
Setelah beberapa menit melihat situasi dari tempat itu sudah aman, Rossa dengan cepat masuk ke dalam kamar dan mendapati Mike yang tengah berbaring di atas tempat tidur. Hal itu membuat Rossa pun tertawa.
Rossa merasa bahwa itu adalah kesempatan bagi dirinya. Dia pun membuka pakaiannya dengan cepat dan langsung naik di atas tempat tidur bersama Mike. Dia duduk di atas perut Mike dengan kedua kakinya yang terbuka. Dia lalu membuka pakaian Mika perlahan dan mulai mencium leher Mike.
Tubuh Mike mulai panas yang membuat hasrat dalam diri Rossa menggebu. Dia pun mulai memegang area sensitif Mike yang terasa mulai mengeras. Rossa sudah bersiap untuk melakukannya, saat Mike tiba-tiba membuka matanya.
"Jane, kau ada di sini." Bisik Mike dan langsung membalik tubuh Rossa.
Mike kini bertukar posisi dengan berada diatas tubuh Rossa. Dia mencium Rossa dengan begitu penuh hasrat yang membuat Rossa melupakan nama yang disebutkan oleh Mike tadi.
Mike begitu menggila, membuat Rossa merasa begitu bahagia. Saat semuanya seolah terasa hendak dilakukan oleh Mike, tiba-tiba Rossa merasa bahwa Mike berhenti untuk menciumnya dan juga menjamah tubuhnya. Rossa terus memanggil nama Mike berkali-kali, tapi Mike tidak menjawab dirinya.
Rossa pun langsung mendorong tubuh Mike dan begitu kecewa saat dia melihat bahwa Mike sudah tertidur pulas. Dia terus mencoba untuk membangunkan Mike dengan menciumnya, membelainya, namun Mike tetap saja tidak bangun.
Mike benar-benar sudah tertidur dengan sangat lelap. Rossa begitu kesal. Dia malu mencium dada Mike meninggalkan tanda merah di sana dan di kedua paha Mike juga. Kemudian dia mengambil ponselnya dan mengambil beberapa foto selfie dengan posisi yang berbeda. Setelah itu dia menendang Mike dan meninggalkan kamar Mike.
Di tempat lain, meeting yang hendak dihadiri Papa Mike dibatalkan karena ada hal darurat di mana salah seorang temannya harus pulang dengan cepat. Papa Mike dalam perjalanan pulang menuju resort milik Mike saat dia melihat Rossa berjalan keluar dari dalam kamar Mike.
Papa Mike merasa ada sesuatu yang buruk dan berpikir buruk tentang Rossa untuk pertama kalinya. Papa Mike sembunyi dan setelah 10 menit dia pun masuk ke dalam kamar Mike dan hampir terjatuh saat dia melihat ada banyak tanda merah di tubuh Mike.
Papa Mike berjalan dengan cepat keluar dari dalam kamar Mike sebelum dia berpikir untuk membunuh putranya sendiri.
...****************...
Itu adalah hari sabtu dan tidak ada seorangpun yang mengganggu Mike dalam tidurnya dan hari itu sudah menunjukkan pukul 02.00 siang. Saat Mike terbangun, dia merasakan kepalanya sangat sakit. Dia lalu duduk dan membuka matanya.
Mike hampir saja berteriak dengan keras saat dia melihat dengan begitu terkejut ada banyak tanda merah di dadanya yang paling buruk juga di seluruh tubuhnya. Dia mengambil ponselnya dan menelpon Papa nya, karena Papa nya adalah orang terakhir yang dia ingat bersamanya.
Tapi Papa nya hanya mengatakan bahwa pelayan lah yang membantu Mike masuk ke dalam kamarnya. Mike bertanya banyak hal karena dia terlihat tidak mengetahui apa yang terjadi semalam dan juga bertanya apakah ada seorang wanita yang bersamanya tadi malam.
Kemudian ada sesuatu yang mengganjal di pikiran Papa Mike.
Mike benar-benar tipe orang yang langsung hilang kesadarannya saat dia mabuk terlalu banyak dan tertidur dengan cepat. Jadi itu berarti bahwa Rossa lah yang mengambil keuntungan dari situasi Mike malam itu.
