
Setelah itu, Papa Mike bergegas pergi ke ruangan Mike dan menemui Mike disana. Keduanya lalu duduk berhadapan dengan suasana yang terasa cukup canggung diantara keduanya.
"Apa yang ingin Papa bicarakan? Cepat katakan karena aku tidak punya banyak waktu." Ucap Mike tampak kesal.
"Ini mengenai Jane." Balas Sang Papa.
"Aku sudah tidak ingin mendengarkan nama wanita sialan itu." Ucap Mike tampak murka.
"Dia belum menikah. Anak yang dilahirkan olehnya itu adalah anak milikmu." Ujar Sang Papa.
"Cukup Pa. Aku tidak mau dengar lelucon apapun lagi tentang wanita sialan itu. Dia selalu mempermainkan perasaanku dengan membolak-balikkan semuanya. Jika Papa datang kemari hanya untuk mengatakan hal itu, aku minta maaf Pa, karena aku sudah tidak mau tahu tentang dirinya." Ucap Mike hendak berdiri dari kursinya.
"Lihat dulu foto ini." Ucap Sang Papa menunjukkan foto yang dikirimkan Mama Jane ke ponsel Papanya. "Itu adalah foto mu yang tengah berhubungan dengan seorang wanita, dan semalam foto itu menyebar begitu saja ke semua kontak telepon yang kau punya kecuali Papa. Jane dan Mama nya mendapatkan foto yang sama. Hal itu yang semakin membuat Jane salah paham padamu." Ujar Sang Papa.
Mike langsung merampas ponsel dari tangan Sang Papa dan melihat foto yang dibicarakan Papanya. Mike tampak tercengang melihat bahwa sosok laki-laki di dalam foto itu adalah dirinya yang sama sekali tak mengenakan busana dengan seorang wanita yang duduk di pangkuannya.
"Tidak mungkin... Semalam aku...."
Mike tidak dapat melanjutkan ucapannya dan mencoba mengingat apa yamg terjadi semalam. Tapi dia benar-benar lupa.
"Sekarang Papa ingin bertanya padamu, apakah Rossa pernah menggoda mu di taman resort ini saat Jane dan Mama nya masih berada di resort ini saat mereka liburan waktu itu?" Tanya Sang Papa.
Mike kemudian mencoba mengingat semuanya. Dia pun lantas mengingat momen dimana Rossa menjatuhkan diri diatas tubuhnya dan mulai menggodanya dengan menggerakkan tubuhnya naik turun diatas tubuh tubuhnya.
"Sial." Umpat Mike yang menyadari semuanya.
Mike akhirnya menyadari bahwa pada keesokan harinya setelah malam dimana Rossa berusaha menggodanya, Jane langsung berubah drastis.
"Apa itu berarti Jane selama ini salah paham karena melihatku dan Rossa di taman saat itu?" Tanya Mike.
Sang Papa menganggukkan kepalanya dan kembali menjelaskan semuanya jika Jane pada malam itu memang mendapati dirinya yang dikira tengah berselingkuh dengan kekasih Papa nya sendiri.
Wajah Mike tampak murka, dia tak habis pikir jika semua yang terjadi kepadanya hanya karena kesalahpahaman yang disebabkan oleh Rossa.
Mike terdengar menghela nafas panjang.
"Walau sekarang semuanya sudah aku ketahui, tapi aku rasa semuanya sudah terlambat karena Jane sudah punya pilihan lain." Ucap Mike.
"Lalu, apa tujuan Rossa melakukan semua ini? Apakah semata karena dia memang mau menggodaku atau apa itu, aku tidak mengerti." Ucap Mike.
"Papa akan mencari tahu semuanya. Untuk itu Papa ingin kau membantu Papa." Ucap Sang Papa.
Setelah itu, keduanya langsung mulai mencari tahu sosok asli dibalik dari wanita bernama Rossa itu.
Sementara itu di tempat lain, Mama Jane bertemu dengan Jane dan mulai menjelaskan semua kecurigaannya tentang Rossa yang bisa saja berada dibalik kesalahpahaman yang menimpa Jane dan Mike.
"Dia itu pria murahan Ma. Aku tidak akan mau hidup bersama dengannya apapun yang terjadi." Ucap Jane tetap pada pendiriannya.
Sang Mama hanya menggelengkan kepalanya karena tidak percaya dengan sikap Jane. Setelah itu dia tiba-tiba mendapat sebuah panggilan telepon dari Papa Mike. Mama Jane sengaja menaruh pengeras suara agar Jane bisa mendengarkan semuanya.
"Itu semua memang ulah Rossa." Ucap Papa Mike.
Dia mulai menjelaskan semuanya via telepon dimulai dengan malam dimana Jane melihat Mike dan Rossa yang dipikir tengah melakukan suatu hubungan di taman, lalu dimana foto yang beredar itu ternyata juga ulah dari Rossa sendiri karena seratus persen Mike tidak mengetahui apapun tentang kejadian itu.
Jane hanya terdiam mendengarkan perbicangan Mama nya dan Papa Mike. Awalnya dia masih tidak mau percaya, tapi setelah Mama nya menceritakan bahwa dia pernah melihat Rossa keluar dari kamar seorang pria dengan mengendap-endap, disusul dengan fakta yang dikatakan pria yang bersama Rossa di dalam kamar itu kepada Mama Jane.
Jane pun kembali mengingat bahwa dia memang pernah bertemu seorang pria yang sepertinya adalah pria yang tidur bersama dengan Rossa di kamar itu. Jane lalu kembali mengingat bahwa pria itu mengatakan bahwa dia pernah melihat jika wanita yang disukainya mencoba menggoda seorang pria di taman resort.
"Apakah yang dimaksud pria itu adalah Rossa dan Mike? Jika memang benar, berarti aku selama ini sudah salah paham?" Ucap Jane pada dirinya sendiri.
Mama Jane menganggukkan kepalanya. Jane pun merasa bersalah karena sudah membuat luka di hati Mike dengan begitu dalam. Dia tidak pernah mau bertanya kepada Mike tentang kejadian itu dan langsung menuduh Mike begitu saja.
"Apa yang sudah aku lakukan?" Isak Jane.
"Sudahlah sayang, jangan menangis. Semuanya akan baik-baik saja. Mama dan Papa Mike sudah menjelaskan semuanya pada Mike. Jadi Mama yakin kalian berdua pasti bisa bersama lagi." Ucap Sang Mama.
"Tapi Ma, kenapa wanita bernama Rossa itu melakukan hal ini?" Tanya Jane.
"Itulah yang sedang diselidiki oleh Mike dan Papa nya saat ini." Balas Sang Mama.
Bersambung...