
Mike mendapatkan semua informasi dari Brandon tentang salon Jane, Mama Jane, dan juga alamat dari rumah Jane. Informasi yang Mike dapatkan itu sangat memuaskan baginya. Dia pun merasa begitu bahagia.
Menurut para staf salon, Jane tinggal bersama di rumah Mama nya. Mike yang merasa begitu bahagia membuatnya dengan cepat menyiapkan dirinya sendiri untuk segera menemui Jane. Dia berencana untuk bicara lebih dulu dengan Mama Jane untuk mendapatkan dukungan dan meminta bantuan Mama Jane untuk menjelaskan keinginannya.
"Bro kau begitu cepat. Hahaha, kau bisa datang kemari hanya dalam waktu 2 hari. Bagaimana keadaan di tempatmu?" Tanya Brandon kepada Mike saat Mike tiba di rumah Brandon.
"Kau tahu apa yang cinta bisa lakukan." Ucap Mike tertawa kecil.
Mike bersumpah bahwa dia tidak pernah melakukan hal bodoh seperti ini sebelum dia menemukan takdirnya yang dia yakini adalah Jane.
"Hidup berjalan seperti biasanya. Orang-orang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing." Ucap Mike dan kembali bertanya kepada Brandon, apakah Brandon sudah melihat Jane secara langsung.
Tidak ada hal yang lebih penting dibandingkan Jane bagi Mike kali ini.
"Aku tidak bisa melihat dia secara langsung saat aku pergi ke sana. Cindy mengirimkan aku gambar dirinya. Dia baru saja menerima cintaku kemarin. Jadi dia adalah kekasihku sekarang." Ucap Brandon tersenyum bahagia.
Brandon tampak bangga bahwa dia bisa mendapatkan kekasih lagi setelah minggu lalu dia baru saja putus dengan kekasih lamanya.
"Wow, kau punya kekasih baru lagi." Ucap Mike menggoda Brandon. "Kalau begitu ayo kita rayakan."
Malam itu juga mereka merayakan semuanya. Brandon yang memiliki kekasih dan Mike yang akan segera memiliki bayi di perut Jane. Mike sangat yakin bahwa dialah Papa dari bayi yang ada di dalam kandungan Jane saat ini.
...****************...
Keesokan harinya, Mike pergi ke sebuah toko kue untuk membelikan kue yang akan dia bawakan untuk Jane. Tapi dia tidak menyangka bahwa dia akan bertemu dengan Jane di sana.
Jane memang tengah menunggu kedatangan Alexa dan kekasihnya. Jane begitu bahagia untuk Alexa karena sahabatnya itu akhirnya mulai mau berhubungan serius dengan seorang pria yang sudah begitu akrab dengan mereka berdua juga. Kekasih Jane merupakan teman masa kuliah mereka berdua, dan mereka sudah cukup mengenal pria itu dengan baik.
"Senang bertemu denganmu di sini Jane." Ucap Mike dengan bahagia saat mendekat ke arah meja dimana Jane tengah duduk menikmati blueberry cheese cake yang dipesannya.
Wajah Mike tampak begitu penuh dengan harapan saat dia bertemu dengan Jane di sana. Sementara tubuh Jane langsung membeku dan sebelum dia bisa mengatakan apapun, Mike sudah duduk di sampingnya. Mata Mike melihat ke arah perut Jane yang sudah membuncit. Sadar akan tatapan Mike ke arah perutnya, membuat Jane merasa begitu gugup.
Jane pun berpikir Apakah Mike mengetahui bahwa anak yang tengah dia kandung adalah anaknya.
"Aku sangat bahagia karena mendengar kabar itu. Aku tahu jauh dari dalam hatiku bahwa bayi itu adalah milikku." Ucap Mike dengan tatapan mata penuh cinta ke arah Jane.
