
Di tempat lain...
Mama Jane tengah baru saja sempat memeriksa ponselnya setelah sejak pagi ia sibuk dengan urusan pekerjaan. Ia mendapat sebuah pesan yang sama seperti yang diterima Jane yang merupakan foto Mike tengah bermesraan dengan seorang wanita. Awalnya Mama Jane begitu bingung, untuk apa Mike mengirimkan foto seperti itu kepadanya. Mama Jane berpikir mungkin saja Mike salah mengirim foto kepadanya.
Namun entah kenapa Mama Jane menjadi begitu penasaran dengan sosok wanita yang ada di foto itu. Dia merasa seperti mengenali sosok wanita itu meski hanya dari bentuk punggungnya saja.
"Dimana ya aku pernah melihat tubuh wanita yang seperti ini?" Pikir Mama Jane.
Beberapa saat Mama Jane mencoba berpikir banyak hal. Dimulai dari siapa sosok wanita yang ada di dalam foto itu bersama Mike dan kenapa Mike mengirimkan foto itu padanya. Tiba-tiba ingatan Mama Jane tertuju pada malam dimana dia melihat Rossa mengendap-endap keluar dari kamar seorang pria saat liburan di resort waktu itu.
"Apa mungkin wanita ini adalah Rossa?" Tanya Mama Jane pada dirinya sendiri.
Kemudian Mama Jane berpikir, apakah Jane menerima pesan berisi foto yang sama dengannya. Lalu Mama Jane kembali menebak-nebak, bisa saja hubungan Jane dan Mike yang tiba-tiba gagal dikarenakan ada kesalahpahaman diantara mereka.
Mama Jane lalu mencoba menghubungi Alexa dan juga Jonathan, mencoba menanyakan apakah mereka mengetahui sesuatu tentang hubungan Jane dan Mike.
Setelah menghubungi Alexa dan juga Jonathan, Mama Jane akhirnya tahu bahwa memang ada masalah besar yang terjadi antara Mike dan Jane. Bahkan Mama Jane pun akhirnya tahu jika baby Zen, adalah anak kandung dari Mike. Namun Jane yang keras kepala, terus saja mencoba untuk menutupi semuanya.
"Aku harus bertindak untuk mencari tahu semuanya." Ucap Mama Jane yang langsung mencoba untuk menghubungi Papa Mike.
Mama Jane sangat yakin jika semuanya hanya kesalahpahaman saja. Mama Jane yakin jika Mike tidak akan mungkin berselingkuh apalagi dengan kekasih Papa nya sendiri. Yang perlu di curigai adalah wanita yang bernama Rossa itu sendiri, karena Mama Jane pernah mengetahui tingkah buruk Rossa yang bisa tidur dengan sembarangan pria.
"Apa kau sedang sibuk? Aku ingin bertemu, ada sesuatu hal yang ingin aku bicarakan." Ucap Mama Jane kepada Papa Mike setelah sambungan telepon dimulai.
"Aku dalam perjalanan kembali ke rumah. Sebenarnya aku akan kembali besok. Tapi Mike sedang tidak baik-baik saja. Sejak perpisahannya dengan Jane, dia mulai kacau dan terus saja mabuk." Balas Papa Mike.
"Itulah yang ingin aku bicarakan. Aku ingin kita sebagai orang tua untuk meluruskan kesalahpahaman yang mungkin saja terjadi diantara mereka. Jadi ini semua hanya bisa kita bicarakan secara langsung." Ucap Mama Jane.
"Baiklah, tentukan saja tempatnya, aku akan langsung pergi kesana." Balas Papa Mike.
Sambungan telepon terputus. Mama Jane lantas mengirim alamat sebuah cafe yang ada di dekat salon milik Jane.
Satu jam kemudian, Papa Mike baru tiba disana dikarenakan perjalanan yang cukup jauh yang harus dia tempuh dari luar kota. Mama Jane sudah menunggu di dalam cafe selama lima belas menit. Keduanya saling menyapa saat bertemu.
"Tidak juga, aku baru menunggu sekitar sepuluh menitan. Ayo duduklah." Balas Mama Jane.
"Kau selalu terlihat mempesona meski kau sudah memiliki seorang cucu. Selamat atas kelahiran cucu pertama mu." Ucap Papa Mike tersenyum.
Mama Jane terdengar menghela nafas panjang.
"Kenapa kau terlihat tidak bahagia?" Tanya Papa Mike.
"Cucuku adalah cucumu juga." Ucap Mama Jane yang membuat Papa Mike tampak bingung.
"Apa maksudmu?" Tanya Papa Mike.
"Cucuku Zen, adalah anak dari putramu Mike." Balas Mama Jane.
Mata Papa Mike membelalak sempurna. Dia seolah tidak tahu harus berkata apa.
"Ba... Bagaimana bisa?" Tanya Papa Mike.
"Ceritanya panjang." Jawab Mama Jane.
Setelah itu Mama Jane mulai menceritakan bagaimana kronologi pertemuan Jane dan Mike hingga sampai membuat Jane hamil.
"Lalu kenapa Jane bisa menikah dengan orang lain?" Tanya Papa Mike.
"Menikah? Tidak! Mike belum menikah sama sekali." Jawab Mama Jane.
"Aku benar-benar bingung." Ucap Papa Mike.
Bersambung.....