
"Apapun yang kau lakukan, kau tidak akan bisa menggoda aku. Tidak sekarang, terutama karena aku sudah menemukan wanita yang selama ini aku cari." Ucap Mike dengan begitu marah kepada Rossa.
Rossa terus saja mencoba untuk menggoda Mike, apalagi saat ini Papa Mike tengah pergi ke luar negeri dan akan kembali setelah satu minggu.
Rossa terjatuh dengan harapan Mike akan menangkapnya. Mike tidak punya pilihan lain selain untuk membantu Rossa duduk di sebuah bangku panjang yang berada di dekat kamar pribadinya di resort itu dan tempat itu tidak memperbolehkan pengunjung untuk berada di sekitar sana.
Rossa begitu berlebihan berpura-pura untuk mabuk agar dia bisa menggoda Mike. Tapi Mike benar-benar hebat dalam hal mengontrol hasratnya. Mike ingin mendorong Rossa di bangku itu. Tapi Rossa mendorong Mike dan Mike kehilangan keseimbangannya. Mereka berdua pun terjatuh yang membuat Rossa berada di atas tubuh Mike.
Mike membeku, karena tubuh Rossa begitu lembut dan membuat Mike bereaksi dengan cepat. Rossa tersenyum dan memindahkan posisi dirinya di tengah-tengah tubuh Mike. Celana Mike yang pendek dan tipis membuat Rossa dapat merasakan ada sesuatu yang mengeras dari balik celana Mike. Rossa mulai untuk menggoda Mike dengan sedikit menggoyangkan tubuhnya naik turun. Tapi Mike berusaha dengan sekuat tenaga mendorong Rossa menjauh yang membuat Rossa tampak terkejut.
"Apa-apaan kau ini? Kenapa kau tidak mau memuaskan dirimu sendiri? Kau hampir saja melakukannya? Kenapa kau selalu berpura-pura bahwa kau tidak menikmati semua ini? Kau tidak bisa menolak bahwa kau memang menginginkan aku. Lihatlah ke bawah dan katakan jika aku bohong." Ucap Rossa melihat ke arah celana Mike yang tampak menggembung.
Wajah Mike tampak memerah. Rossa pun bisa melihat bukti itu dengan nyata.
"Apa kau pikir dengan membuat aku seperti ini, kau sudah bisa mengontrol diriku? Tapi pikiranku jauh lebih kuat daripada hasrat ku ini." Ucap Mike lalu berdiri dan berjalan menjauh dari Rossa.
"Dasar munafik." Teriak Rossa dengan putus asa.
Rossa merasa bahwa dia hampir saja bisa melakukannya dengan Mike karena dia bisa merasakan bagian tubuh Mike yang mengeras. Rasa sakit kepala Rossa pun semakin memuncak dan dia berteriak kepada semua staf yang hendak membantu dia saat dia berjalan keluar dari resort itu. Dia tidak memiliki kunci menuju kamar pribadi milik Papa Mike, jadi dia harus pulang ke rumah.
Dia merasa begitu kesal karena Papa Mike ingin menikah dengannya dan Papa Mike sangat menginginkan hal itu. Tapi Papa Mike belum bisa mempercayai dirinya, Papa Mike tetap tidak mengizinkan dia untuk menggunakan kamar pribadi miliknya yang ada di resort itu saat dia tidak ada di sana.
Sementara itu, mata Jane tampak membengkak. Air matanya tidak berhenti mengalir. Selama beberapa hari ini, mereka selalu bersama. Mike bersikap begitu serius dan Jane hampir percaya kepadanya. Dua hari lagi maka tepat satu bulan Jane berliburan di resort itu dan dia sangat menikmatinya.
Dia bahkan mulai jatuh cinta kepada Mike dan memutuskan untuk mengatakan kepada Mike kebenaran atas kehamilannya. Tapi apa yang baru saja dia lihat, sangat melukai hatinya.
Jane diam lebih lama di sana karena dia tidak mau menghakimi Mike dengan cepat. Dia bisa melihat bahwa Rossa tengah mabuk dan Mike yang tampak begitu marah langsung mendorong Rossa. Tapi apa yang terjadi selanjutnya tidak bisa dipercaya Jane, karena Rossa adalah kekasih dari Papa Mike, bagaimana mungkin Mike bisa melakukan hal menjijikkan itu bersama kekasih Papa nya sendiri.
Jane berjalan mendekat untuk melihat apa yang tengah terjadi karena mereka berdua tertutup dengan daun dari semak-semak. Tapi Jane begitu terkejut saat melihat mereka berdua berbaring di tanah dengan Rossa yang berada di atas tubuh Mike bergerak naik turun.
