One Night Mistake

One Night Mistake
Perasaan Mike



Jane tengah bermimpi melakukan hubungan itu dengan Mike lagi. Keduanya tampak begitu penuh dengan hasrat satu sama lain. Berciuman, berpelukan dan menjamah tubuh satu sama lain.


Keduanya benar-benar dipuncak hasrat mereka. Ruangan kamar yang mereka tempati dipenuhi dengan suara rintihan keduanya.


Tiba-tiba....


"Aaaaahhh...." Teriak Jane saat membuka matanya dan menyadari bahwa itu semua hanyalah sebuah mimpi.


Mimpi itulah yang selalu menghantui dirinya. Mimpi itu terasa nyata baginya. Dia pun lalu berdiri dan mengambil air minum yang ada di atas meja disamping tempat tidurnya. Dia benar-benar butuh air, dia merasa begitu haus setelah bermimpi adegan ranjang yang begitu panas dengan Mike.


Jane berpikir bahwa semuanya akan baik-baik saja. Tapi semua yang terjadi hanyalah kebohongan saja. Dia mulai berpikir untuk peduli akan kehadiran Mike, tapi dengan adanya Rossa, membuat semuanya berbeda.


Jane berpikir bagaimana jika Mike hanya berpura-pura bahwa Mike menyukai dirinya untuk menyembunyikan tingkah laku busuk yang dia lakukan bersama dengan Rossa. Jane pun kembali mengingat kejadian panas yang dia lihat antara Mike dan Rossa di malam itu.


"Mama......" Teriak Jane dengan sangat keras.


Sang Mama pun langsung berlari dengan cepat ke arah kamar Jane untuk melihat apa yang terjadi kepada Jane.


"Mama.... aku merasa bahwa ada sesuatu yang menendang di dalam diriku. Kita harus pergi ke klinik untuk melakukan pemeriksaan." Ucap Jane dengan wajah panik.


Keringat dingin mengucur deras dari kening Jane karena berpikir sudah terjadi sesuatu yang buruk pada kandungannya.


"Laura, persiapkan semua barang-barang ku." Ucap Jane dengan tatapan matanya yang melihat ke arah perutnya.


Jane benar-benar merasa begitu gugup. Tapi Mamanya meyakinkan dirinya bahwa semua yang terjadi kepadanya itu merupakan hal yang normal.


Sebenarnya apa yang dirasakan oleh Jane adalah tendangan yang cukup kuat dari bayi yang ada di dalam perutnya dan itu akan mulai terjadi setiap hari yang pastinya akan membuat Jane jauh lebih terkejut karena dia pastinya akan merasakan sedikit gangguan saat bayi bergerak di dalam perutnya dan dia pun juga bisa melihat bagaimana bayi itu bergerak di dalam perutnya.


Jane lalu memegang perutnya dan tersenyum setelah Sang Mama menjelaskan semuanya kepada dirinya.


"Kau membuatku gugup bayi kecil. Maaf karena bertingkah terlalu berlebihan. Aku akan belajar lebih banyak tentang dirimu. Jadi aku tidak akan menjadi ketakutan lagi. Kau adalah makhluk yang paling menakjubkan." Ucap Jane.


"Mama jadi ingat, saat Mama hamil dirimu dulu, kami sangat bahagia. Papa mu selalu mencium perut Mama, menyanyi untukmu sampai Mama tertidur. Papamu sangat perhatian." Ucap Sang Mama dengan wajah yang melembut dan kemudian air matanya mulai terjatuh ke pipinya.


"Mama jangan menjadi begitu cengeng. Kita sudah punya bayi ini sekarang. Jadi, hidup Mama tidak akan membosankan lagi. Tapi tolong jangan menyebutkan tentang Papa, karena itu juga akan membuatku menangis." Ucap Jane memeluk Sang Mama.


Jane lalu menggoda Sang Mama dengan mengatakan bahwa Mama nya itu menjadi begitu lemah karena usianya yang menjadi semakin tua.


