Nashita

Nashita
Di Pecat!



Bab 14


Siang itu di Restoran Pelangi di mana Nashita bekerja.


"Nash! Dipanggil Bu Bos di ruangannya," kata Diana teman Nashita di restoran itu.


Deg!


"Haduh ada apa ya?" ucap Nashita dalam hati.


"Iya! Terimakasih, Aku akan segera menemui Bu Bos," ucap Nashita.


Belum apa-apa Nashita udah deg-degan, jantungnya bertalu-talu. Sumpah Nashita gugup bertemu Bu Felly.


Tok… Tok… Tok..


Nashita mengetuk pintu ruangan Bu Felly.


"Masuk!" seru Bu Felly dari dalam.


Ceklek!


perlahan Nashita membuka pintu, dengan ragu, dia mendekati Bu Felly.


" Ibu mencari saya? " dengan takut-takut Nashita bertanya.


"Hem, duduklah!"


" Suasana terasa mencekam dan dingin gini ya? " batin Nashita.


" Kamu saya pecat! Mulai hari ini tidak perlu bekerja lagi di sini! Tanpa ba bi bu, Bu Felly langsung mengatakannya kepada Nashita.


Duarr!


Bagai disambar petir, seketika tubuh Nashita lemas . Dia syok mendengar perkataan Bu Bosnya.


"Salah saya apa Bu?" tanya Nashita dengan bibir bergetar, Nashita tidak terima dipecat dengan tiba-tiba tanpa tahu kesalahannya apa?


"Karena aku tidak menyukaimu!" ujar Bu Felly.


"Aku tidak suka Rendy berhubungan dengan gadis seperti kamu," imbuhnya.


"Kamu gak pantas bersama adik saya, kamu terlalu biasa untuk Rendy."


"Rendy itu, pewaris keluarga Bastian, jadi pasangannya pun harus dari kalangan yang sama. "


"Saya tahu, kamu hanya lulusan sekolah menengah atas, sedangkan Rendy, dia lulusan sarjana Di Amerika."


Sesak dada Nashita, panas kuping Nashita mendengar perkataan Bu Felly yang merendahkannya.


Tapi Nashita hanya bisa diam saja dia tidak mampu membalas perkataan Felly, Bu Bosnya itu.


Karena Nashita merasa apa yang dikatakan Bu Felly benar. Dia merasa tidak pantas bersama Rendy.


"Baiklah! Kalau itu memang maunya anda, saya juga tidak akan memaksakan cinta yang tidak sepadan menurut anda."


" Saya permisi! Mulai hari ini saya berhenti bekerja!" ucap Nashita seraya beranjak meninggalkan ruangan itu.


" Tunggu! Saya bukan orang yang kejam! Yang memecat karyawannya tanpa uang pesangon. Uang pesangonmu akan segera ditransfer oleh bagian keuangan, dan ingat jauhi Rendy! Kalau kamu tetap bersamanya, saya akan pastikan, hidup kamu tidak akan tenang,"ucap Felly tegas ,mengancam tanpa menoleh lagi pada Nashita.


" Terimakasih!" Balas Nashita kemudian dia benar - benar meninggalkan ruangan itu dengan perasaan campur aduk.


Setelah berpamitan dengan teman-temanya Nashita meninggalkan Restoran Pelangi dengan perasaan sedih.


Teman - teman Nashita sebenarnya merasa kasihan dengan Nashita, tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa.


Nashita meninggalkan Restoran Pelangi dengan perasaan yang perih, masih terngiang- ngiang perkataan bu Felly yang merendahkannya.


Nashita menghela nafas panjang lalu menghembuskannya secara perlahan, air mata yang ditahan sejak tadi akhirnya menyebrang juga di pipi mulusnya. Nashita mengusap air matanya dengan tisu yang selalu tersedia di tasnya.


"Kok gini amat ya kisah cintaku?" gumam Nashita seraya tersenyum getir.


Siang itu Nashita menggunakan ojek online yang dipesannya , menuju kosan.


Di kosan


Nashita termenung sendirian di kamar kosnya, dia memikirkan, langkah apa yang akan dia ambil selanjutnya.


Haruskah dia meninggalkan Ibu kota dan kembali ke tanah kelahirannya?


Haruskah dia meninggalkan ibu kota tempat dia mencari uang?


Atau tetap tinggal di ibu kota dan mencari pekerjaan baru, tapi kalau dia tetap di sini pastinya akan bertemu Rendy kembali.


Terus apa kata Rendy? jika dia pergi begitu saja tanpa pamit.


Kalau dia pamit, bagaimana cara menjelaskannya? Apa alasan yang dia katakan pada Rendy?


Apa jadinya jika dia menceritakan apa adanya kepada Rendy?


Itulah pertanyaan - pertanyaan yang ada di kepala Nashita.