Jane tidak bisa melihat bagaimana reaksi dari wajah Mike, tapi Mike begitu diam dan bagi Jane hal itu berarti bahwa Mike sangat menikmatinya.
Jane perlahan berjalan mundur menutup mulutnya sampai dia akhirnya tiba di tepi pantai. Dia merasa dikhianati, dia bahkan tidak bisa bernapas dan langsung berteriak dengan sangat keras. Dia sedikit jauh dan tidak ada orang di dekatnya yang bisa mendengar teriakannya yang terus berulang sampai dia kelelahan.
"Hei, apakah kau baik-baik saja? Aku sudah melihatmu sejak tadi dan aku khawatir kau mungkin akan masuk ke dalam laut." Ucap seorang pria yang muncul dan bertanya kepada Jane.
"Dia mengkhianati aku! Dia bilang hanya akulah wanita yang akan dia cintai. t Tapi aku baru saja melihat dia tengah bercinta dengan wanita lain ucap Jane menangis.
"Oh, itu sangat menyakitkan. Aku ikut prihatin mendengarkan hal itu. Tapi kau seharusnya tidak perlu membunuh dirimu sendiri dengan menangis seperti itu." Ucap pria itu kepada Jane.
"Mudah bagimu untuk mengatakan hal itu karena kau tidak berada di posisiku." Ucap Jane dengan marah. " Aku berencana untuk mengatakan situasi yang terjadi kepadaku pada pria brengsek itu. Semua pria brengsek." Ucap Jane dengan marah.
Pria itu tertawa.
"Bagaimana jika aku mengatakan kepadamu bahwa aku membenci wanita." Ucap pria itu yang membuat Jane tampak bingung.
"Apa maksud mu?" Tanya Jane.
"Dua minggu yang lalu, mobilku mogok dan aku tidak punya pilihan lain untuk mencari tempat terdekat untuk bisa menginap dan mekanik dari mobil itu menyarankan aku pergi ke resort ini. Kemudian aku melihat seorang wanita yang begitu cantik. Aku awalnya hanya bercanda dengannya, dan dia pun memenuhi permintaanku itu. Kami menghabiskan waktu 2 jam di dalam kamarku dan aku merasa itu sangat menakjubkan. Aku tidak akan pernah melupakan malam itu dan aku akan bisa melihat dia lagi dia benar-benar mengambil perhatianku tapi aku begitu kecewa saat aku melihat dia bersama dengan seorang pria. Menjijikkan sekali, pria itu terlihat sangat marah dan mendorong wanita itu menjauh darinya. Tapi dia berpura-pura untuk jatuh di tubuh pria itu. Sangat baik karena pria itu mau membantu dirinya untuk duduk tapi trik yang dia lakukan selanjutnya begitu jahat. Dia menjatuhkan dirinya sendiri kepada pria itu dan mereka berdua terjatuh ke tanah kemudian dia mulai menggoda pria itu. Aku tidak tahu bagaimana reaksi dari pria itu. Tapi aku melihat dia berdiri dan berteriak kepada wanita itu. Mereka bertengkar dan pria itu pun pergi. Karma yang baik untuk wanita ****** itu." Ucap pria itu dengan wajah yang tampak kesal.
Mendengarkan semua itu, Jane menjadi ingat akan apa yang baru saja terjadi beberapa saat yang lalu membuat hatinya kembali terluka.
"Cinta itu tidak nyata apa yang aku pelajari hari ini, aku tidak mau berasumsi atau percaya kepada seorang yang mau tinggal bersamamu bahkan jika dia mengagumimu dari kepala sampai ke kaki, kau lebih baik belajar dariku." Ucap pria itu membantu Jane berdiri dan mengantar Jane pergi ke kamarnya.
Saat mereka sudah tiba di pintu kamar Jane, Jane pun bertanya nama dari pria itu. Tapi pria itu tidak menjawab. Dia hanya melambaikan tangannya dan kemudian pergi.
"Siapa itu?" Tanya Mike.
Jane tampak terkejut dan melihat ke arah sebuah kursi di mana Mike tengah duduk.
"Dia mantan kekasihku yang datang kemari dan kami memutuskan untuk berdamai." Ucap Jane dengan dingin kemudian dia masuk ke dalam kamarnya meninggalkan Mike dengan wajah yang tampak begitu terkejut.
Mike memegang dadanya untuk mengontrol rasa sakit yang dia dapatkan. Dia berusaha untuk menarik nafasnya. Dia memikirkan apa yang sudah terjadi dan kenapa Jane mengubah pikirannya.
Mike dapat merasakan bahwa Jane sudah jatuh cinta kepadanya. Dia sangat yakin akan hal itu. Tapi reaksi yang ditunjukkan Jane saat ini merupakan bukti nyata bahwa Jane tidak menyukai dirinya lagi. Tubuh Mike pun gemetar karena apa yang baru saja dia rasakan saat ini.
