Nashita

Nashita
Jalan - Jalan Ke Bandung



Bab 9


Tiga hari berlalu


"Nash, hari ini pernikahannya Farhan kita semua diundang sama dia, kamu mau datang menghadirinya?" tanya Rendy dengan hati-hati.


Nashita nampak sedang berpikir, Enggak ah! Males!" jawabnya sembari menggelengkan kepala.


"Kalau kamu tidak datang, aku juga gak mau datang," ujar Rendy.


"Kok gitu?" tanya Nashita.


"Enggak apa-apa!" jawab Rendy.


"Besok kamu libur ya?" tanya Rendy.


" Iya," jawab Nashita singkat.


"Main ke Bandung yu!" ajak Rendy.


"Besok kamu kan, enggak libur!? "


" Gampang lah itu, bisa diatur! Aku bisa minta ijin sama Boss! " ucap Rendy dengan sombong.


" Terserah lah! Aku ikut aja, aku butuh refresh! "ucap Nashita.


" Kerja! Kerja! Jangan ngobrol aja" seru Mia salah satu karyawan di restoran itu.


Mia tidak suka melihat kedekatan Nashita dan Rendy, dia menyukai Rendy. Mia cemburu pada Nashita.


Nashita dan Rendy tidak mempedulikan ocehan Mia, mereka pun melanjutkan pekerjaan masing - masing.


🌻🌻🌻


Keesokan harinya


Pagi - pagi sekali Rendy dan Nashita telah bersiap-siap untuk berangkat ke Bandung.


Nashita terkejut bukan Main karena Rendy membawa Mobil sedan yang mewah berwarna merah.


"Mobilnya siapa ini?" tanya Nashita.


"Mobilnya teman, aku pinjam," jawab Rendy.


"Temanmu baik ya? Kok, percaya begitu saja sama kamu?"


"Ya, iya lah! Rendy gitu."


" Yuk masuk! " ajak Rendy seraya membuka pintu mobil untuk Nashita.


Setelah keduanya masuk dan mengenakan seat belt, Rendy pun melajukan mobil sedan mewah berwarna merah itu.


Nashita sangat mengagumi mobil tersebut.


"Mobilnya bagus banget!" seru Nashita girang.


Rendy hanya tersenyum mendengar ocehan Nashita.


"Aku sering naik mobil bagus, tapi menurutku ini yang paling bagus!" seru Nashita.


"Aku baru tahu, ternyata kamu pintar menyetir," ucap Nashita.


Rendy hanya tersenyum mendengar perkataan Nashita.


Nashita merasa nyaman berada dalam mobil itu, kursinya lembut, wangi, dan sejuk. Ditambah Rendy sangat mahir dalam menyetir.


Saking nyamannya Nashita tertidur di dalam mobil. Rendy tersenyum lebar melihat Nashita terlelap.


Beberapa jam kemudian mobil sedan yang dikendarai Rendy telah sampai di Bandung.


Mobil Rendy mendarat cantik di sebuah restoran legendaris di jalan Braga.


Rendy ingin mengajak Nashita makan siang terlebih dulu. Jadi tempat yang pertama kali dikunjungi adalah restoran yang konon katanya paling tua dan ikonik di Bandung.


"Nash!" panggil Rendy seraya menepuk pipi halus Nashita dengan lembut.


Nashita mengerjapkan matanya, "Hah!? Sudah nyampe ya?" tanyanya.


"He'em, ayo turun! Tapi jangan lupa, lap dulu tuh ilernya!" ucap Rendy dengan wajah seriusnya.


Sontak Nashita terkejut dan merasa malu, lantas dia mengambil tisu yang ada di dashboard dan mengelap mulutnya sembari bercermin di kaca spion.


" Mana? Gak ada gitu ilernya!" seru Nashita.


"Hahahah… padahal bo'ong! Rendy terbahak-bahak merasa lucu melihat ekspresi Nashita yang kebingungan.


"Ishh.. Kamu itu ya!" seru Nashita sembari memukul lengan atas Rendy.


Setelah merapikan diri Nashita turun dari mobil, kemudian mengikuti Rendy masuk ke dalam restoran.


Restoran sangat ramai siang itu,


sehingga sulit mendapatkan tempat duduk.


Beruntung ada pengunjung yang sudah selesai makan, Rendy bergegas mengajak Nashita untuk duduk ditempat yang baru saja kosong.


Nashita memesan steak khas restoran tersebut dan Lipton Ice untuk minumnya. Begitu juga dengan Rendy dia memesan steak dan Americano untuk minumnya.


Selesai makan, mereka duduk - duduk sebentar sekedar melepas lelah.


"Waktu kita disini cuma sebentar, paling tinggal beberapa jam lagi, jadi kita hanya bisa jalan-jalan di sekitar jalan Asia - Afrika saja," ucap Rendy.


Nashita menganggukan kepala seraya berkata, "Baiklah kita mulai jalan-jalannya!" seru Nashita dengan semangat.


"Kamu tunggu sebentar, aku akan bayar dulu," ucap Rendy seraya bergegas menuju kasir.


"Rend, patungan ya!" ujar Nashita seraya menyerahkan uang ratusan beberapa lembar.


"Tidak perlu ! Kamu simpan saja uang itu, biar aku yang bayar semuanya."


"Ck…! udah gak usah dipikirin, aku ada uang!" ucap Rendy segera meninggalkan Nashita.


