
Mike hampir saja menabrak mobil yang ada di depannya. Pikirannya melayang entah kemana. Matanya terasa hampir terjatuh ke bawah saat dia melihat bahwa mobil yang hampir dia tabrak itu adalah sebuah mobil yang sangat mewah.
"Hei.... Apa kau tidak punya mata?" Teriak seorang pria yang duduk di kursi pengemudi mobil yang hampir di tabrak Mike itu.
Hal itu lantas membuat Mike turun dari dalam mobilnya dan meminta maaf dengan tulus.
"Saya minta maaf Pak. Saya benar-benar tidak sengaja." Balas Mike dengan begitu sopan.
"Lain kali, buka mata mu lebar-lebar. Kali ini kau beruntung karena mobilku tidak mengalami lecet sedikitpun. Jika saja mobil ku sampai tergores, bahkan dengan menjual mobil butut mu itu saja, kau tak akan mampu membayar biaya perbaikannya." Teriak pria pemilik mobil itu lagi dengan begitu arogan.
Mike lagi-lagi hanya bisa meminta maaf. Pemilik mobil mewah itu pun langsung tancap gas setelah terus mengumpat pada Mike. Sementara Mike hanya bisa terus menundukkan kepalanya sembari mengatupkan kedua tangannya.
Setelah pemilik mobil mewah itu pergi, Mike mencoba untuk mulai menghitung biaya ganti rugi atas kerusakan yang dia sebabkan jika dia sampai menabrak mobil mewah itu tadi.
Mike pun mengumpat karena tidak terlalu fokus menyetir. Mike tentu saja punya uang. Tapi dia juga tidak terlalu kaya untuk bisa menghabiskan uangnya dengan begitu mudah.
"Sial!" Umpat Mike.
Terlalu memikirkan wanita yang tidur bersamanya waktu itu, sama sekali sangat tidak baik untuk dilakukannya. Tapi Mike tidak bisa menghentikan dirinya untuk terus memikirkan wanita itu. Setiap senyuman yang diberikan wanita itu selalu diingat dirinya dan membuat dia merasa begitu puas dengan senyuman indah dari bibir wanita itu.
Mike lalu menelpon Brandon untuk bertanya apakah sahabatnya itu mengetahui sesuatu atau mendapatkan kabar atau bahkan bertemu dengan wanita itu. Namun Brandon memberikan jawaban yang negatif dan mengatakan bahwa dia tidak pernah mengetahui ataupun melihat wanita itu.
"Bro, apa kau sudah mendapat kabar tentang wanita itu?" Tanya Mike.
"Aku tidak pernah melihatnya, karena bagaimanapun aku juga tidak terlalu mengingat bagaimana wajahnya itu." Balas Brandon.
Mike yang tidak bisa melakukan apapun membuat dia merasa begitu frustrasi. Dia pun berharap jika dia itu adalah orang yang begitu kaya, maka dia pasti akan dengan mudah untuk melacak keberadaan seorang wanita yang ada di dalam kepalanya.
"Andai saja aku cukup kaya. Aku pasti akan menyewa detektif untuk mencari tahu tentang wanita itu. Tapi..... Ah sudahlah." Ucap Mike pada dirinya sendiri.
Itulah suatu kenyataan menyedihkan yang terjadi pada hampir semua orang di dunia ini. Bukan semua yang kita inginkan bisa terjadi dengan begitu saja dalam satu waktu. Kita perlu untuk bekerja lebih keras jika kita mau mencapai puncak kesuksesan. Dan Mike, hampir berada di posisi itu.
Wanita yang menghabiskan malam dengannya waktu itu, akan selalu menjadi inspirasi bagi dirinya. Dia pun bahkan bersumpah bahwa dia akan memberikan semuanya kepada wanita itu, selama dia mampu melakukannya dan selama wanita itu sendiri tetap mau berada di sampingnya.
Bersambung....