One Night Mistake

One Night Mistake
Akhirnya Bertemu



Sudah jam 11.00 saat Jane bangun tidur. Aroma dari makanan membuat perutnya menjadi lapar. Dia lalu berdiri dan membasuh wajahnya kemudian mengikuti aroma dari makanan itu.


"Selamat pagi sayang." Ucap Sang Mama menyapa Jane dengan bahagia.


"Pagi juga Ma. Bagaimana dengan tidur Mama semalam? Jam berapa Mama pulang tadi malam?" Tanya Jane.


"Sudah hampir jam 02.00 dini hari. Mama sangat menikmati pemandangan di luar sana dan sampai membuat Mama lupa waktu." Jawab Sang Mama.


"Jadi kau sendiri bagaimana? Apakah kau tidur dengan nyenyak? Mama rasa kau harus mulai untuk olahraga lebih rajin lagi karena kau tampak gemuk sekarang." Ucap Sang Mama melihat ke arah tubuh Jane.


Mendengar ucapan Sang Mama, Jane langsung terbatuk dan tersedak. Mama nya langsung mengambil air dan menanyakan kepada Jane dengan begitu khawatir. Jane berkata bahwa dia baik-baik saja dan kembali lanjut makan.


"Ngomong-ngomong, pemilik dari resort ini mengundang kita untuk makan siang bersama. Papa nya dan Mama sudah setuju. Bersiaplah jam 02.00 siang nanti oke." Ucap Sang Mama.


"Baiklah Ma. Aku akan datang." Ucap Jane.


Setelah itu Jane mengambil piring, sendok, garpu dan gelas, lalu menaruhnya di dalam wastafel. Jane mencuci piring dan gelas bekas makannya lalu dia kembali ke kamarnya.


Mama Jane yang bingung atas sikap putrinya itu bertanya lagi apakah Jane baik-baik saja. Tapi seperti biasanya, Jane terus mengatakan bahwa dia baik-baik saja. Mama Jane tampak merasa aneh melihat tubuh Jane yang semakin gemuk dan dadanya yang semakin besar juga.


"Jane bersiaplah. Kita akan pergi setelah 30 menit." Teriak Sang Mama.


"Aku sudah selesai Ma. Aku akan segera datang." Ucap Jane menutup pintu dan keluar.


Sang Mama sudah bersiap di luar, wajahnya tampak begitu sumringah. Jane hanya mengenakan celana jeans dan sebuah kemeja polos.


Mereka memasuki restoran dan Mama Jane melambaikan tangannya kepada Papa Mike.


Papa Mike tidak sendiri, tapi ada seorang pria bersama dengannya dan Jane hanya bisa melihat punggung pria itu yang tampak duduk dengan sibuk memegang ponselnya.


"Hai Andre, akhirnya aku bisa memperkenalkan Putri kesayanganku dengan putramu." Ucap Mama Jane tersenyum begitu lebar.


"Mama begitu berlebihan." Bisik Jane dan duduk di kursi di samping pria itu.


"Mike perkenalkan satu-satunya putriku, masih lajang dan tidak pernah memiliki kekasih sejak dia lahir dan kau sudah tahu itu." Ucap Mama Jane berkedip ke arah Mike dan membuat Papa Mike tertawa.


Mike berdiri untuk melihat Jane dan menjulurkan tangannya tapi wajah mereka berdua tampak pucat karena terkejut.


Wajah Mike memperlihatkan ekspresi yang berbeda sampai wajahnya perlahan terlihat cerah. Sementara Jane tampak seperti dia telah melihat hantu. Wajahnya menjadi semakin pucat.


"Hai... aku Mike." Ucap Mike menjulurkan tangannya.


"Hem... Hai, aku Jane." Ucap Jane dengan lemah.


Kedua orang tua itu melihat reaksi kedua anak mereka. Mereka berdua pun merasakan sesuatu dan mereka tengah menebak tentang hal itu. Reaksi Jane sedikit berbeda yang membuat kedua orang tua itu sedikit khawatir. Kelihatannya Jane tidak menyukai Mike sama sekali. Mereka pun permisi untuk pergi dan berpura-pura mengambil makanan agar Jane dan Mike bisa bicara secara pribadi.


