One Night Mistake

One Night Mistake
Bertemu Lagi



"Bro kau harus mengatakan kepada Papa mu atas apa yang dilakukan oleh kekasihnya itu. Kekasihnya itu bermain api. Apa yang akan terjadi saat Om mengetahui hal itu dan berpikir buruk tentang dirimu. Bro, hal ini sangat serius." Ucap Brandon kepada sahabatnya itu.


"Bro, bagaimana aku bisa mengatakan hal itu kepada Papa. Rossa itu berakting dengan sangat baik jika Papa ada di sana. Perhatiannya selalu tertuju kepada Papa. Kau bisa melihat itu sendiri bukan? Dia selalu ada di sana selama beberapa bulan menunggu waktu untuk menggoda aku." Ucap Mike dengan memikirkan tentang apa yang harus dia lakukan terhadap Rossa.


Mike merasa stres. Untuk beberapa bulan ini, dia terus mencoba untuk melakukan yang terbaik agar bisa menghindari wanita itu. Semua respect yang selama ini dia rasakan terhadap Rossa sudah dia buang jauh. Dia membenci sifat wanita itu sekarang.


"Hehehe... Bro, dia itu adalah cinta pertamamu. Kenapa kau tidak.... kau tahu maksudku..." Ucap Brandon tertawa kecil dengan berpikir nakal.


"Hah! Semua itu sudah berubah. Aku pikir dia itu berharga. Tapi apa yang dia lakukan? Dia menggoda anak dari suaminya! Dan itu sangat menjijikkan. Aku mau mengusir dia dari rumah. Dia pernah saja hampir sukses menggodaku, tapi Papa datang tepat waktu, dan saat dia mendengar suara Papa, dia dengan cepat berubah dan bersikap normal. Saat itulah aku memutuskan untuk pindah dari rumah dan menggunakan salah satu kamar dari resort yang aku punya." Ucap Mike.


"Aha! Bicara tentang resort yang kau punya itu, selamat ya aku mendengar bahwa resort mu itu selalu dipenuhi oleh pengunjung." Ucap Brandon seraya meminum wine yang ada dihadapannya dan melihat ke arah seorang wanita yang terbatuk di samping mereka.


'Oh ya Tuhan, itu dia.....' Jane terus terbatuk karena terkejut mengenali pria yang duduk di meja yang ada di sampingnya itu.


Siapa yang bisa menyangka bahwa Setelah 1 tahun Jane akan melihat pria bodoh yang melakukan hal menjijikan padanya itu.


'Aaarrggg!!! Ingatan Itu kembali lagi seolah baru saja terjadi kemarin.' ucap Jane dalam hati.


"Nona, apakah kau baik-baik saja?" Ucap pria yang ada di dalam pikirannya itu bertanya padanya.


Merasa malu, Jane menggelengkan kepalanya dan meminta pria itu untuk pergi menjauh darinya. Wajah Jane tampak memerah. Mereka tidak berdua dan beberapa orang lain melihat ke arah Jane dengan reaksi aneh.


Jane benar-benar merasa tidak beruntung saat ini. Tapi dia merasa lega karena pria di hadapannya ini tidak mengenal dirinya. Pria dihadapannya ini terlalu mabuk untuk membuka matanya. Tapi ada satu hal yang ada di dalam pikiran Jane tentang sebuah pertanyaan yang terus dipikirkannya.


'Bagaimana mungkin pedang pria itu bisa keras di saat dia sendiri tidak sadar?' ucap Jane dalam hati.


'Bersikap tenanglah Jane.' ucap Jane dalam hati kepada dirinya sendiri.


Kemudian ada sebuah botol air putih muncul di hadapannya.


"Ambil ini Nona. Ini akan membantumu untuk bisa lebih tenang. Aku lihat tidak ada air di mejamu. Ngomong-ngomong namaku Mike." Ucap pria itu memperkenalkan dirinya dan memberikan botol air itu kepada Jane.


Jane berterima kasih kepada pria itu dan mengambil airnya. "Aku Jane...!" Ucapnya kemudian berdiri lalu pergi dari restoran itu.


"Itu tampak sangat manis Bro." Ucap Brandan menggoda Mike.


Brandon tertawa dan bertanya kepada Mike apa yang dia tanyakan kepada wanita itu. Dia juga bertanya tentang siapa nama wanita itu.


