
"Mike kau harus pulang ke rumah sekarang." Ucap Sang Papa dengan sangat marah.
"Tapi Pah, aku masih dalam masa liburan. Aku masih punya waktu satu minggu lagi di sini." Ucap Mike.
Tapi Sang Papa terus memaksa dan tidak setuju jika Mike masih harus liburan selama satu minggu lagi. Mike pun tidak bisa menolak dan mulai mengemasi barangnya dan mengucapkan selamat tinggal kepada Brandon.
"Bro apa kau mengingat wanita yang ada di restoran waktu itu? Jika kau melihatnya lagi tolong minta nomor ponselnya." Ucap Mike memohon kepada Brandon.
"Untuk apa?" Tanya Brandon.
"Lakukan saja Bro, kau bertanya terlalu banyak." Ucap Mike seraya menepuk pundak Brandon dan dia lalu masuk ke dalam taksi.
Memori tentang kenangan yang terjadi pada malam itu selalu datang kepada Mike. Dia begitu menyesal karena tidak menanyakan nomor ponsel atau nama dari wanita itu.
Mike merasa begitu marah kepada dirinya sendiri saat mengingat bahwa wanita itu masih perawan dan dia juga merasa kecewa karena hal itu yang sudah dia lakukan.
"Baiklah Bro, aku akan mencoba jika aku melihat dia. Tapi masalahnya adalah aku tidak bisa mengingat wajahnya." Ucap Brandon yang membuat Mike merasa frustrasi..
"Apakah dia adalah wanita yang tidur bersamamu malam itu?" Tanya Brandon dengan wajah penuh penasaran.
Keheningan Mike menjawab pertanyaan Brandon lalu dia pun tertawa dan memberikan sinyal kepada sopir taksi untuk pergi membawa Mike.
Mike merasa bersalah karena mengambil kesempatan dari wanita itu. Tapi siapa yang bisa menyangka bahwa wanita itu masih perawan. Mike berpikir apa yang wanita itu lakukan di dalam sebuah bar tengah malam. Aldi merasa bingung lalu menutup matanya dan mencoba untuk tidur.
Beberapa saat kemudian...
"Tuan... Apakah ini jalan yang benar untuk menuju ke tujuan Anda?" Tanya sopir taksi kepada Mike yang membuatnya terbangun.
"Iya belok kanan saja. Rumahku ada di nomor 4." Balas Mike dengan suara yang lemah.
Dia tidak ingin melihat kekasih dari Papa nya itu dan dia hanya berharap bahwa Papa nya akan mengetahui apa yang dilakukan oleh kekasihnya itu dan memutuskan hubungan mereka.
Tapi keberuntungan tidak berada di sisi Mike, orang yang sangat dia benci untuk dilihat ada di sana berjalan mendekat ke arahnya.
"Hai, senang melihatmu kembali." Senyuman wanita itu terlalu manis yang malah terlihat aneh. Dia mendekat ke arah Mike dan mencium pipi Mike lalu menaruh tangannya di dada Mike.
"Aku merindukanmu." Bisik wanita itu dengan penuh menggoda.
Mike langsung mendorong wanita itu dengan sangat keras dan berbalik tapi dia terhenti karena apa yang diucapkan oleh wanita itu.
"Hem.... jangan menantang aku Mike. Aku bisa menciptakan bencana antara kau dan Papa mu." Ucap Rossa, wanita yang dianggap gila oleh Mike itu.
"Kau gila! Kenapa kau setuju untuk menjadi kekasih Papa, jika aku adalah orang yang kau suka." Ucap Mike kepada Rossa dengan penuh kebencian.
"Sebenarnya kau terlalu sulit untuk dijangkau. Setiap kali aku mau mendekat kepadamu, kau selalu terburu-buru untuk pergi atau sibuk bicara dengan klien mu. Jadi cara terbaiknya aku menggoda Papa mu. Dan bingo! Di sinilah aku sekarang." Ucap Rossa dengan senyuman menggoda yang membuat Mike merasa jijik tapi bayangan dari sosok Papa nya muncul. Jadi dia hanya menutup mulutnya saja.
"Bermimpi lah, aku memang pernah mengagumi dirimu dulu. Tapi sekarang aku menyesali semua hal itu. Kecantikan mu itu hanyalah terpancar di depan wajahmu tapi keburukan mu ada di dalam dirimu." Ucap Mike dengan suara yang begitu terdengar merasa jijik kepada Rossa.
"Hei.... Hei, selamat datang kembali Nak." Ucap Sang Papa yang berteriak dari dalam rumah menyambut kedatangan Mike. "Masuklah cintaku. Aku sudah menunggumu selama berjam-jam." Lanjut Sang Papa lagi.
Mike lantas berjalan dengan cepat meninggalkan Rossa yang tampak marah. Wajah Rossa tiba-tiba berubah saat dia masuk ke dalam rumah dan langsung memeluk Papa Mike.
Mike tidak pernah menyangka bahwa gadis manis yang dia kagumi sebelumnya berubah menjadi wanita ******. Wanita yang terus menggoda para pria dengan kecantikannya dan tubuhnya yang seksi itu.
