
Bab 8
Keesokan paginya
Sebelum berangkat kerja, pagi ini Nashita bangun lebih awal. Nashita pergi berbelanja ke pasar dia ingin membeli sayur mayur dan lauk pauk untuk sarapan.
Nashita akan membuat sarapan untuk dirinya dan Rendy. Nashita memasak capcay dan omelet telur.
Selesai memasak Nashita membawa masakannya itu ke kamarnya Rendy.
Tok.. Tok.. Tok! Nashita mengetuk pintu.
"Rend! Rendy!" panggil Nashita.
Tak berapa lamapun Rendy membukakan pintu.
Tanpa dipersilahkan, Nashita nyelonong begitu saja masuk ke dalam kamar.
"Aku masak capcay dan omelet ! sarapan bareng yu!" ajak Nashita kepada Rendy lalu dia menata masakannya di meja.
"Sebentar ya, aku ngambil nasi dulu," ucap Nashita.
Tak berapa lama Nashita sudah kembali membawa nasi.
Rendy hanya diam saja dia hanya memperhatikan tindak tanduk Nashita.
Rendy masih enggan bicara pada Nashita dia masih kesal kepada Nashita.
Nashita mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk Rendy juga untuk dirinya.
"Ayo, Rend, dimakan!" ucap Nashita seraya menyodorkan piring berisi nasi dan lauk pauknya kepada Rendy.
Rendy menerimanya dan langsung melahapnya.
Nashita mengulas senyum senang melihat Rendy yang sepertinya menyukai masakannya.
Selesai makan, Nashita membereskan sisa - sisa makanan dan mencuci piring kotor di tempat Rendy. Selesai mencuci piring dia kembali duduk bersama Rendy.
"Rend, kamu marah ya sama aku?" tanya Nashita kepada Rendy.
"Enggak! Ngapain marah?" jawab Rendy tanpa menoleh kepada Nashita, dia asyik dengan benda pipih yang dipegangnya.
Sekilas Rendy melihat bibir Nashita yang seperti itu, Rendy gemas dibuatnya.
Rendy meletakkan handphonenya di meja, sesaat Rendy menghela nafas pelan.
Nash, aku tuh, sayang sama kamu, aku tuh, mengkhawatirkan kamu.
"Aku sudah bilang sama kamu, jauhi Farhan! Dia itu mau menikah, tapi kamu mengabaikanku, kamu tetap bertemu dia."
"Bagaimana jika terjadi sesuatu sama kamu, bagaimana jika…. kamu hamil!?
Apa dia mau bertanggung jawab? Aku yakin tidak! Dia hanya manfaatin kamu!" Omel Rendy.
Nashita terperangah mendengar perkataan Rendy, dia tidak menyangka Rendy memikirkannya sejauh itu.
" Maaf! " ucap Nashita seraya menundukan kepala. Nashita juga kesal pada dirinya sendiri, dia belum bisa melupakan Farhan. Nashita terisak menangisi dirinya sendiri.
Melihat Nashita menangis, Rendy merasa bersalah karena sudah ngomel-ngomel pada Nashita.
"Nash, jangan menangis! Aku tidak bermaksud menyalahkanmu, aku tidak bermaksud membuatmu tertekan, aku hanya tak ingin kamu mengambil jalan yang salah yang nantinya akan merugikan kamu," ucap Rendy sembari mengelus punggung Nashita dengan lembut.
"Huaaaa…. Hiks.. Hiks.. Nashita semakin kencang menangis.
"Ssst… Nash udah dong diam! Berhenti nangisnya! Nanti dikira orang aku KDRT sama kamu," ucap Rendy menenangkan Nashita agar berhenti menangis.
"Aku benci pada diriku sendiri, Rend. Aku tidak tahu harus bagaimana, agar bisa melupakan Farhan?" ucap Nashita sambil mengusap air mata dan ingusnya dengan tisu yang disediakan Rendy.
"Rendy menghela nafas pelan, " Tidak apa-apa pelan-pelan saja, aku akan membantumu. "
" Yang terpenting kuatkan hati kamu, jangan lemah." Dan jauhi dia!" ujar Rendy seraya membawa Nashita kedalam dekapannya.
Nashita merasa tenang dan nyaman didekap oleh Rendy. Meskipun umur Rendy lebih muda dua tahun darinya, tapi Rendy bisa diandalkan, disaat Nashita sedang merasa terpuruk.
"Udah! drama nangisnya, stop dulu! Udah siang waktunya berangkat kerja, ucap Rendy seraya melepaskan dekapannya.
Nashita mengukir senyum dan menganggukan kepala.
Jika suka silahkan di like.. Makasih.