One Night Mistake

One Night Mistake
Hampir Bertemu



Jane melihat Mama nya tengah bicara dengan seorang pria yang terlihat tampan di usianya yang sudah lima puluhan tahun. Tubuhnya masih tegap dan senyumannya membuat dirinya tampak begitu muda. Mereka terlihat seperti sebuah pasangan dan mereka tengah mengobrol dengan begitu serasi. Mama Jane tampak tertawa kecil dan Jane berpikir bahwa Mama nya sudah menemukan belahan jiwanya.


"Sayang..." Ucap Mama Jane yang membangunkan Jane dari lamunannya.


Jane melihat ke arah Mama nya dan menyapa pria yang ada di samping Mama nya itu.


"Ini adalah Tuan Andre, Papa dari pemilik resort ini." Ucap Mama Jane memperkenalkan mereka bersama dan mengundang Jane untuk makan cemilan. Jane pun setuju karena dia benar-benar ingin memakan es krim saat ini.


"Mama.... aku mau makan es krim." Ucap Jane dengan mata yang tampak berbinar saat dia mengucapkan es krim.


Mama Jane tampak bingung saat Jane memesan es krim. Sang Mama melihat ke arah Jane, tapi sikap Jane yang seolah anak kecil menyentuh hati Mama itunya. Jane terlihat begitu menggemaskan seperti anak kecil yang tengah meminta es krim untuk ketiga kalinya. Jane tidak bisa mengontrol mulutnya untuk terus meminta es krim itu.


"Jane, sejak kapan kau mulai makan banyak es krim? Padahal sejak kecil kau hanya makan 3 sendok es krim karena kau mengatakan bahwa es krim itu terlalu dingin." Ucap Mama Jane.


"Mama, es krim ini sangat enak. Ini berbeda, aku menyukainya." Ucap Jane menjilati es krim itu.


"Lihat! Aku sudah mengatakan kepadamu bahwa semua makanan di sini sangat enak." Ucap Papa Mike tertawa kepada Mama Jane.


"Tuan, apakah anda memiliki seorang istri?" Tanya Jane kepada Papa Mike.


"Tidak. Aku adalah seorang duda." Balas Papa Mike tersenyum.


"Hehehe, itu bagus." Ucap Jane tertawa seperti anak kecil.


"Kenapa bagus?" Tanya Papa Mike.


"Apakah anda tahu bahwa Mama ku juga seorang janda mungkin dengan datang ke sini merupakan ide yang bagus." Ucap Jane mengedipkan matanya ke arah Papa Mike yang membuat pria itu tertawa dengan keras.


"Jane kau bersikap tidak sopan. Dia sudah memiliki seorang kekasih yang sangat muda dan cantik." Ucap Mama Jane dengan matanya yang tampak membesar.


Bicara tentang Rossa yang jahat itu, dia akhirnya datang dengan menggunakan sebuah gaun yang memperlihatkan seluruh lekuk tubuh seksinya dan mencium Papa Mike di bibirnya. Jane menatap ke arah wanita itu dan berpikir di mana dia pernah melihat wanita itu. Tapi Jane tidak bisa mengingatnya.


"Hai aku Rossa, kekasih dari pria tampan ini." Ucap Rossa memperkenalkan dirinya sendiri dan perkenalan dirinya itu membuat Papa Mike tampak bangga.


"Halo, ini adalah putriku. Dia baru saja tiba kemarin untuk menemani aku." Ucap Mama Jane bicara tapi dia bisa melihat bahwa Rossa tampak membenci dirinya.


'Apakah dia benar-benar berpikir bahwa Mama bisa menarik perhatian dari pria tua itu? Eeuhh kecemburuannya terlihat begitu jelas.' ucap Jane dalam hati.


Jane lalu menyelesaikan memakan es krimnya dan pamit untuk kembali ke kamarnya karena dia merasa sedang tidak enak badan. Mereka pun membiarkan Jane pergi dan Jane mengajak Mama nya apakah Sang Mama mau pergi bersamanya atau tidak. Tapi Mama nya memilih untuk tetap berada di sana.


Setelah 1 jam bergabung bersama mereka dan minum sedikit, Rosa meminta Papa Mike untuk mengantar dia kembali ke kamar mereka karena pakaiannya basah setelah tidak sengaja tersiram air.


Di dalam kamar, Rossa langsung melancarkan serangannya dengan mencium Papa Mike dengan penuh hasrat setelah pintu tertutup. Papa Mike yang memang sangat bergairah melihat Rossa pun meladeni Rossa dan mulai melakukan hubungan badan dengan begitu panas diatas tempat tidur.