"Heh siapa yang bilang Mama itu sudah tua? Kau silahkan saja bandingkan dirimu sendiri dengan Mama, dan lihat siapa yang lebih tua, kau atau Mama." Ucap Sang Mama kembali menggoda Jane dengan memegang pinggangnya dan bergaya bak seorang model.


...----------------...


Di tempat lain...


"Apakah Papa sakit?" Tanya Mike kepada Papanya.


Papa Mike terus saja bersin berulang kali yang membuat Mike tampak terganggu saat dia tengah melihat laporan di ruangan kerjanya.


"Papa tidak tahu nak. Sepertinya seseorang tengah memikirkan Papa." Ucap Sang Papa tertawa dengan omongannya sendiri.


"Hemmm... itu mungkin wanita Papa." Ucap Mike dan kembali menatap ke arah laptop yang ada di hadapannya.


"Setelah kepergian Mama mu, Papa hanya memiliki Rossa dalam hidup Papa dan kau tahu itu kan?" Ucap Sang Papa dengan suara yang lembut, kemudian Sang Papa melihat ke arah lainnya. "Cinta Papa untuk Mamamu begitu spesial dan tidak ada orang lain yang bisa menggantikannya. Papa tidak mengatakan hal ini karena Papa tidak mencintai Rossa, tapi Papa merasa begitu puas saat bersamanya. Dia membuat Papa merasa lebih muda lagi, lebih liar dan bahkan lebih hebat. Papa harap kau bisa membiarkan pria tua ini menikmati kehidupannya bersama Rossa. Jangan mengambil Rossa dari Papa." Ucap Sang Papa melihat ke arah Mike dengan tatapan mata yang penuh dengan ekspresi terluka.


"Omong kosong. Papa ini bicara apa? Kenapa aku harus mengambil wanita Papa, untuk apa? Tentu saja dia itu sepenuhnya milik Papa." Ucap Mike dengan suara yang merasa begitu jijik terhadap Rossa.


Setelah mendengarkan ucapan Mike, Sang Papa pun pergi meninggalkan ruangan Mike.


Mike sudah sendirian sekarang di ruang kerjanya. Tapi dia masih memikirkan tentang apa yang baru saja dikatakan oleh Papa nya itu.


Mike lantas berpikir apakah Papanya sudah mengetahui sesuatu. Dia juga bertanya-tanya apa maksud Papanya yang mengatakan bahwa dia akan mengambil Rossa darinya tadi.


Mike merasa bahwa itu adalah hal yang paling gila yang dia dengar hari ini.


Mike mengakui bahwa dia memang menyukai Rossa saat masih berada di bangku sekolah dulu. Tapi itu bukan berarti bahwa dia akan menyukai Rossa selamanya. Dia memang tergila-gila kepada Rossa dulu. Tapi saat ini waktu sudah berubah dan begitu juga dengan perasaannya.


Mike menutup laptopnya dan berjalan keluar ruangan kerjanya. Udara cukup sejuk dengan bulan yang memberikan cahaya yang membuat malam menjadi begitu indah.


Bisnis Mike menjadi lebih baik saat ini. Tapi kebahagiaan yang dia cari masih menghilang. Dia pikir setelah mendapatkan mimpinya, dia akan bisa bahagia. Tapi dia benar-benar salah setelah bertemu dengan Jane. Semuanya mulai terasa kosong sejak Jane meninggalkan dia di kamar itu. Kemudian semuanya menjadi lebih menyedihkan saat Mike mengetahui bahwa Jane tidak akan pernah bisa untuk bersama dengan dirinya lagi.


Harapan yang Mike rasakan saat dia mendengar berita dari Brandon begitu besar yang membuat hatinya begitu menghangat. Dia tersenyum namun dengan perasaan yang begitu sedih. Mike berpikir bahwa mungkin dia memang harus menerima fakta dan melanjutkan hidupnya dan berkonsentrasi kepada resort yang dia miliki.


Namun pertanyaan yang muncul dipikirannya adalah, apakah dia akan berhasil untuk melupakan Jane?


Bersambung....