'Apakah itu berarti bahwa Rossa menginginkan Mike sama seperti Rossa menginginkan aku? Apakah itu berarti Rossa mencium Mike sama seperti Rossa mencium aku?' pertanyaan itu terus muncul dalam pikiran Papa Mike.
Papa Mike berusaha menenangkan dirinya dan menelepon Rossa untuk datang ke rumah dan Rossa pun setuju dengan cepat.
Tidak butuh waktu lama bagi Rossa untuk datang karena rumah itu karena jaraknya yang memang cukup dekat. Papa Mike memberikan waktu libur kepada seluruh pelayan dan mereka berdua bisa berada di rumah hanya berdua saja. Saat Rossa masuk ke dalam rumah, Papa Mike menarik Rossa dan membiarkan wajah Rossa menghadap ke tembok.
"Hei apakah kau sangat merindukan aku?" Ucap Rossa dengan suara tawa yang begitu seksi.
Papa Mike langsung menjamah tubuh Rossa dengan kasar membuat Rossa begitu berhasrat.
"Apakah aku tidak cukup bagimu?" Tanya Papa Mike dengan suara yang terdengar begitu terluka dan mendorong Rosa di atas sofa.
Papa Mike lalu memperlakukan Rossa dengan begitu kasar. Rossa berteriak kesakitan. Tapi Papa Mike tidak menghentikan aksinya dan terus memperlakukan Rossa dengan kasar sampai membuat tubuh Rossa gemetar. Rossa begitu kelelahan, tapi Papa Mike tetap penuh hasrat. Dia terus saja memperlakukan Rossa dengan begitu kasar.
Papa Mike memukul Rossa dan Rossa membalas dengan menggigit Papa Mike. Mereka berdua begitu kehausan sampai mereka melakukan hubungan itu dengan begitu kasar dan pada akhirnya mereka pun selesai melakukannya Mereka pun tertidur dengan cepat.
Sementara itu di tempat lain, Mike masih memikirkan tentang apa yang terjadi semalam dan hal itu membuatnya begitu stres. Dia menghela nafas dan berjalan keluar dari dalam kamarnya.
Malam itu begitu romantis dan dia merasa sedih lagi. Dia selalu merindukan Jane. Dia tidak punya keberanian untuk mendapatkan alamat Jane, saat Jane mengatakan bahwa dia akan menikah. Jika Jane bahagia, maka Mike akan melepaskan Jane dengan tangan terbuka.
Tiba-tiba ponsel Mike berdering dan itu merupakan sebuah panggilan telepon dari Brandon.
"Bro aku dengar bahwa dia belum juga menikah. Menurut para staf yang bekerja dengannya, saat aku terus aku bertanya kepada mereka, dia itu sekarang tengah hamil 6 bulan. Tapi dia tidak memiliki kekasih yang mengunjungi dirinya di salonnya. Aku memang tidak pintar dalam hal matematika. Tapi aku mencoba untuk menghitung dan itu sudah 7 bulan sejak kau ada di kota ini bukan?" Ucap Brandon membayangkan jika mungkin saja Mike adalah Papa dari bayi yang dikandung oleh Jane.
"Apa kau yakin dengan hal itu?" Tanya Mike.
Bahkan bagian terkecil dari tubuh Mike pun terasa terbangun. Dia melihat harapan bahwa Jane akan kembali kepadanya.
"Iya Bro." Ucap Brandon lalu mengirimkan sebuah foto kepada Mike.
Mika merasa begitu terpesona melihat perut Jane yang mulai membesar. Tapi Jane masih terlihat cantik seperti yang di pikirkan Mike. Dalam foto yang dikirimkan oleh Brandon itu, Jane tampak tidak bahagia. Matanya tampak sembab dan alisnya hampir bersentuhan satu sama lain. Mike pun mencium ponselnya dan bersumpah bahwa dia akan menemui Jane secepat mungkin.
'Aku akan menjadi seorang Papa!' ucap Mike dalam hati.
Bersambung....