Mike hanyalah pria lemah yang bisa merasakan godaan. Tapi yang ini adalah sebuah pengecualian. Dia tidak mau membuat Papa nya terluka. Jadi dia benar-benar merasa frustrasi ingin menemukan wanita lainnya.
"Mike kemari lah! Makanan sudah siap. Jangan hanya berdiri di sana seperti sebuah patung." Teriak Sang Papa.
Mike pun berjalan mendekat ke arah Sang Papa.
"Jadi katakan kepada Papa Nak. Bagaimana keadaan Brandon sekarang? Apakah dia sudah punya kekasih sekarang? Bagaimana dengan pekerjaannya?" Tanya Sang Papa terus menerus, tentang sahabatnya dan yang sudah di perlakukan seperti putranya sendiri.
"Dia baik-baik saja Papa. Dia masih mencoba menemukan kekasih. Tapi dia berkencan dengan wanita berbeda dan pekerjaannya baik seperti biasanya." Balas Mike.
"Dan bagaimana dengan dirimu? Tidakkah kau menemukan seorang wanita? Ini sudah waktunya bagimu untuk memiliki seorang kekasih. Lihatlah Papa! Papa mempunyai wanita cantik ini di samping Papa yang membuat Papa merasa jauh lebih muda." Ucap Sang Papa tertawa bahagia.
"Pa, aku sudah menemukannya. Tapi aku begitu bodoh untuk membiarkan dia pergi tanpa mengetahui nomor ponselnya." Ucap Mike dengan suara yang terdengar kecewa.
Rossa menjatuhkan sendok setelah apa yang dia dengar. Dia meminta maaf atas tindakannya itu dan melanjutkan untuk menyantap makanannya. Pikirannya pun terus menyumpahi kepada wanita yang sudah mengambil perhatian Mike. Siapapun wanita itu, Rossa bersumpah bahwa wanita itu akan berakhir dengan Mike.
Mike tersenyum melihat reaksi Rossa. Dia tidak buta untuk melihat kemarahan di wajah Rossa. Dia pun merasa begitu puas.
Setelah makan siang selesai, Rossa dan Papa Mike masuk ke dalam kamar mereka untuk tidur siang. Sementara Mike pergi ke kantornya untuk mengecek laporan keuangan resort nya.
Di dalam kamar Papa Mike...
"Sayang jadi kapan kau akan setuju untuk pernikahan kita?" Tanya Papa Mike kepada Rossa.
Mereka tengah berbaring di atas tempat tidur dan Rossa tengah sibuk meraba tubuh Papa Mike menggelitik area sensitif tubuh Papa Mike yang membuat Papa Mike merasa bahagia dengan setiap sentuhan yang dilakukan Rossa padanya.
"Cintaku... Aku masih ingin menikmati kebebasanku. Berikan aku beberapa waktu lagi." Bisik Rossa dan mencium Papa Mike.
Melihat respon dari tubuh Papa Mike yang begitu cepat, Rosa pun tersenyum dan langsung memperlakukan Papa Mike dengan begitu menggoda.
Papa Mike begitu terlena akan kecantikan Rossa yang membuatnya merasa seperti anak muda lagi. Tentu saja dia merasa begitu beruntung karena memiliki Rossa. Dia lantas mencium Rossa dan memberikan Rossa kenikmatan yang pantas Rossa dapatkan.
Sementara itu, di dalam pikiran Rossa dia terus saja sibuk mengutuk wanita yang disebutkan oleh Mike tadi. Dia pun kembali sibuk memperlakukan Papa Mike dengan penuh hasrat yang membuat Papa Mike begitu bahagia.
'Tidak ada yang bisa memilikimu Mike. Aku akan membuat kalian berdua hidup sengsara.' ucap Rossa dalam hati seraya tubuhnya terus bergerak agresif bahkan menyakiti Papa Mike dengan kukunya.
Sementara itu di sisi lain Papa Mike berpikir bahwa itu hanyalah bagian dari adegan bercinta mereka. Jadi dia tidak komplain apapun dan terus menikmati semua kenikmatan yang diberikan oleh Rossa padanya.
Papa Mike begitu beruntung karena dia mendapat seorang gadis muda yang juga setia kepadanya. Tapi dia tidak begitu serius tentang pernikahan mereka. Papa Mike sendiri tidak tahu kenapa masih ada kekosongan dalam dirinya meski mereka sudah begitu puas setelah melakukan percintaan.
Papa Mike juga memperdulikan tentang putranya Mike yang sampai sekarang masih tidak memiliki seorang wanita untuk menjaga dirinya. Tiba-tiba Papa Mike mengingat mendiang istrinya yang begitu manis. Tatapannya yang lembut tidak menyadari bahwa Rossa tengah menatapnya dengan mematikan.
Papa Mike begitu melamun selama beberapa menit memikirkan tentang mendiang istrinya. Sementara bagi Rossa, jika bukan karena Mike, mungkin hidup Papa Mike sudah diambil olehnya sejak lama.
Bersambung....