One Night Mistake

One Night Mistake
Ulah Rossa



Mama Jane lalu menceritakan kenapa Jane membenci Mike dan memutuskan hubungan mereka secara tiba-tiba sesuai dengan apa yang dijelaskan oleh Alexa dan Jonathan.


"Apa? Rossa?" Ucap Papa Mike begitu terkejut.


"Iya, Jonathan dan Alexa menjelaskan kepadaku bahwa Jane melihat Mike melakukan hal seperti itu di taman resort." Ucap Mama Jane.


"Kurang ajar." Ucap Papa Mike begitu marah. "Aku memang sudah curiga jika Mike punya hubungan dengannya karena aku pernah mendapatkan sebuah foto mereka yang tengah bermesraan." Lanjut Papa Mike tampak murka.


"Aku minta maaf sebelumnya, apa fotonya seperti ini?" Tanya Mama Jane seraya memperlihatkan beberapa foto yang baru saja diterimanya.


Mata Papa Mike membelalak melihat sosok Mike di foto itu seperti tengah bermesraan dengan seorang wanita, dan Papa Mike tahu benar dari bentuk tubuhnya bahwa wanita itu adalah Rossa.


"Wanita keparat, bagaimana dia bisa melakukan hal ini padaku? Dan Mike.... Jika dia memang mencintai Jane, kenapa dia...."


"Maaf jika aku harus memotong ucapan mu. Tapi, entah kenapa aku mempercayai Mike dan yakin jika dia tidak seperti ini." Ucap Mama Jane.


"Apa maksudmu?" Tanya Papa Mike.


Mama Jane kembali menjelaskan bahwa dia pernah melihat Rossa keluar dari sebuah kamar dengan mengendap-endap dan bahkan pria yang menyewa kamar itu membenarkan bahwa dia dan Rossa sudah melakukan hubungan badan.


"Saat itu aku ingin mengatakannya padamu. Tapi aku takut kau tidak percaya padaku dan berpikir bahwa aku hanya mengada-ada saja. Jadi sekarang aku ingin kau lebih baik menyelidiki semuanya lebih dulu sebelum menyalahkan Mike. Lagipula bukankah kau bilang bahwa Mike selama ini selalu mabuk-mabukan? Coba saja kau periksa CCTV di resort atau menanyakan semua staff disana apakah ada yang mencurigakan dari gerak-gerik Rossa." Ujar Mama Jane memberikan saran.


Papa Mike pun menganggukkan kepalanya. Setelah beberapa saat mengobrol, keduanya pun memutuskan untuk pergi. Papa Mike langsung kembali ke resort untuk menyelidiki semuanya. Sementara Mama Jane kembali ke rumah untuk mengintrogasi Jane tentang awal mula masalah yang dia alami dengan Mike.


Tiba di resort, Papa Mike mulai menyelidiki semuanya dimulai dengan rekaman CCTV dan menanyakan kepada beberapa staff pekerja.


Semua staff yang bekerja di resort itu mengatakan bahwa Mike tidak keluar kamar semalam, dan ada staff yang mengatakan bahwa mereka melihat Rossa yang datang dan tak lama kemudian pergi dari resort. Dan benar saja, Papa Mike melihat sosok Rossa yang masuk ke dalam kamar Mike dengan tampak mengendap-endap. Dan dua puluh menit kemudian, Rossa kembali keluar dari kamar Mike.


"Kau dimana?" Tanya Papa Mike.


"Di ruang kerja Pa." Balas Mike.


"Apa yang kau lakukan semalam? Apa kau bertemu Rossa?" Tanya Sang Papa to the poin.


Mike terdengar menghela nafas.


"Pa, aku sudah mengatakan kepada Papa bahwa aku tidak pernah berniat untuk merebut wanita bernama Rossa itu dari Papa. Kenapa Papa selalu curiga padaku? Kenapa Papa tidak menikah saja dengannya jika Papa selalu berpikir bahwa aku akan merebutnya dari Papa. Oh ya, dan satu hal lagi. Semalam aku tetap berada di kamarku, aku mabuk dan tidak sadarkan diri." Ucap Mike dengan suara yang terdengar kesal.


Sang Papa hanya terdiam mencoba menunggu apa yang akan dikatakan Mike lagi padanya.


"Oh ya, sekarang aku akan jujur pada Papa. Wanita pilihan Papa itu selama ini memang selalu berusaha untuk menggodaku sejak pertama kali dia datang ke rumah kita. Itulah kenapa aku lebih memilih untuk tinggal di resort. Perlu Papa ketahui, dimasa kami masih sekolah dulu, aku memang menyukai dirinya. Tapi sekarang sedikitpun tidak, apalagi setelah aku mengetahui jika dia adalah kekasih Papa. Jujur saja, aku sama sekali tidak setuju akan hubungan kalian karena yang aku dengar, dia itu wanita murahan. Tapi, apa yang bisa aku lakukan? Papa selalu mengatakan jika Papa bahagia bersamanya dan mencintaimu karena dia membuat Papa seolah hidup kembali. Sekarang terserah Papa mau percaya padaku atau tidak." Ujar Mike panjang lebar.


Papa Mike tetap terdiam mencoba untuk mencerna semuanya.


"Jika sudah tidak ada yang Papa ingin bicarakan lagi, aku akan menutup teleponnya." Ucap Mike.


"Mike, dengarkan Papa dulu." Ucap Sang Papa.


"Apa?" Teriak Mike.


"Tunggu Papa disana, ada yang ingin Papa bicarakan denganmu." Ucap Sang Papa lalu menutup sambungan telepon.


Bersambung....