"Aku yakin bahwa Papa tidak akan keluar lagi." Ucap Mike saat dia menyadari bahwa Mama Jane selalu melihat ke arah pintu kemana Papa nya itu masuk.


"Hah!" Ucap Mama Jane yang tampak malu dan wajahnya menjadi merah.


Mama Jane pun tertawa canggung dan mengatakan kepada Mike bahwa apa yang dipikirkan Mike adalah salah. Dia mengatakan bahwa dia hanya tengah melihat sekeliling. Mike pun menerima penjelasan yang dikatakan Mama Jane dan menyelesaikan minumannya.


"Ehemmm! Karena kau masih lajang, maukah kau bertemu dengan putriku? Untuk meyakinkan dirimu agar tidak menyesal, aku akan mengatakan bahwa dia tidak terlalu cantik seperti Ratu yang sangat cantik. Tapi dia itu gadis yang sangat manis." Ucap Mama Jane mengubah topik pembicaraan mereka.


"Tidak apa-apa Nyonya. Tidak ada hal yang salah jika aku bertemu dengan Putri anda karena kalian berdua juga tamu di tempat ini." Ucap Mike dan tersenyum kepada Mama Jane.


Padahal jauh di dalam hati Mike, dia tidak ada keinginan apapun untuk mempunyai hubungan dengan wanita lain sekarang, karena wanita yang ada bersamanya malam itu tidak bisa terhapus dalam kepalanya. Dia masih berharap bahwa suatu hari dia akan bertemu dengan wanita itu lagi.


"Mike... Mike... Mike..." Ucap Mama Jane memanggil Mike.


"Hah! Maafkan aku Nyonya, aku melamun." Balas Mike.


"Melihat ke arah wajahmu, aku pikir bahwa kau sudah bertemu dengan wanita yang sudah membuatmu jatuh cinta." Ucap Mama Jane menggoda Mike yang membuat wajah Mike langsung tampak memerah.


"Temui lah putriku, siapa yang tahu jika perasaanmu akan beralih kepadanya, hehehe." Ucap Mama Jane menggoda Mike.


Seseorang lalu menelpon Mike dan dia pun harus permisi kepada Mama Jane untuk menjawab telepon itu.


Mama Jane masih berada di meja saat Jane datang dan meminta Mama nya untuk berjalan bersama dengannya dan mengeksplor keindahan malam itu.


Tempat itu sangat menenangkan, sunyi dan bisa melihat ombak di laut dari cahaya bulan. Jane berharap bahwa dia bisa lebih lama berada di tempat itu, tempat itu di mana dia pertama kali bertemu dengan Papa dari bayi yang ada di dalam perutnya.


"Bro... itu memang benar. Aku melihat fotonya di salah satu salon yang ada di sini. Aku bertanya kepada staf di salon apakah mereka mengetahui tentang wanita itu dan mereka mengatakan bahwa salon itu adalah miliknya." Ucap Brandon kepada Mike.


"Apa kau yakin tentang hal itu? Apakah kau mendapatkan nomornya?" Tanya Mike dengan tidak sabaran memegang ponselnya dengan sangat erat.


Mike benar-benar merasa begitu bahagia dengan berita yang dia dapatkan itu.


"Mereka tidak mau memberikan nomornya kepadaku karena mereka berkata bahwa Bos mereka mungkin saja akan marah dan wanita itu juga sudah mengatakan kepada para stafnya bahwa nomor pribadinya tidak boleh diberikan kepada orang lain, baik itu customer atau bukan. Mereka bilang bahwa dia sedang liburan sekarang dan kau tidak akan percaya hal ini, dia tengah liburan di kotamu." Ucap Brandon lagi.


Seseorang terus memanggil Brandon dan Mike bisa mendengar suara mereka yang tengah berdebat. Wanita itu terdengar sangat marah dan memarahi Brandon karena berselingkuh darinya. Mike lalu menutup sambungan telepon itu dan dia berlari dengan penuh kebahagiaan.


Kotanya itu hanyalah tempat yang kecil dan Mike berharap bahwa dia akan bertemu dengan wanita itu suatu hari nanti di kotanya.


Mike pun kembali ke meja dimana dia duduk bersama Mama Jane, tapi yang dia dapati disana, dia hanya melihat bahwa disana ada seorang wanita tua yang tengah duduk bersama dengan seorang pria di sampingnya.


Bersambung....