
Jane pun akhirnya tiba di resort itu. Dia keluar dari dalam taksi dengan disambut sebuah gerbang yang begitu simpel hanya dengan tulisan 'Flower Resort', tapi di dalamnya tampak sangat keren. Terakhir kali dia ada di sana tidak ada CCTV di sana dan sekarang Jane bisa melihat bahwa ada CCTV di setiap sudut dan ada banyak kamar yang ditambah lagi dan juga ada banyak hal yang semakin membuat resort itu menjadi semakin indah.
Sejak Jane sudah mengetahui nomor kamar yang ditempati Mama nya, dia langsung berjalan ke arah kamar itu tanpa menanyakan kepada resepsionis. Beruntung bagi Jane karena tidak ada seorangpun yang menanyakan sesuatu kepadanya. Dia pun menekan bel pintu kamar dimana Mama nya berada dan menunggu beberapa saat sampai pintu pun tampak terbuka.
"Jane kau ada di sini? Kenapa kau tidak menelpon Mama bahwa kau sudah ada di jalan? Mama tidak memasak." Ucap Sang Mama menarik Jane masuk ke dalam kamar itu.
Mama Jane tampak begitu bahagia akan kedatangan Jane ke resort itu.
"Pergilah mandi dan ayo kita pergi makan. Kau akan menikmati makanan yang ada di sini." Ucap Sang Mama dengan begitu bahagia.
"Mama, bisakah aku beristirahat sebentar. Aku begitu lelah." Ucap Jane dengan suara yang terdengar lemah.
"Oh maaf sayang, Mama terlalu bahagia melihat mu ada disini. Tentu saja, kau beristirahatlah." Ucap Sang Mama meminta maaf kepada Jane.
...****************...
Sekarang sudah 1 jam dan Jane belum juga keluar dari kamar. Dia masuk ke dalam kamar dan tidur seperti bayi. Mama Jane menghela nafas dan keluar untuk memesan makanan bagi dirinya sendiri.
"Hai senang bertemu denganmu lagi." Ucap Papa Mike yang memanggil Mama Jane dan Mama Jane pun membalas untuk menyapa Papa Mike mengatakan kepadanya bahwa putrinya baru saja tiba.
Mereka duduk bersama dan membicarakan tentang Jane sampai mereka akhirnya setuju untuk memperkenalkan Jane dan Mike.
Kemudian secara tiba-tiba Papa Mike bertanya, kenapa Mama Jane tidak memiliki kekasih padahal suaminya meninggal sudah sangat lama.
"Kenapa tidak? Bisakah aku membuatmu tertawa dengan keras?" Tanya Papa Mike secara tidak sengaja yang membuat keduanya sama-sama tampak terkejut. "Oh maaf, aku tidak bermaksud mengatakan hal itu." Ucap Papa Mike kemudian pamit untuk pulang ke rumahnya.
Mama Jane melihat punggung Papa Mike yang berjalan menjauh dan merasa hampa di dalam dirinya.
"Nyonya, pesanan Anda sudah siap." Ucap seseorang memanggil Mama Jane yang mengalihkan perhatiannya dan Mama Jane pun berdiri untuk mengambil pesanan makanannya itu.
Setelah selesai makan, Mama Jane pun berjalan kembali ke kamarnya. Di tengah jalan dia melihat Mike dengan ekspresi di wajahnya yang tampak marah. Tapi Mama Jane tidak bisa melihat siapa orang yang tengah bersama Mike saat itu. Jadi Mama Jane pun pergi dan kembali ke kamarnya dengan segera setelah menyiapkan makanan, dia pun membangunkan Jane untuk makan.
"Kau benar-benar tidak tahu malu. Beraninya kau melakukan hal itu kepadaku." Teriak Mike dengan penuh kemarahan.
Lagi-lagi Rossa mencoba untuk menarik perhatian Mike saat Mike sendirian di sebuah taman kecil yang ada di resort itu.
"Hahaha bicara tentang malam itu, akui saja kau menyukainya. Pedang mu tidak mungkin keras jika kau tidak menyukainya." Ucap Rossa tersenyum seksi dan mendekat ke arah Mike, tapi Mike dengan cepat mendorongnya menjauh.
"Aku hanyalah seorang manusia yang mudah untuk merasa panas. Tapi itu tidak berarti aku menikmatinya. Iya, kau mungkin bisa menggoda tubuhku. Tapi kau tidak akan pernah bisa mendapatkan persetujuan dari pikiran dan hatiku." Ucap Mike dengan kesal dan meninggalkan Rossa sendirian.
"Hmmm.... Itulah apa yang aku sukai dari pria ini. Aku mau bahwa hanya aku saja yang bisa mengejar dirinya dan dia memberikan aku waktu yang tepat. Semakin kau menolak aku semakin aku merasa tertantang untuk mendapatkan dirimu di atas tempat tidur. Tapi bagian terbaiknya adalah kau begitu menolak ku dengan manis." Ucap Rossa berbisik menatap sosok Mike yang berjalan menjauh darinya sampai dia tidak bisa melihat Mike lagi.
Bersambung....