
Kehamilan Jane sudah memasuki usia 3 bulan dan semuanya menjadi jauh lebih buruk. Dia menjadi orang yang pemarah bahkan setiap waktu dia selalu saja marah dan berteriak dan bahkan seluruh indera penciumannya mengkhianati dirinya. Dia sangat membenci banyak aroma bau-bau yang dihirup oleh hidungnya terutama aroma makanan yang dimasak oleh Mama nya yang selama ini selalu dia sukai.
Semua orang menyebut Jane itu aneh karena dia terlihat memang aneh karena selalu marah tanpa alasan apapun, seperti hari ini.
"Lauraaaa.....!!!" Teriak Jane dengan sangat keras merusak kesunyian yang ada di dalam rumah.
Dia yang berteriak membuat Laura begitu terkejut. Dari dalam dapur Laura dengan cepat berhenti mengupas wortel dan berlari ke arah Jane.
Laura mendapati Jane tengah menemukan sesuatu di bawah tempat tidur daripada di atas mejanya. Laura hendak mengatakan sesuatu, tapi dia melihat ke arah wajah Jane dengan matanya yang tampak membesar. Laura pun menutup mulutnya dan menunggu sampai Jane mengatakan sesuatu kepadanya.
"Kenapa ada kulit apel di sini?" Tanya Jane seolah itu adalah suatu masalah yang sangat besar.
"Ha?" Balas Laura dengan bingung memikirkan hal itu.
Laura pun menganggap bahwa kulit apel itu adalah sampah kecil, jadi dia dengan cepat membuangnya ke dalam tong sampah.
"Siapa yang mengatakan kepadamu untuk membuangnya?" Tanya Jane dengan wajah tetap marah.
"Nona, itu karena Nona tidak pernah peduli dengan kulit apel. Jadi saya membuangnya setiap haria. Apa yang berbeda hari ini?" Tanya Laura memegang kepalanya tidak tahu bagaimana untuk menjelaskan semuanya.
"Aku mau kulit apel sekarang." Ucap Jane.
"Tapi Nona, supermarket cukup jauh dari sini dan saya juga masih harus memasak untuk makan siang." Ucap Laura.
Sementara Mama Jane tampak tersenyum melihat ke arah mereka berdua. Jane memang sangat suka untuk menakuti Laura atau membuat Laura susah beberapa minggu terakhir ini. Hari-hari Laura tidak akan sempurna tanpa dimarahi atau diteriaki oleh Jane.
Sangat baik karena Laura sudah mengenal Jane dan Laura mengerti apa alasan kenapa Jane bertingkah seperti itu karena itu semua disebabkan oleh kehamilan Jane.
Jane berjalan keluar dan mengatakan kepada Laura untuk pergi dan membeli beberapa apel dan dialah yang akan memasak. Tapi saat Laura mengatakan bahwa wortelnya belum selesai diparut, Jane kembali marah mengatakan bahwa dia mau wortelnya dipotong bukan diparut. Hal itulah yang membuat Mama Jane dan Laura tertawa melihat sikap Jane yang kekanakan itu.
Sementara itu di tempat lain....
"Mike, apakah terjadi sesuatu yang salah? Papa menyadari bahwa kau menjadi begitu kesepian dan stres beberapa minggu ini." Ucap Papa Mike berjalan mendekat ke arah Mike yang tampak tengah meminum beberapa botol wine.
Papa Mike berpikir bahwa pasti ada suatu alasan kenapa Mike terus membuat dirinya mabuk dengan alkohol itu.
"Bicaralah nak, kau bisa mengandalkan Papa. Papa ada di sini untuk mendengarkan mu." Ucap Papa Mike mencoba membuat Mike bicara kepadanya.
Mike mengangkat kepalanya dan Sang Papa langsung khawatir saat dia melihat bahwa Mike tengah menangis karena sejak Mama nya meninggal, Mike tidak pernah menangis lagi sampai hari ini. Papa Mike pun berpikir apa yang sudah terjadi saat dia pergi ke luar negeri. Apakah sesuatu yang buruk sudah terjadi dan putranya itu tidak mengatakan apapun kepadanya.
"Aku bertemu seorang wanita saat aku pergi liburan ke tempat Brandon. Wanita itu tengah mabuk dan aku terpaksa untuk masuk ke dalam sebuah kamar bersamanya. Tapi dia tidak mau melepaskan aku sampai hal itu terjadi. Aku kehilangan kontrol diriku. Dia begitu cantik dan aku menyukai dia juga. Tapi aku tidak berpikir bahwa dia akan berlari pagi itu. Dia meninggalkan aku tanpa memberikan aku nomornya. Aku sudah kehilangan harapanku bahwa aku akan melihat dia lagi. Tapi dia datang kemarin dan aku merasa begitu bahagia. Aku berjanji untuk mencintainya dan aku pikir bahwa dia akan menyukai aku. Tapi....." Ucap Mike dengan suara yang gemetar. "Tiba-tiba dia mengatakan kepadaku bahwa dia akan kembali lagi dengan mantan kekasihnya dan mereka berencana untuk menikah. Aku begitu bodoh berharap bahwa dia akan mencintai aku juga." Ucap Mike dengan menangis. "Semua itu sangat menyedihkan dan hal itu membuat aku sangat terluka." Ucap Mike lagi.
"Apa maksudmu? Dia datang kemari? Kapan dan apa yang terjadi?" Tanya papa Mike tentang banyak hal.
Tapi papa Mike tampak kecewa saat dia melihat Mike sudah tertidur. Papa Mike lalu memanggil pelayan untuk meminta mereka membawa Mike ke dalam kamar karena dia harus pergi untuk menghadiri sebuah makan malam yang merupakan meeting penting dengan temannya.
Di sisi lain, Rossa berteriak memanggil Papa Mike. Tapi Papa Mike sudah masuk ke dalam mobil dan suaranya tidak dapat didengar karena suara mesin mobil yang begitu bising.
Rossa begitu kesal dan dia memutuskan untuk pergi makan sendirian. Dalam perjalanannya pergi ke restoran di resort itu, dia melihat para pelayan tengah membantu membawa tubuh Mike. Rossa pun tersenyum licik dan menunggu sampai para pelayan itu keluar dari dalam kamar Mike.
Bersambung...