Jane merasa begitu tersentuh. Tapi saat dia kembali mengingat apa yang sudah dia lihat di resort malam itu, wajahnya menjadi marah dan dia pun berubah menyeringai. Jane berpikir beraninya Mike memperlihatkan wajahnya di depannya lagi setelah Mike berbuat hal seperti itu dengan kekasih Papa nya sendiri.
Jane benar-benar tidak mau berhubungan lagi dengan Mike setelah mengingat apa yang dia lakukan dengan kekasih Papa nya sendiri. Jane tidak akan pernah membiarkan Mike tahu kebenarannya bahwa Mike adalah Papa dari bayi yang tengah dia kandung itu.
"Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Jane dengan marah.
"Aku dengar bahwa kau sebenarnya tidak memiliki seorang kekasih dan aku bisa menghitung semuanya dan aku yakin bahwa bayi itu adalah milikku." Ucap Mike lagi dengan tersenyum melihat ke arah Jane penuh cinta.
Tapi bayangan malam itu kembali terngiang di pikiran Jane. Dia tidak bisa menerima Mike yang merupakan seorang pria yang bisa mengkhianati kepercayaan Papa nya sendiri.
Jane berpikir bahwa Mike mengkhianati kepercayaan dua orang, yakni dirinya dan Papa Mike sendiri. Jane juga berpikir bagaimana mungkin Mike bisa berhadapan dengan Papa nya dan juga dirinya jika nantinya dia akan menerima Mike untuk menjadi suaminya.
Air mata Jane mulai terjatuh ke pipinya dengan penuh kemarahan.
"Kau salah jika kau berpikir bahwa kau adalah Papa dari anakku. Satu minggu setelah kita melakukan hal itu aku datang bulan. Malam itu kita hanya mabuk dan melupakan apa yang sudah kita lakukan karena malam itu aku putus dengan kekasihku dan mabuk. Tapi setelah tiga minggu, kami kembali berbaikan lagi dan kami melakukan hubungan itu. Tapi setelah melakukan hal itu, dia kembali putus denganku karena aku tidak perawan lagi. Tapi dia kembali lagi dan bersiap untuk menikahi aku. Menurut perhitungan dokter Aku tengah hamil 5 bulan dan itu berarti kau bukanlah orang yang membuat aku hamil, tapi kekasihku." Ucap Jane melihat ke arah Jonathan yang berjalan mendekat ke arah meja mereka.
Jane langsung berdiri dan memegang lengan Jonathan lalu melingkarkan tangannya di pinggang Jonathan.
Jonathan yang merupakan teman Jane dan juga kekasih Alexa melihat ke arah Jane dan juga pria yang duduk di depan mereka. Jonathan merasa bahwa pria itu terlihat seperti kehilangan harta paling berharga yang dia miliki.
"Aku tidak akan mengganggumu lagi. Nikmati harimu dan maaf sudah mengganggu kalian." Ucap Mike berdiri lalu menatap ke arah Jonathan dengan mata yang terasa memanas. "Bro, tolong cintai dia seperti aku mencintainya." Ucap Mike kemudian berjalan pergi meninggalkan toko kue itu.
"Hei apa itu semua tadi?" Tanya Jonathan kepada Jane yang menatap ke arah pintu di mana Mike berjalan keluar tadi.
"Dia adalah Papa dari anakku. Tapi aku membencinya." Ucap Jane.
Jonathan merasa semakin bingung. Jane sebenarnya begitu bahagia melihat Mike dan hampir saja mengatakan 'iya'. Tapi ketakutannya begitu besar. Dia tidak bisa menerima dengan apa yang ada dipikirannya bahwa dia tidak cukup untuk bisa membuat Mike bahagia dan Mike malah memilih wanita itu, wanita yang merupakan kekasih Papa nya itu.
Jika Jane melihat kembali ke masa lalu, mungkin saja dia percaya bahwa Mike benar-benar pria yang baik.
Beberapa saat kemudian, Alexa tiba dan begitu terkejut melihat Jane tengah menangis sesenggukan dengan Jonathan yang duduk disampingnya dan mencoba untuk menenangkan Jane dengan mengusap punggungnya.