"Mama, aku akan pulang besok." Ucap Jane dengan suara yang lembut.
"Sekarang kau berubah lagi. Selama beberapa hari ini, kau dan Mike tidak bisa dipisahkan. Apa yang terjadi? Dia adalah pria yang baik." Ucap Sang Mama.
Jane tampak terbatuk dan terus terbatuk saat dia mendengar apa yang Mama nya katakan padanya. Bayangan dari Mike yang tengah bercinta dengan Rossa kembali muncul dalam pikirannya.
Jane bernapas dengan begitu dalam dan memutuskan untuk mengatakan kepada Mama nya semua tentang kebenarannya. Tapi Mama nya malah bicara lebih dulu...
"Mama khawatir dengan bentuk tubuhmu sayang. Mama bisa melihat bahwa berat tubuhmu begitu naik dengan cepat. Bahkan Mama menyadari dada mu juga begitu membesar. Mama masih tidak suka melihat pinggang mu yang membesar. Mama lebih seksi dibandingkan dirimu sekarang." Ucap Sang Mama.
"Mama aku.." Jane berhenti bicara dan menelan ludah. "Aku hamil." Ucap Jane yang akhirnya mengatakan hal itu.
"Di mana Papa dari anak itu?" Tanya Sang Mama.
Tangisan Jane menjadi semakin besar yang membuat Sang Mama menyadari bahwa ada sebuah masalah dalam diri Jane. Sang Mama dengan sabar menunggu sampai Jane bisa berhenti menangis dan menjelaskan semuanya.
"Aku mabuk dan aku tidak sadar bahwa aku tertidur dengan seorang pria. Kami berdua sama-sama mabuk dan kami masuk ke dalam kamar. Aku minta maaf karena tidak mengatakan kepada Mama tentang semuanya, aku takut." Ucap Jane.
"Sudah berapa bulan sekarang?" Tanya Sang Mama mencoba mengontrol kemarahannya.
"Lebih dari satu bulan dan hampir 2 bulan sekarang." Jawab Jane.
"Bagaimana dengan Mike? Apakah kau mengatakan kepadanya?" Tanya Sang Mama lagi.
"Tidak Ma, Mike pasti tidak mengetahui hal ini, karena semua ini sangat memalukan untuk kami berdua karena dia berpikir bahwa aku ini wanita yang polos." Ucap Jane dengan cepat.
Sang Mama pun mengangguk dan setuju dengan ucapan Jane kemudian Sang Mama mengatakan kepada Jane untuk memperbaiki dirinya dan mulai mengemasi barang-barang mereka untuk pergi besok.
Setelah mereka selesai menaruh semua barang-barang mereka di koper, mereka berdua pun keluar untuk pergi makan.
Mereka tengah makan saat Mike datang untuk bertanya apakah mereka membutuhkan sesuatu. Tapi Mama Jane mengatakan kepada Mike bahwa mereka akan keluar dari resort itu besok pagi.
Tubuh Mike membeku dan mencoba untuk menanyakan apa yang baru saja dikatakan oleh Mama Jane itu benar. Tapi Mama Jane kembali mengatakan bahwa mereka harus pulang lebih cepat karena pernikahan antara Jane dan kekasihnya sudah dekat.
"Tapi Anda mengatakan bahwa Jane tidak memiliki seorang kekasih. Kenapa?" Tanya Mike dengan bingung.
"Aku minta maaf Nak. Putriku baru saja mengatakan kepadaku bahwa mereka memaafkan satu sama lain dan berencana untuk menikah. Maaf karena terus mendorongmu berhubungan dengannya." Ucap Mama Jane penuh permintaan maaf.
Dia bisa melihat rasa sakit yang tampak di wajah Mike. Tapi dia harus berbohong demi reputasi keluarga mereka.
"Oh aku mengerti. Baiklah Nyonya, ini sudah jam 02.00 dini hari. Aku harus tidur. Semoga perjalanan kalian menyenangkan besok." Ucap Mike yang bahkan tidak melihat ke arah Jane.
"Pria malang itu mencintaimu. Kau harus mencoba untuk mengatakan kepadanya tentang situasi mu. Siapa tahu dia akan menerima dirimu meskipun kau hamil." Ucap Sang Mama mencoba untuk meyakinkan Jane karena Sang Mama begitu menyukai Mike untuk menjadi menantunya.
"Hentikan Mama. Ayo pergi, aku mau tidur." Ucap Jane.
Jane sebenarnya ingin mengatakan kepada mereka semua bahwa Papa dari bayi yang ada di dalam kandungannya adalah Mike. Tapi Jane begitu terluka. Jane lebih memilih untuk menjadi Ibu tunggal daripada harus menikahi seorang pria yang memiliki hubungan dengan kekasih Papa nya sendiri.