"Aku tidak yakin tapi sepertinya dia berkata namanya adalah Jane." Ucap Mike.


"Hmmmm... Gadis itu tampak menggemaskan. Kau seharusnya meminta nomornya." Ucap Brandon dengan mengedipkan matanya nakal.


"Aku tidak menyangka bahwa dia akan pergi secepat itu." Ucap Mike lalu duduk dan menyelesaikan minumannya.


"Asistenku ada di sana dan aku akan selalu menelpon dia untuk memeriksa apakah ada masalah. Aku harus bersantai atau aku akan merasa gila." Ucap Mike memijat kepalanya sendiri.


"Bagus. Kalau begitu ayo kita menjelajahi kota ini." Ucap Brandon dengan ceria.


"Iya Ayo kita lihat apakah semua ini berguna untuk meninggalkan kotaku dan tinggal di sini" Ucap Mike.


"Bro bekerja di sini lebih menyenangkan. Kau bisa bertemu dengan banyak wanita seksi." Ucap Brandon tertawa nakal.


"Oh ya, ngomong-ngomong tentang hal itu, apakah kau sudah mempunyai seorang kekasih?" Tanya Mike dengan serius.


"Jangan tanyakan hal itu kepadaku Bro, wanita yang akan menjadi kekasihku belum lahir." Ucap Brandon yang membuat Mike tertawa.


Brandon adalah seorang playboy dengan semua kekasihnya yang sangat cantik. Tapi dia tidak bisa merasakan apapun saat dia melihat mereka semuanya, sampai akhirnya dia berhenti mencari kekasih dan menerima fakta bahwa tidak ada kekasih yang cocok untuknya.


"Bro, kau tahu bahwa Rossa itu tidak takut melakukan semuanya karena dia tahu bahwa kau mencintai dia sebelumnya. Jika kau memiliki seorang kekasih, aku yakin bahwa dia akan berhenti menggoda dirimu." Ucap Brandon kepada Mike.


Mike pun memikirkan tentang hal itu sekarang. Sebelumnya dia tidak pernah memikirkan tentang hal itu akan bisa mengatasi masalahnya.


'Kenapa aku tidak mencoba dan melihat apakah hal itu bisa berhasil?' pikir Mike.


"Ide yang bagus Bro. Aku harus mulai untuk mencari seorang kekasih sekarang. Mungkin hanya itu caranya untuk bisa menghindari Rossa." Ucap Mike setuju untuk menerima saran dari Brandon dengan serius.


...****************...


Di tempat lain Jane tampak frustrasi. Dia pun pergi untuk minum di sebuah bar yang tampak bising dipenuhi dengan para pemuda dan juga wanita menari. Tapi Jane tidak peduli. Semua yang dia inginkan hanyalah untuk bisa melupakan pria itu.


Selama 1 tahun belakangan pria itu selalu saja datang di dalam mimpinya, menggoda dirinya untuk bisa menjadi lebih agresif lagi. Bertanya kepadanya apa yang akan terjadi jika dia mengambil kesempatan dari ketidakberdayaannya. Apakah dia akan menikmatinya atau tidak.


Jane mencoba untuk berdiri, pergi ke kamar mandi. Tapi kakinya tidak bisa diajak bekerja sama. Dia merasa pusing dan memegang seorang pria yang berada di belakangnya untuk bisa menopang tubuhnya agar tetap berdiri.


"Hei .... Kau adalah wanita yang tadi pagi. Apakah kau baik-baik saja?" Tanya pria itu kepadanya.


Melihat ke arah pria itu, Jane merasakan suatu hasrat di dalam dirinya yang sangat sulit untuk ditolaknya.


"Bawa aku keluar dari sini." Bisik Jane kepada pria yang tidak lain adalah Mike itu.


Mike kehilangan keseimbangannya berdiri dan membuat Jane pun berakhir dengan berada di atas tubuh Mike. Mike dengan cepat berdiri dan berusaha membantu Jane agar bisa duduk di kursi. Mike juga mabuk, tapi dia tahu apa yang dia lakukan. Namun, sangat sulit baginya untuk berada dalam situasi seperti ini.


Jane yang dibantu oleh Mike menaruh kepalanya di pangkuan Mike dengan wajahnya yang menghadap bawah. Dia tampak sibuk berbicara yang membuat pedang Mike mulai mengembang.


Bersambung...