
Bab 10
Empat bulan berlalu.
Semenjak pulang jalan-jalan dari Bandung, Rendy dan Nashita menjadi lebih dekat.
Dengan kegigihan Rendy Perlahan - lahan Nashita mulai menerima Rendy.
Nashita sudah mulai melupakan Farhan. Nashita sudah membuka hatinya untuk Rendy.
Dikarenakan peraturan Restoran melarang para karyawan berpacaran dengan sesama pegawai, Rendy mencarikan Nashita pekerjaan di restoran lain.
Nashita mendapatkan pekerjaan di restoran yang katanya salah satu satpamnya kerabat jauh Rendy.
Selain itu, Rendy ingin menjauhkan Nashita dari Farhan, Rendy tahu Farhan tidak akan berhenti mengejar Nashita walaupun sudah diancam.
Nashita merasa nyaman bekerja di tempat baru, dia memiliki atasan dan teman - teman yang baik.
Setiap hari Rendy selalu mengantar - jemput Nashita ke tempat Nashita bekerja.
Terkadang Nashita heran dengan Rendy yang selalu punya waktu untuk mengantar - jemputnya. Tapi Nashita tidak mau ambil pusing. Toh! yang terpenting dia merasa aman saat pulang malam.
🌷🌷🌷🌷
Siang itu Nashita sedang beristirahat untuk makan siang di ruang karyawan.
"Nash! Di luar Ada seorang laki-laki mencarimu," ucap Mira teman Nashita di restoran itu.
"Siapa ya?" tanya Nashita heran seraya mengernyitkan dahinya.
"Entahlah! Temui saja! Dia menunggumu di pos satpam," ucap Mira seraya meninggalkan Nashita.
Nashita pun keluar untuk menemui orang itu. Nashita melihat punggung orang itu, tapi dia tidak bisa mengenalinya karena orang itu memakai jaket dan topi.
"Permisi?" sapa Nashita seraya menghampiri orang itu.
Orang itu menoleh kepada Nashita dan tersenyum lebar.
"Kamu? Ngapain di sini?" tanya Nashita heran.
"Ada apa? Cepat katakan, aku harus kembali bekerja!" ucap Nashita agak ketus.
Farhan menghela napas, Farhan bisa merasakan jika Nashita kurang bersahabat kepadanya.
"Aku butuh uang, aku mau pinjam sama kamu," ucap Farhan.
"Ck..! Kenapa pinjam kepadaku?" tanya Nashita.
"Karena aku yakin hanya kamu yang bisa menolongku," ucap Farhan dengan tatapan melasnya.
"Buat apa sih uang itu?" tanya Nashita.
"Adella melahirkan secara Sesar, aku butuh uang untuk membayar biaya operasi dan juga butuh biaya untuk pemakaman putriku yang meninggal saat dilahirkan," ucap Farhan sedih, matanya berkaca-kaca.
"Kenapa tidak pinjam sama orang tua kamu atau orang tuanya istrimu, atau pamannya Adella bukankah mereka orang yang cukup berada," tanya Nashita heran.
"Aku malu, karena saat aku memutuskan untuk menikah dengan Adella aku berjanji tidak akan merepotkan mereka," ucap Farhan.
"Tolonglah Nash!" aku hanya pinjam 5 juta saja, untuk menambah biaya operasinya istriku, aku janji bulan depan akan aku kembalikan," ucap Farhan memohon kepada Nashita seraya memegang tangan Nashita.
Nashita menatap lekat wajah Farhan, Nashita merasa kasihan pada Farhan, Nashita yakin Farhan benar - benar membutuhkan uang itu.
Sebagai manusia tentunya Nashita harus menolong.
"Tunggulah sebentar!" ucap Nashita kepada Farhan seraya melepaskan genggaman Farhan, kemudian dia pergi meninggalkan Farhan.
Tak berapa lama Nashita kembali, "Aku tidak punya uang Cash! Pakailah ATM- ku ini, isinya ada 6 juta, tapi ingat segera kembalikan!" ucap Nashita seraya menyerahkan kartu ATM tersebut.
Ya, dari dulu, saat mereka pacaran Nashita sudah terbiasa meminjamkan ATM - nya kepada Farhan.
Nashita percaya pada Farhan, karena Farhan selalu mengembalikannya tepat waktu, bahkan Farhan selalu mengembalikannya dua kali lipat.
"Terimakasih Nash! Aku janji, aku akan segera mengembalikannya," ucap Farhan senang bukan main.
"Aku pamit ya, Nash, aku akan segera ke rumah sakit untuk membayar biaya operasi Adella," ucap Farhan dengan mata berbinar - binar seraya meninggalkan Nashita.
Nashita menatap punggung Farhan, sampai punggung itu tak terlihat lagi, lalu dia pun kembali ke dalam.