terus menyentuh tubuh Jane dan mencari setiap sudut tubuh Jane yang membuat Jane gemetar dan berteriak.


Suara rintihan Jane membuat Mike semakin bersemangat dan melanjutkan apa yang diinginkan oleh tubuhnya itu.


Setelah beberapa saat, dia sudah tidak bisa menahan dirinya lagi. Dia pun memaksa untuk masuk ke dalam tubuh Jane. Hal itu membuat Jane berteriak dengan begitu kesakitan. Tapi dia sama sekali tidak menolak saat Mike mulai melanjutkan aksinya dengan bergerak perlahan dan Jane pun tampak menikmati semuanya sampai mereka berdua akhirnya bisa mencapai puncak kesenangan dari apa yang mereka lakukan itu.


Malam itu masih belum terlalu larut dan hasrat dari kedua orang asing di dalam kamar itu belum cukup satu sama lain sampai mereka mengulanginya lagi.


Keesokan paginya....


Jane akhirnya terbangun dan merasa ada sesuatu di sampingnya. Dia perlahan membuka matanya dan dia menyadari bahwa dia tengah berada di sebuah kamar yang tidak familiar. Dia mulai gugup dan perlahan mengingat dalam pikirannya tentang memori semalam yang terus terbayang dalam kepalanya. Dia mengingat bahwa dia meminta pria itu untuk membawanya pergi karena dia merasa begitu penuh hasrat.


Jane hampir saja terjatuh ke lantai saat dia melihat pria yang berbaring di sisinya. Dia menutup mulutnya dan berusaha menenangkan dirinya sendiri untuk tidak membangunkan pria itu.


Beberapa memori tentang kejadian semalam kembali muncul dalam kepalanya. Dia merasa takut jika dia membangunkan pria itu, jadi dia pun perlahan turun dari atas tempat tidur memperbaiki dirinya sendiri dan berlari seperti ada iblis yang tengah mengejar dirinya.


Beberapa saat setelah itu....


Mike merasa kepalanya begitu sakit dan dia masih ingin untuk tidur lagi. Tapi ponselnya yang berdering secara terus-menerus tidak bisa membuatnya merasa tenang. Dia membuka matanya beberapa saat dan berpikir di mana dia berada saat ini. Dia tidak berada di rumah Brandon dan kemudian dia mengingat apa yang terjadi tadi malam. Tapi dia sudah sendirian. Saat dia menatap ke arah darah yang ada di atas sprei tempat tidur, hal itu membuat kepalanya semakin sakit.


Untuk kedua kalinya dia melihat darah di sprei lagi.


'Wow aku selalu beruntung untuk mendapatkan gadis perawan setiap kali aku melakukannya.' ucap Mike dalam hati.


"Hai, ke mana saja kau sejak semalam? Aku sudah menelpon mu beberapa kali, tapi kau tidak menjawab. Untungnya seorang pelayan mengenalmu dan mengatakan kepadaku bahwa kau bersama dengan seorang wanita. Jadi aku pun bisa tenang. Di mana kau sekarang?" Tanya Brandon dengan suara yang terdengar nakal.


"Kemari lah dan jemput aku di dalam bar. Aku menyewa sebuah kamar." Ucap Mike dengan suara yang penuh penyesalan.


...****************...


Di tempat lain...


Tubuhnya masih terasa sakit dan dia tidak bisa berjalan dengan baik. Ada banyak bekas tanda merah di lehernya bekas ciuman dari pria itu.


"Mama ku pasti akan membunuhku." Ucap Jane menangis dengan keras.


"Bagaimana rasanya? Apakah sama dengan apa yang dikatakan oleh buku?" Tanya Alexa yang tidak bisa mengontrol dirinya untuk bertanya dengan penuh keceriaan kepada Jane.


"Alexa... Jangan pernah menanyakan tentang hal itu lagi." Ucap Jane dengan wajah yang tampak memerah memikirkan tentang kenangan yang terjadi semalam.


"Hahaha wajahmu tampak merona." Ucap sahabat Jane itu menggoda dirinya, kemudian bertanya lagi tentang bagaimana rasanya.


Setelah terus-menerus menarik dan membuang nafas, dengan tenang Jane pun mulai menceritakan apa yang terjadi. Dia mengakui bahwa dia menikmati semuanya. Tapi dia menangis lagi saat dia mengingat bahwa pria itu bahkan tidak mengetahui namanya. Alexa pun tertawa dan menggoda Jane bahwa Jane sudah menjadi wanita yang seutuhnya sekarang.


Sementara itu, masih di kamar yang ada di bar itu, Mike terus di cecar oleh Brandon yang begitu penasaran dan terus bertanya banyak hal kepada Mike yang tidak bisa membuat Mike berkonsentrasi. Mike tahu bahwa dia sudah melihat wanita itu sebelumnya, tapi tidak mengingat di mana. Mike memang mabuk tapi tidak ada alasan untuk melupakan apa yang sudah terjadi.


"Wooowww...! Dia benar-benar wanita yang hebat dalam hal berciuman." Ucap Brandon tertawa melihat ke arah dada Mike yang tampak banyak bekas tanda merah berukuran besar dan kecil di sekelilingnya bahkan di punggung Mike ada banyak tanda yang membuat Mike sendiri begitu terkejut.


Mike tahu benar apa yang terjadi semalam begitu menakjubkan baginya. Tapi dia tetap saja terkejut melihat tanda yang ditinggalkan wanita itu di tubuhnya. Brandon juga menggoda Mike dengan membicarakan tentang darah yang ditinggalkan wanita itu di seprei. Hal itu membuat Mike memukul sahabatnya itu dengan sebuah bantal dan mulai mengenakan pakaiannya.


Mike mengingat apa yang terjadi semalam, mungkin alkohol memberikan dirinya kekuatan untuk lebih agresif dan wanita itu juga tidak menolaknya. Mike tersenyum bodoh saat dia mengingat suara rintihan wanita itu untuk terus memintanya melanjutkan apa yang dia lakukan.


'Kenapa dia pergi tanpa memberikan nomornya atau namanya? Tidakkah dia merasa bahwa keperawanannya itu begitu berharga atau kenapa dia tidak meminta untuk dinikahi?'


Ada begitu banyak pertanyaan yang muncul di kepala Mike yang dia sendiri tidak tahu bagaimana untuk menjawabnya.


Mike menekan kepalanya di atas tempat tidur, berpikir bagaimana caranya untuk menemukan wanita itu dan mengambil tanggung jawab atas apa yang sudah dia lakukan kepada wanita itu.


"Hei... aku masih ada di sini, jangan terus bermimpi." Ucap Brandon menyeringai melihat ke wajah Mike.


Mike tampak terkejut dan kembali memukul Brandon dengan bantal.


"Jadi, apa rencana mu sekarang? Kau bilang bahwa dia itu gadis yang murni. Apakah kau akan mencari dirinya?" Tanya Brandon dengan serius.


"Aku tidak tahu. Aku tidak tahu bagaimana dan di mana aku harus memulainya. Dan apakah dia akan menerima aku atau tidak." Ucap Mike dengan stress memikirkan apa yang sudah terjadi.


Tapi sejujurnya, dia sama sekali tidak menyesali semuanya.


Dalam pikiran Mike, dia akan mencoba untuk melakukan yang terbaik untuk mencari wanita itu dan mengambil tanggung jawab atas semuanya. Dia merasa bahwa dia sudah mengenal wanita itu jauh di dalam dirinya yang mungkin merupakan alasan kenapa dia mengambil kesempatan dalam situasi yang terjadi semalam.


Bersambung....