One Night Mistake

One Night Mistake
Bertemu Mama Jane



Kamar Jane mulai dipenuhi dengan kesedihan. Alexa sudah pergi dan Jane pun kembali sendirian memikirkan semua pikiran negatif yang ada di dalam kepalanya.


Apakah dia akan bertahan menjadi seorang ibu tunggal? Bisakah dia melakukannya? Bisakah dia bangun tengah malam untuk memberikan susu kepada bayinya?


Ada terlalu banyak imajinasi yang terus ada di dalam kepalanya.


Namun perlahan Jane pun mulai mencoba menerima semuanya. Dia pun mengusap perutnya dan tersenyum.


"Jika kau adalah seorang perempuan, aku akan memanggilmu dengan Merry tapi jika kau adalah seorang laki-laki, maka aku akan memanggilmu Archie." Ucap Jane seorang diri.


Sementara itu di tempat lain, di sebuah resort di mana Mama Jane tengah liburan, Mama Jane tampak begitu bersemangat karena dia akan bertemu dengan pria yang ingin dia jodohkan dengan Jane putrinya, dengan pemilik resort itu.


Mama Jane sudah meminta kepada seorang pelayan untuk memberitahukan kepada pria pemilik resort bahwa dia ingin bertemu dengannya.


"Halo Nyonya, saya harap anda menikmati waktu liburan anda di sini. Saya adalah Mike Jordan pemilik dari resort kecil ini." Ucap Mike menjulurkan tangannya dan Mama Jane dengan begitu sumringah menyambut tangan Mike dan keduanya pun berjabat tangan.


"Halo tampan! Senang bertemu denganmu. Mungkin aku akan lebih lama liburan di sini karena putriku akan datang minggu depan. Aku harap kau bisa bergabung dengan kami untuk makan bersama suatu saat nanti." Ucap Mama Jane dengan suara yang terdengar begitu manis.


"Ehemmm!" Ucap Mike merasa aneh dan terbatuk dengan perlahan.


Tapi Mama Jane mengerti dengan apa yang tengah dipikirkan oleh Mike dan dia pun lantas mengatakan kebenarannya.


"Jangan merasa malu seperti itu. Aku tidak memiliki perasaan apapun kepadamu." Ucap Mama Jane tertawa. "Aku sudah dengar banyak hal tentang dirimu. Oh ya, bisakah kau menjadi kekasih dari putriku?" Tanya Mama Jane secara langsung.


Mike terbatuk dan terus terbatuk sampai dia pun bisa menenangkan dirinya.


'Wow ini sangat begitu cepat!'


Tidak ada orang yang pernah mengatakan hal itu kepadanya sebelumnya.


Mika lalu melihat ke arah Mama Jane dan berpikir bahwa mungkin putri dari wanita yang ada didepannya itu baru berusia 18 tahun. Melihat dari penampilan Mama Jane yang memiliki mata yang begitu indah, membuat Mike berpikir seolah dia pernah melihat mata seperti itu sebelumnya.


Mike pun menggelengkan kepalanya dengan cepat untuk menghapus bayangan yang muncul dalam pikirannya dan melanjutkan menatap ke arah wanita yang ada di depannya. Jika Mike tidak salah, dia menebak mungkin wanita di hadapannya ini berusia 35 tahun.


Mike bahkan berpikir bahwa wanita di depannya ini tidak punya anak karena wajahnya begitu terlihat sempurna seperti seorang wanita yang belum pernah punya anak sebelumnya.


Mike menyugar rambutnya karena rasa malu dan dia pun mengundang Mama Jane untuk makan yang langsung diterima Mama Jane dengan senang hati.


Mama Jane lalu mulai menanyakan banyak hal tentang bagaimana Mike memulai bisnisnya dan hal lainnya. Mike pun merasa nyaman dengan Mama Jane dan dia pun menjawab semua pertanyaan Mama Jane dengan sabar.


