One Night Mistake

One Night Mistake
Terluka



Di tempat lain, Mama Jane tampak begitu bahagia mendengarkan bahwa Jane sudah melahirkan. Mama Jane sebenarnya akan menghadiri sebuah meeting dan dia pun ingin langsung membatalkan semua itu. Tapi Jane menolak dan mengatakan bahwa Sang Mama harus melakukan semua pekerjaannya hingga tuntas.


Mama Jane pun setuju dengan ucapan Jane, tapi Jane harus mengabulkan keinginannya. Setelah itu Jane hanya bisa mengikuti keinginan Mamanya dengan mengirimkan banyak foto dari putranya agar bisa dilihat oleh Mamanya itu.


Di rumah sakit.....


Jonathan sudah datang menemui Jane, setelah memberitahukan kepada Alexa tentang keadaan Jane. Alexa pun meminta kekasihnya itu untuk segera pergi menjenguk sahabat mereka karena dia belum bisa pergi disebabkan dia yang masih berada di luar kota.


"Pergilah lebih dulu, aku akan menyusul nanti." Ucap Alexa.


Jonathan hanya bisa mengikuti permintaan kekasihnya itu. Dia lantas pergi ke rumah sakit dengan membawa parsel buah.


"Jane dia adalah anak yang tampan." Ucap Jonathan melihat ke arah bayi yang ada di dalam gendongannya.


Dokter sudah mengizinkan Jane bisa bersama bayinya setelah Jane dipindahkan ke ruang perawatan. Bayi laki-laki itu sangat kuat dan sehat seperti Mamanya.


Setelah beberapa menit terdiam, Jane pun bicara.


"Aku melihat Mike dan dia lah yang membawa aku kemari." Ucap Jane.


Dia lalu menatap langit-langit ruangan tempat dia dirawat dengan tatapan kosong.


"Aku rasa, aku sudah mengatakan kepadanya bahwa dia adalah Papa dari anakku." Lanjut Jane.


Air mata mulai turun di pipi Jane.


"Jadi apa yang kau rencanakan sekarang?" Tanya Jonathan saat menaruh bayi Jane di sisinya.


"Apa yang dia lakukan tidak bisa dimaafkan. Aku tidak bisa menerima dia." Ucap Jane dengan marah.


Jonathan tampak menghela nafas.


"Kenapa kau tidak mencoba untuk memaafkannya dan memulai sebuah hidup baru." Ucap Jonathan mencoba untuk meyakinkan Jane agar bisa menerima Mike, karena bagaimanapun Mike adalah Papa dari anak yang dia lahir kan.


"Tidak, aku tidak akan melupakan hal yang sudah aku katakan kepadamu dan Alexa tentang kenyataannya. Wanita yang bersamanya itu adalah ibu tirinya." Teriak Jane yang membuat bayinya menangis karena terkejut akan teriakannya.


"Hei tenanglah Jane, kau baru saja melahirkan 3 jam yang lalu. Kau harus beristirahat dan tidur. Aku akan menjaga bayi ini sampai tertidur lagi." Ucap Jonathan yang langsung mengangkat bayi itu dan menggendongnya.


Jonathan lalu mulai menjaga dan menggendong bayi itu melihat ke arah bayi milik Jane itu seolah dia adalah Papa dari bayi itu karena dia sangat berharap bahwa dia akan segera menikah dengan Alexa dan memiliki bayi yang menggemaskan seperti yang dimiliki Jane saat ini.


"Ayo kita menikah sekarang." Ucap Jane yang membuat Jonathan begitu terkejut.


"Bukankah itu yang kau inginkan juga bukan? Ayo kita menikah sekarang." Ucap Jane.


Jonathan begitu bingung dengan apa yang dimaksudkan oleh Jane. Dia begitu terkejut tapi akhirnya dia menyadari situasi yang tengah terjadi. Dia menyadari bahwa ternyata di pintu ruangan Jane itu, tampak sosok seorang pria yang tengah berdiri dengan ekspresi terkejut di wajahnya.


Pria yang berdiri di pintu itu begitu terkejut mendengar semuanya. Dia dengan cepat mengerti apa yang tengah terjadi. Tubuhnya gemetar penuh kemarahan dan juga rasa terkejut. Jane baru saja mengatakan kepadanya pagi tadi bahwa dia adalah Papa dari bayi yang dia lahir kan dan sekarang Jane malah mau menikah dengan pria lain.


