
Bab 21
Pukul 7 malam.
Nashita baru keluar dari garmen, dia dan teman - temannya, baru saja menyelesaikan pekerjaannya.
Teman - teman Nashita satu tim telah pulang ke rumah masing - masing, karena kebanyakan dari mereka rumahnya berasal dari sekitar garmen. Tinggalah Nashita sendirian yang masih menunggu angkot lewat.
"Aduuh! Sial banget sih hari ini. Sepeda motor di bengkel, dimarahin mister, sekarang mau pulang, angkotnya susah!" rutuk Nashita dalam hati.
Tin… tin.. tin
Tiba - tiba sebuah mobil berwarna kuning berhenti di depan Nashita.
"Nashita! Ayo ikut saya! Percuma kamu nunggu angkot, angkotnya tak akan lewat kalau malam," ucap seseorang dari dalam mobil.
Nashita sangat hafal dari pemilik suara dan mobil tersebut, "Mister galak!" batinya.
"Tidak! terima kasih mister, saya nunggu angkot saja," tolak Nashita. Sebenarnya bisa saja Nashita memesan ojek online, akan tetapi di area tersebut ojek online dilarang keras.
"Baiklah! Silahkan nunggu angkot sampai pagi,!" seru Mister Hyun Bin seraya melajukan mobilnya perlahan.
Deg!
" Sampai pagi? Nggak..! Nggak! " batinnya.
Nashita sangat bimbang dia sungkan kalau harus ikut mobil sang manajer, tapi jika tidak ikut, bisa-bisa gak dapat angkot. Mana jalanan sudah sangat sepi.
Saat masih berkecamuk dalam hati, tiba-tiba suara klakson mengagetkannya.
Tin… tin… tin
"Eh, copot!" seru Nashita yang tiba-tiba menjadi latah sembari memegang dadanya.
"Saya hitung sampai tiga kalau tidak segera naik ke mobil, saya tinggal! Dan Kamu sampai pagi di sini!" seru Mister Hyun Bin. Yang ternyata dia memundurkan mobilnya kembali.
" Eh iya, Mister saya ikut! "ucap Nashita lalu dia segera masuk ke dalam mobil.
Setelah Nashita duduk dan memakai seat belt, Mister Hyun Bin melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalanan yang sepi.
"Mudah dibohongi juga gadis ini! " batin Mister Hyun Bin dengan seringai tipis di bibirnya yang seksi dan merah bak memakai lipen. Padahal pada kenyataannya sampai pukul sembilan masih ada angkot yang lewat.
"Kamu sudah makan?" tanya Mr Hyun Bin seraya menoleh ke arah Nashita.
"Ya nanti, jika sampai di rumah saya makan Mister," jawab Nashita.
"Gara - gara kelamaan nungguin kamu, saya jadi lapar!" ujar Mr Hyun Bin.
"Ya Mister?" Nashita ingin memastikan maksud dari perkataan Mr. Hyun Bin.
Ck..! Gara - gara kamu kelamaan naik ke mobil, saya jadi lapar, kamu harus tanggung jawab,!" ucap Mr. Hyun.
Nashita terpelongo mendengar ocehan Mr. Hyun.
" Sudah! sudah! jangan bengong, ikut saya! Temani saya makan! "
Glek!
Nashita menelan air liurnya," Ada - ada saja nih, Mr. Korea! Minta ditemani makan segala, " gumamnya dalam hati.
Tidak sampai 30 menit, mobil yang ditumpangi Nashita berbelok ke sebuah area restoran siap saji. Padahal Nashita belum sempat menjawab iya atau tidak.
"Ii.. Ya! Mister," sahut Nashita seraya turun dari mobil tersebut.
Nashita mengekor di belakang Mr. Hyun seperti anak bebek mengikuti induknya.
"Duduklah di sana! Saya pesan dulu makanannya," ucap Mr. Hyun seraya menunjuk tempat duduk di pojokan. Tempat duduk yang ditunjuk Mr. Hyun hanya bisa menampung dua orang.
Nashita mengangguk, lalu dia pergi menuju tempat duduk yang ditunjuk Mr. Hyun.
Tak berapa lama Mr. Hyun menghampiri Nashita, lalu duduk di depannya Nashita.
Nuansa canggung sangat dirasakan Nashita saat ini, Nashita menjadi salah tingkah. Bagaimana tidak salah tingkah? lah wong orang yang duduk di depannya adalah atasannya yang super galak di tempat kerjanya, yang hampir setiap hari membuat jantungnya seolah-olah mau copot.
Setelah menunggu hampir satu jam, pesanan pun sudah datang, di meja sudah terhidang, " Beef Spaghetti" dua porsi, "Meat Lovers Cheesy Mayo", satu loyang ukuran sedang, "Strawberry Milkshake" satu gelas, dan "Caffe Latte" satu cangkir.
"Silahkan menikmati!" ucap salah satu pramusaji restoran pizza hot tersebut dengan ramah dan ceria.
"Terimakasih!" ucap Mr. Hyun sembari tersenyum manis, semanis strawberry milkshake yang ada di hadapan Nashita
Sekilas Nashita melihat senyuman manis sang manajer, Nashita sangat kagum dibuatnya. Bagaimana nggak kagum dan terpesona, senyumannya itu lho, sangat manis memperlihatkan deretan gigi putih yang berbaris rapi. Dan apa itu? Si Mister punya lesung pipit! Alamak, ganteng banget!
Nashita serasa mendapatkan jackpot, karena baru pertama kali melihat senyumnya Si Mister.
"Sama - sama!" balas sang pramusaji seraya berpamitan undur diri.
Hey,..! Ngapain lihat - lihat saya naksir ya? Sentak Mr. Hyun.
"Eh, tidak! Mister " Nashita tergagap.
"Ayo dimakan! Harus habis!" perintah Mr. Hyun.
Mata Nashita berbinar - binar menatap makanan yang terhidang di meja, karena semenjak di Sukabumi dan semenjak pensiun menjadi kekasih Rendy dia belum pernah lagi menginjakan kakinya di restoran siap saji seperti di Pizza Hot.
Dengan ragu bin sungkan , Nashita memakan Beef Spaghetti.
"Tidak usah malu - malu! Makan saja dan habiskan semua!" ujar Mr. Hyun.
Nashita tersenyum kikuk, maunya sih, Nashita langsung melahap Makanan berkalori tinggi yang menggugah selera itu.
Tapi, enggalah! Nashita harus jaga image (jaim) di depan atasannya itu.
Ternyata setelah menghabiskan satu porsi spaghetti dan dua potong pizza, Nashita sudah merasa kekenyangan.
"Saya sudah kenyang mister!" ucap Nashita seraya mengusap perutnya yang terasa hampir meledak.
Mr. Hyun terkekeh, Kuat juga kamu kalau makan, saya saja yang cuma makan spaghetti sudah merasa kekenyangan apalagi kalau ditambah dua potong pizza," ucap Mr. Hyun agak mencemooh.
Nashita tersipu mendengar perkataan Si Mister. Nashita jadi salah tingkah, ya malu lah! Badannya ramping tapi makannya banyak.
" Rumahmu di mana? " tanya Mr. Hyun.
" Perum Pesona Pangrango Indah, Mister!" jawab Nashita.
"Oo… baiklah! ayo, saya antar pulang!"
"Terima kasih mister!" ucap Nashita dengan riang. Bagaimana tidak riang dan senang, sudah ditraktir makan enak, lalu diantar pulang, sama orang ganteng pula.