"Hei Jo, apa yang kau lakukan sampai membuat sahabatku menangis?" Ucap Alexa menarik telinga kekasihnya itu.
"Hei lepaskan! Aku tidak tahu menahu tentang hal ini." Ucap Jonathan meringis kesakitan.
Jane akhirnya bisa sedikit tersenyum setelah melihat tingkah kedua pasangan itu.
"Jane, katakan sebenarnya ada apa?" Tanya Alexa.
Tapi Jane hanya diam dan malah kembali menyantap kue yang ada didepannya. Rasa laparnya mengalahkan rasa sakit hatinya setelah melihat Mike. Jadi dia pun kembali menyantap kue nya dengan lahap. Hal itu membuat Jonathan hanya bisa membelalak melihat selera makan Jane saat ini.
"Dia bertemu seorang pria, kalau tidak salah namanya Mike." Ucap Jonathan dengan masih mengusap telinganya yang memerah bekas jeweran Alexa.
Alexa pun akhirnya mengerti kenapa Jane sampai begitu bersedih. Meskipun dia terus mencoba mengajak Jane bicara, tapi Jane seolah tak mau mendengarnya. Jonathan yang bingung pun mencoba meminta penjelasan dari Alexa.
Di tempat lain....
"Aaarrrrgggghhhh....." Teriak Mike saat duduk di sebuah bangku taman.
Mike merasa begitu terluka. Dia begitu mengharapkan banyak hal. Tapi hasilnya malah membuat jantungnya terasa begitu berdarah. Awalnya Jane menatap Mike seperti penuh cinta. Namun setelah itu berubah menjadi kemarahan sebelum dia mengatakan kebenarannya.
"Apakah itu berarti apa yang terjadi di resort waktu itu semuanya adalah kebohongan? Dia berpura-pura untuk jatuh cinta kepadaku karena aku sudah mengambil keperawanannya?" Ucap Mike pada dirinya sendiri.
Mike meninju bangku tempat dia duduk yang membuat tangannya berdarah. Tapi rasa sakit itu tidak bisa dibandingkan dengan apa yang dia rasakan sekarang.
Beberapa saat kemudian...
Jonathan berjalan pulang setelah selesai bertemu dengan Alexa dan Jane. Rencananya untuk menghabiskan waktu liburnya bersama Alexa harus dibatalkan karena mengingat keadaan Jane saat ini. Alexa pun memutuskan untuk menemani Jane, sementara Jonathan memutuskan untuk kembali ke rumahnya dengan berjalan kaki. Karena rumah Jonathan tidak terlalu jauh dari toko kue dimana mereka bertemu tadi.
Dalam perjalanan pulang, Jonathan melihat Mike yang duduk di sebuah bangku taman dengan mata yang tampak kosong menatap lurus ke depan. Jonathan menyadari bahwa ada luka di tangan Mike.
Jonathan sebenarnya ingin mendekati Mike dan mengajaknya bicara. Tapi dia kembali mengingat apa yang dijelaskan Alexa kepadanya tentang hubungan Mike dan Jane. Jonathan tak habis pikir kenapa masalah Jane dan pria yang menghamilinya itu begitu rumit.
Sebenarnya Jonathan bisa merasakan ada yang tidak beres dalam masalah Jane dan Mike. Jonathan merasa jika Mike seperti tidak melakukan kesalahan apapun karena dari sorot mata Mike tadi, Jonathan bisa merasakan bahwa cinta yang Mike miliki untuk Jane sangat tulus.
Tapi apapun itu, Jonathan memutuskan untuk tidak ikut campur dalam hubungan Jane dan Mike, karena dia memang tidak mengerti bagaimana masalah yang sebenarnya. Lagi pula, Jonathan juga mau menghargai keputusan Jane yang tidak mau berhubungan dengan Mike.
Jonathan pun memilih untuk pergi meninggalkan Mike yang masih terlihat begitu terluka itu.
Bersambung....