"Ck..! Dapat uang darimana dia?" Nashita heran melihat uang Rendy banyak, padahal gaji sebagai pelayan restoran mana cukup buat traktir-traktir di restoran seperti ini. Bisa- bisa jatah uang makan untuk seminggu habis dalam satu hari.


Selesai membayar, Rendy mengajak Nashita pergi dari restoran itu, Rendy mengajak Nashita ke jalan Asia-Afrika.


Rendy dan Nashita menelusuri jalan Asia - - Afrika. Rendy dan Nashita nampak keren memakai kaca mata hitam.


Panas terik matahari tak menyurutkan semangat Nashita untuk berselfi ria di tempat itu.


Museum, bangunan-bangunan heritage, tidak luput dari jepretan kamera handphone Nashita bahkan Nashita seperti anak kecil berfoto dengan badut, transformer dan berfoto dengan orang yang memakai kostum hantu.


"Sudah puas foto - fotonya?" tanya Rendy.


"iya!" ucap Nashita riang.


Rendy tersenyum, dia sangat senang melihat Nashita bahagia seperti itu.


"Ayo, kita ke Alun-Alun Bandung sekalian mampir ke Masjid Raya Bandung," ajak Rendy seraya menuntun tangan Nashita.


Hanya membutuhkan waktu sebentar, mobil yang di kendarai Rendy telah terparkir di Alun-Alun Bandung.


"Alun-Alun Bandung sangat bersih ya, sangat nyaman untuk bersantai," ucap Nashita seraya mendudukan bokongnya dengan bersila di rumput sintetis.


Setelah puas berfoto dan puas menikmati pemandangan di sekitar Alun-Alun, Rendy dan Nashita beranjak dari tempat itu menuju ke Masjid Raya Bandung untuk menunaikan sholat ashar.


Selesai sholat, Nashita pun mengabadikan keberadaannya di area masjid dan seperti biasa Rendy lah yang menjadi fotografer dadakan. Masjid Raya Bandung terkenal dengan dua menara kembar yang tinggi-tinggi.


Nashita terlihat mengenakan kerudung pashmina saat berfoto di antara menara masjid tersebut.


"Cantik!" ucap Rendy seraya memfoto Nashita menggunakan handphonenya.


"Lanjut yuk!" ajak Rendy pada Nashita.


"Kemana lagi?" tanya Nashita.


"Pokoknya kamu Ikut aja!" ucap Rendy tak lupa menuntun Nashita menuju tempat di mana mobilnya terparkir.


Mobil yang dikendarai Rendy telah sampai di sebuah pusat perbelanjaan pakaian.


"Haduh…! Ngapain kesini?" tanya Nashita.


"Kita beli baju lah!" jawab Rendy.


"Gak usah deh! Aku gak punya uang!" ucap Nashita.


"Udah gak usah khawatir! Cepat turun!" perintah Rendy pada Nashita.


Dengan ragu, akhirnya Nashita turun dari mobil sedan itu.


Rendy menggandeng tangan Nashita memasuki pusat perbelanjaan itu.


"Kamu pilih aja yang kamu suka," ucap Rendy.


"Gak usah Rend!" nanti uang kamu habis.


"Udah jangan kebanyakan mikir!" ucap Rendy seraya membawa Nashita ke tempat pakain wanita.


Nashita hanya diam,dia tidak berani memilih.


"Ya udah, biar aku pilihkan ya?" tanya Rendy seraya memilih - milih pakaian untuk Nashita dengan menempelkan pakai-pakaian itu di punggung Nashita.


"Rend, gak usah! Nanti uang kamu habis!"


"Aku habis dapat warisan! Uangku banyak! Jadi kamu gak usah khawatir, " ucap Rendy asal.


Karena dipaksa terus - terusan akhirnya Nashita memilih kaos dan kemeja wanita.


Tak disangka Rendy menambahkan beberapa kaos dan kemeja dengan motif dan warna warna yang berbeda.


Selain pakaian Rendy juga membelikan Nashita sepatu, sandal, jaket, topi dan beberapa aksesoris wanita lainnya. Rendy juga membeli banyak untuk dirinya.


Nashita tercengang sekaligus ngeri karena total yang harus dibayarkan semuanya berjumlah 10 juta.


"Rend, kamu yakin bisa membayarnya? " bisik Nashita pelan sembari memegang tangan Rendy.


Rendy tersenyum, seraya mengeluarkan sebuah kartu dari dompetnya dan menyerahkannya kepada kasir.


Selesai membayar, Rendy mengajak Nashita pergi dari tempat itu. Nashita hanya menuruti dengan hati yang bertanya - tanya, Nashita heran dengan Rendy yang banyak uangnya.


Rendy memasukan semua belanjaannya ke dalam bagasi mobil.


"Nash, kita langsung balik ke jakarta ya? Agar tidak kemalaman," ucap Rendy.


"Iya." ucap Nashita singkat.


Malam itu juga mereka kembali ke Jakarta setelah sholat magrib dan makan malam.


"Good bye.. Bandung!" seru Nashita.


Hari ini Nashita sangat bahagia, Nashita merasa puas bisa jalan - jalan di kota Bandung, terlebih ditemani Rendy yang selalu siaga disampingnya.


Banyak sekali yang dilakukan Rendy hari ini untuk membuat Nashita bahagia.


Bahkan Farhan saja kekasihnya, eh salah, mantan Kekasihnya, tidak pernah membuat Nashita sebahagia ini.


Diam - diam Nashita mulai menyukai Rendy dan mengagumi Rendy.


Penampakan Masjid Raya Bandung



R


Rendy si cowok imut, ganteng dan baik hati.