Mike langsung berbalik dan menutup pintu dengan keras. Brandon yang ada bersamanya langsung berlari di mengikutinya dengan perasaan khawatir dengan apa yang harus dia lakukan. Ini adalah pertama kalinya Brandon melihat Mike lepas kendali seperti itu.


Di area parkir, Mike berteriak dan meninju tembok sampai darah keluar dari tangannya. Brandon sahabatnya begitu ketakutan dan terus mencoba untuk menenangkan Mike.


Mika merasa begitu kacau dan dia menangis seperti anak kecil. Rasa sakit yang dia rasakan terasa begitu menyakitkan. Jane benar-benar begitu kejam padanya.


Brandon membantu Mike sampai akhirnya mereka tiba di mobil, kemudian dengan cepat keluar dari area rumah sakit itu. Brandon merasa begitu khawatir tentang sahabatnya itu, rasa bahagia yang Mike rasakan beberapa jam yang lalu, sekarang berbalik menjadi begitu menyedihkan.


Brandon menarik nafas dengan begitu dalam mencoba untuk meredakan amarahnya. Brandon berpikir bahwa wanita bernama Jane itu tidak pantas untuk cinta dari sahabatnya ini.


'Dia pikir siapa dia itu sehingga begitu menyakiti Mike.' pikir Brandon.


"Apa kau lihat itu Bro? Aku begitu bodoh melompat dengan penuh kebahagiaan karena dia mengatakan bahwa bayi itu adalah milikku. Tapi kenyataannya dia hanya membodohi aku. Memikirkan bahwa dia mengatakan hal itu di pagi hari kemudian dia malah mengatakan akan menikah siang harinya dengan orang lain membuat aku begitu terluka Bro. Dia begitu kejam. Kenapa dia melakukan ini padaku? Apa sebenarnya salahku?" Ucap Mike menangis dan meminum wine langsung dari sebuah botol.


Saat ini mereka berdua tengang berada di dalam sebuah bar.


Rasa sakit yang dirasakan Mike itu membuat sebagian tubuhnya mati rasa. Perasaan bahagia yang dia rasakan pagi tadi malah membunuhnya sekarang. Dia merasa begitu terkejut karena dia mendengar bahwa Jane wanita yang dia cintai malah tetap ingin menikah dengan pria lain.


Cara Jane melihat ke arah dirinya begitu dingin dan hal itu membuat Mike ingin menghilang. Wanita itu sangat kejam dan Mike ingin mengucapkan selamat kepadanya karena sikapnya yang begitu menakjubkan itu. Mike bahkan tidak bisa mengingat bagaimana mereka bisa keluar dari dalam rumah sakit itu dan langsung menuju sebuah bar untuk minum. Pikiran Mike benar-benar terpisah dari tubuhnya.


Apa kesalahan yang sudah dia lakukan? Itu hanya satu hal, yaitu dia mencintai Jane dan membuat Jane menjadi prioritas utamanya. Tapi Jane mempermainkan perasaannya.


Mike merasa begitu bingung dengan ucapan misterius yang dikatakan oleh Jane pagi tadi dan juga dengan semua kemarahan yang Jane tunjukan padanya. Mike tidak terlalu memperhatikan semuanya karena dia pikir bahwa itu semua normal bagi seorang wanita yang tengah melahirkan seorang bayi. Tapi hanya satu kata yang terus ada di dalam pikirannya, bahwa dia adalah ayah dari bayi yang dilahirkan oleh Jane itu.


Tertawa hanya itulah satu-satunya hal yang bisa dilakukan oleh Mike saat ini atas kebodohannya.


Brandon melihat ke arah Mike dengan penuh rasa kasihan. Sahabatnya itu menerima rasa sakit yang begitu besar dalam hidupnya yang bahkan membuatnya terluka menjadi berkeping-keping.


'Pria gila'. Itulah yang orang lain katakan kepadanya di dalam bar itu karena dia menangis dan juga tertawa di saat yang bersamaan.


Melihat Mike yang seperti itu, Brandon tidak tahu apakah Mike akan bisa menemukan cinta sejatinya. Saat ini Brandon sendiri punya seorang kekasih, tapi dia belum siap untuk berkomitmen. Dia takut bahwa dia akan menghadapi rasa sakit yang sama seperti yang dirasakan oleh sahabatnya ini. Dia pun mengunci satu hal dalam pikirannya, bahwa dia tidak akan memberikan semua perhatiannya kepada kekasihnya.


Bersambung...