Mike langsung memegang tangan Jane saat para orang tua pergi. Tapi Jane langsung menarik tangannya. Mike mengangkat tangannya sebagai tanda untuk menyerah.


"Hentikan, aku tidak mengenalmu. Apa yang terjadi malam itu hanya karena akibat dari alkohol yang terlalu banyak aku minum. Tolong jangan menunjukkan bahwa kau seolah mengenalku. Jika kau mau tahu, aku tidak akan membencimu karena kejadian itu." Ucap Jane dengan suara yang terdengar kesal mencoba untuk menyembunyikan apa yang terjadi.


"Apa? Kalau begitu biarkan aku memulainya sekarang. Berikan aku sebuah kesempatan dan aku akan menunjukkan kepadamu bahwa aku benar-benar serius dengan hal itu." Bisik Mike berusaha meyakinkan Jane untuk percaya kepadanya.


Tapi Jane tetap saja terdiam sampai Mike berhenti bicara.


"Andre, kenapa aku merasa bahwa mereka mengenal satu sama lain. Lihatlah Mike, dia terlihat sedang menanyakan sebuah kesempatan sementara putriku tampak sedikit marah." Ucap Mama Jane yang tampak begitu penasaran.


"Kita memiliki pikiran yang sama. Mereka terlihat seperti pasangan burung merpati." Ucap Papa Mike.


Keduanya melihat satu sama lain dan tertawa tanpa suara, kemudian perlahan mereka pergi meninggalkan tempat itu agar kedua anak-anak mereka bisa bicara.


"Jane, berikan aku waktu untuk meyakinkan dirimu. Aku berjanji kepadamu bahwa kau tidak akan menyesalinya. Aku akan mencintaimu dengan sepenuh hatiku." Ucap Mike memohon kepada Jane.


Air mata Jane pun terjatuh. Dia ingin mengatakan kepada Mike yang sebenarnya tentang masalah dirinya itu. Tapi Jane takut jika Mike mungkin akan meminta dirinya untuk menikah. Jane belum siap untuk berkomitmen, memiliki bayi sudah cukup baginya saat ini.


"Hei jangan menangis. Aku ada di sini untukmu." Ucap Mike memeluk Jane.


Jane pun mulai menangis seperti bayi. Mike lalu mencium kening Jane dan meyakinkan Jane bahwa semuanya akan baik-baik saja.


Makanan sudah siap." Teriak Mama Jane yang langsung membuat mereka berdua terpisah.


Papa Mike tampak tersenyum bahagia melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya itu.


"Jane, apakah kau menangis?" Tanya Sang Mama dengan khawatir dan menyentuh kepala Jane.


"Aku minta maaf Ma, aku hanya mengenai siku ku dengan meja dan Mike membantu aku. Rasanya sangat sakit sampai membuat aku menangis." Ucap Jane bertingkah seolah dia merasa kesakitan.


Mike tertawa kecil tapi langsung berhenti saat dia melihat kebingungan dari tatapan kedua orang tua mereka.


"Apakah kau perlu pergi ke klinik? Ada klinik yang dekat dari sini." Ucap Papa Mike tampak khawatir.


Tapi Jane menolak tawaran itu dan mulai menyantap makanan yang ada dihadapannya seolah dia begitu kelaparan.


"Jane.... Khemmm.... kau mempermalukan Mama. Makanlah dengan perlahan. Ada banyak makanan di sini." Ucap Mama Jane berbisik dengan wajahnya yang tampak memerah dan seolah meminta maaf kepada Mike dan Papa nya.


"Jangan khawatir Nyonya, tidak apa-apa bagi kami." Ucap Mike tertawa dari dalam hati.


Dia berpikir mungkin Jane melakukan hal itu untuk mengalihkan perhatian kedua orang tuanya. Tapi Mike tidak peduli apa yang dilakukan Jane, karena dia sudah menemukan Jane dan dia tidak akan membiarkan Jane menghilang lagi.


Sekarang Mike sudah melihat Jane dan dia bisa mendapatkan nomor ponsel Jane dan juga alamatnya untuk bisa mengunjungi Jane dengan bantuan dari Mama Jane. Mike pun tersenyum dan mulai menyantap makanannya.


Bersambung....