One Night Mistake

One Night Mistake
Mimpi Rossa



Sudah jam 09.00 malam saat Mike tiba di resort miliknya. Saat dia tiba di kamarnya, dia mulai mabuk lagi.


"Tuan, Papa anda harus kembali keluar kota siang tadi, karena ada urusan pekeejaan." Ucap resepsionis hotel kepada Mike.


Mendengar hal itu membuat Mike jadi tidak khawatir jika dia mabuk, karena Papanya tidak ada untuk memarahinya lagi.


Disisi lain, Rossa tidak bodoh untuk menyadari perasaan Mike yang sebenarnya kepada Jane. Tapi dia tidak peduli sama sekali. Semua yang dia inginkan adalah untuk menyakiti Papa Mike melalui Mike.


Mike adalah hal yang jauh lebih penting dibandingkan Papanya dan kegagalan Mike akan menyakiti Papanya. Rossa mencoba yang terbaik untuk bisa mendekati Mike. Tapi kali ini dia berusaha dengan begitu hati-hati.


Rossa yang tahu jika Papa Mike tidak ada di resort, membuatnya mengendap-endap mendekat ke arah kamar Mike yang memang tidak terkunci. Dia ingin melihat, apakah dia bisa menggoda Mike atau tidak. Pintu kamar Mike ternyata terbuka. Rossa pun masuk dengan hati-hati ke dalam kamar Mike.


Dia tersenyum jahat melihat sosok Mike di sana yang tengah minum dengan beberapa botol kosong yang sudah berserakan di lantai. Rossa lalu membuka tasnya dan menyiapkan ponselnya. Dia menaruh ponselnya di sudut terbaik. Kemudian mulai membuka pakaiannya dan meyakinkan wajahnya tidak terlihat di dalam kamera. Dia tertawa kecil dan bersyukur karena sudah merubah warna rambutnya hari itu.


Mike yang tengah mabuk membuka matanya dan melihat seolah sosok Jane yang berdiri di depannya tanpa menggunakan busana. Dia langsung berdiri dan menarik wanita didepannya untuk memeluknya. Rossa pun memeluk langsung memeluk Mike dan menciumnya. Mike merespon dengan lapar ciuman dari Rossa itu yang sebenarnya dianggap adalah Jane. Dia mencium leher Rosa kemudian mencium bibir Rossa saat tangannya sudah meraba seluruh tubuh Rossa.


Rossa sebenarnya tidak menyangka reaksi Mike akan seperti itu. Mike menciumnya seolah dia tengah begitu bersikap manis. Mike lalu menggendong Rossa dan menaruh tubuh Rossa di atas tempat tidur dan menyebut nama orang lain.


"Jane, kau sangat cantik. Aku mencintaimu." Ucap Mike dan ikut naik ke atas tempat tidur.


Rossa menyeringai setelah mendengarkan hal itu. Tapi dia mulai berteriak saat Mike kembali menciumnya dengan penuh hasrat.


"Ah Mike...." Rintih Rossa.


Mike lalu mulai melakukan hal itu sampai membuat Rossa semakin merintih. Mike terus melakukan hal itu berkali-kali sampai membuat Rossa begitu kelelahan.


Rossa begitu berkeringat dan mencapai puncak sampai keempat kalinya, tapi Mike belum juga mau berhenti dan hal itu kembali membuat Rossa bersemangat.


Suara ponsel Rossa yang terus berdering berkali-kali membuatnya terbangun.


'Sial.' umpat Rossa dalam hati.


"Halo.....!!!" Ucap Rossa dengan penuh kemarahan tanpa melihat siapa yang menelponnya.


"Hai sayang, kenapa kau marah?" Tanya Papa Mike kepadanya.


Rossa langsung merubah suaranya dengan cepat saat dia mendengar ternyata dia dengar adalah suara Papa Mike.


"Aku minta maaf sayang. Oh ya, kenapa kau menelpon ku?" Tanya Rossa kali ini dengan suara yang terdengar begitu manja.


"Sayang, aku ingin kau pergi ke resort untuk memeriksa kondisi Mike. Aku khawatir padanya karena menurut Brandon, dia tengah bersedih." Ucap Papa Mike.


Rossa tersenyum mendengar perintah yang diberikan Papa Mike padanya.


"Tenang lah sayang, aku akan pergi memeriksa keadaan Mike nanti." Balas Rossa.


Papa Mike saat ini memang tengah pergi ke suatu tempat, itulah kenapa dia tidak bisa menemani Mike.


Setelah panggilan berakhir, Rossa menggigit bibirnya. Dia memikirkan apa yang baru saja dia alami, ternyata apa yang terjadi padanya tadi, semuanya hanyalah mimpi.


30 menit berlalu sebelum Rossa akhirnya tiba di tempat Mike. Setelah membuka kamar Mike, dia langsung merasa bahwa tubuhnya begitu panas. Dia seperti sudah melihat adegan yang ada dalam mimpinya. Mike perlahan membuka matanya untuk melihat siapa yang membuka pintu. Tapi dia begitu mabuk dia pun menutup matanya lagi.


Memikirkan balas dendamnya, Rossa membuka perekam video dan menaruh ponselnya di sudut yang terbaik dari kamar itu. Hal itu semua hanya bisa membuat orang yang menonton video itu nantinya bisa melihat wajahnya jika dia mendekat ke arah ponsel.


Rossa lalu membuka pakaiannya kemudian mendekat ke arah Mike seperti yang terjadi dalam mimpinya.


Bersambung...