Jane mengusap air matanya dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Dia mengusap tubuhnya dengan spons sampai memerah dan terasa sakit. Air matanya ikut jatuh bersamaan dengan air yang jatuh dari shower.
Jane tidak suka merasa seperti itu, tapi dia merasa terluka dari dalam. Sebenarnya dia sudah mulai belajar untuk mencintai Mike. Dia merasa sedih dan menyentuh perutnya dan meminta kepada bayinya untuk membantu dirinya melupakan dan memaafkan dirinya karena menjadi begitu lemah.
"Sayang, kau sudah berada di sana selama 1 jam. Keluarlah, kau mungkin akan flu. Tidak baik untuk bayimu." Ucap Sang Mama yang membangunkan Jane dari lamunannya.
Jane lalu mematikan shower dan keluar. Pelukan dari Mama nya langsung menyambutnya saat dia keluar dari dalam kamar mandi.
"Aku minta maaf Ma, karena sudah memberikan Mama sebuah masalah, sudah mempermalukan Mama, dan sudah mengkhianati kepercayaan Mama." Ucap Jane dengan menangis.
"Ssshhh.... Sudah cukup. Semua orang pernah membuat kesalahan. Mama selalu mengagumi dirimu karena kau tidak mengaborsi bayi itu. Ayo kita hadapi semua ini bersama sayang. Jangan khawatir, Mama akan sangat senang untuk merawat bayi itu." Ucap Sang Mama meyakini Jane.
Mama Jane mengakui bahwa dia memang kecewa. Tapi cintanya sebagai seorang ibu lebih besar dan bisa menghilangkan amarahnya. Dan dibalik semua itu, dia begitu bahagia tentang bayi yang akan segera lahir.
Jane terlihat begitu kelelahan bahkan dalam tidurnya. Mama nya menutup tubuh Jane dengan selimut dan keluar dari dalam kamar. Mama Jane tidak bisa tidur. Jika mereka akan pergi besok, maka tidak ada kesempatan lagi bagi Mama Jane untuk bertemu dengan Papa Mike untuk sekedar mengatakan selamat tinggal.
Papa Mike adalah teman baik bagi Mama Jane dan Mama Jane merasa sedikit kesepian. Mama Jane menghela nafas dan kembali ke dalam kamarnya dan berbaring di sisi putrinya sampai dia tertidur.
...****************...
Ketukan di pintu membuat Jane terbangun dari tidurnya. Mama nya membangunkan dirinya untuk segera sarapan. Jane pun bangun dan pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya dan juga menyikat giginya. Matanya tampak membengkak. Tapi dia tidak peduli akan hal itu.
Setelah berganti pakaian, mereka berdua pergi ke restoran untuk sarapan. Seperti biasanya mereka melihat Mike duduk di kursi favoritnya. Mama Jane mengambil kursi lain yang membuat Mike merasa terluka.
'Jadi bahkan untuk terakhir kalinya, mereka tidak mau sarapan bersama denganku.' ucap Mike dalam hati.
Mike memanggil mereka dan bersikeras untuk bisa sarapan bersama di meja tempat dia duduk. Tapi Mama Jane meminta maaf kepada Mike untuk apa yang terjadi semalam dan dia berusaha untuk memaksa Jane untuk bisa bicara dengan Mike, tapi Jane merasa begitu terluka bahkan untuk mengatakan satu kata pun.
Mike menyadari tatapan mata Jane yang tampak marah dan dia pun menjadi bingung. Jika ada seseorang yang harusnya marah, itu seharusnya adalah dirinya, karena Jane memberikan dia harapan palsu yang membuat dia berpikir bahwa mereka memiliki perasaan yang sama satu sama lain.
Jane tidak tahu sama sekali bagaimana besarnya kerusakan yang disebabkan bagi Mike.
Mama Jane melihat reaksi dari mereka berdua dan dia pun tampak penasaran. Kenapa dia merasakan ada perang dingin di antara mereka berdua. Jane mungkin terlihat diam tapi dari tatapan matanya dia begitu marah. Mama Jane pun berpikir apakah ada sesuatu yang tidak dia ketahui.
Sementara Mike menyerah dan pergi ke toilet. Jane pun melihat ke arah Mike yang berjalan menjauh sampai Mike tidak terlihat lagi. Mata Jane mulai terisi dengan air mata lagi. Mama Jane pun menjadi bingung. Andai saja Jane tidak hamil, Mama Jane pasti akan membuat jalan bagi mereka berdua untuk bisa bersatu kembali. Tapi Mama Jane merasa malu untuk melakukan hal itu lagi.
Bersambung....