Wajah Mike tampak berubah saat dia melihat sosok Papa nya dan Rossa yang masuk ke Resort miliknya. Hal itu terlihat dengan jelas bisa dari mata Mama Jane yang bernama Blair itu. Mama Jane pun berbalik dan dia melihat seorang pria dengan aura yang begitu kuat. Wajahnya begitu tampan juga tampak sangar tapi senyumannya begitu indah yang membuat dia terlihat begitu lebih muda. Mama Jane pun berpikir bahwa pria itu pasti sering pergi berolahraga untuk mempertahankan bentuk tubuhnya yang indah.


Alis Mama Jane naik saat dia melihat reaksi dari wanita yang berada di samping pria itu. Mama Jane memang tengah menatap pria yang berdiri di samping wanita itu terus-menerus. Kemudian dia melihat ke arah wanita itu yang seperti tengah memakan lemon. Mama Jane ingin tersenyum saat dia melihat ke arah wanita muda itu yang dari kepala sampai kaki tampak sangat jelas bahwa wanita muda itu begitu cemburu.


"Anda benar-benar wanita yang cantik Nyonya. Perkenalkan, saya adalah Jordan dan Papa dari pria muda di samping anda." Ucap pria tua itu memperkenalkan dirinya sendiri dengan ucapan yang terdengar begitu manis.


"Oh... Hai, aku di sini untuk liburan dan putramu ini sangat baik untuk mengundang aku makan malam. Kau membesarkannya dengan sangat baik untuk menjadi seorang pria yang begitu gentleman." Ucap Mama Jane tersenyum yang menarik perhatian Papa Mike.


Tapi Papa Mike dengan cepat menghindari tatapan mata Mama Jane dan berbicara kepada Rossa.


Rossa tampak cemberut dan mengatakan sesuatu, Papa Mike langsung mencium bibir Rossa.


"Ah... Papa, jangan di sini, kumohon. Di sini tidak diperbolehkan untuk menunjukkan pasangan yang mesum." Ucap Mike memarahi Papanya Itu.


Papa Mike memang terlalu pamer, bertingkah seolah dia itu anak muda dan lebih aktif dibandingkan putranya sendiri.


Papa Mike pun berhenti mencium Rossa dan mereka duduk bersama dengan Mike dan Mama Jane mereka makan dalam diam. Tapi saat mereka selesai, kedua orang tua itu mengobrol dan terus berbicara dan membiarkan Mike dan Rossa seolah menjadi penonton dan pendengar mereka dan ikut tertawa saat memang waktunya tertawa.


Mike merasa tidak enak saat sesuatu terasa mengusap kakinya. Dia hampir saja mengumpat saat dia melihat Rossa menatap dirinya dengan begitu menggoda. Mike menggunakan celana pendek dan kaki Rossa yang jenjang terasa mengusap di kakinya. Mereka duduk berhadapan dan sangat mudah bagi Rossa untuk mengambil kesempatan menggoda Mike.


Para orang tua sibuk berbicara dan sibuk mengobrol dengan topik mereka sendiri dan tidak menyadari reaksi dari kedua anak muda yang duduk di samping mereka.


Rossa sendiri terus mendengarkan pembicaraan kedua orang tua itu dan dia terlihat menikmati topik pembicaraan mereka. Tapi di bawah meja, dia terus mengambil kesempatan untuk menggoda Mike. Taplak meja yang panjang itu cukup untuk menutupi apa yang terjadi di bawahnya.


Rossa menaruh kakinya ke atas dan perlahan mengusap bagian terlemah Mike, dengan bergerak mengusap dan menggoda Mike sampai Mike merasa marah. Mama Jane mengatakan sesuatu yang lucu yang membuat mereka semua tertawa.


Rossa membuka sepatunya dan mencoba untuk terus mengelus bagian sensitif Mike dengan cepat. Mike tampak berkeringat, dia tidak bisa pindah tempat atau menaruh tangannya ke bawah karena kedua orang tua itu pasti akan menyadarinya. Dia pun memilih untuk menghindar dan pamit untuk pergi ke toilet meninggalkan Rossa yang tampak tersenyum puas.


Bersambung...