
Bab 26.
Nashita mendadak jadi gugup, keringat dingin keluar dari telapak tangannya, padahal selama seminggu ini dia telah berlatih untuk mengatakannya.
Nashita menghela nafas panjang lalu menghembuskannya secara perlahan, itu dilakukan untuk mengusir rasa gugupnya.
"Jawabannya, saya mau jadi kekasih Mister!" ucap nashita pelan.
"Apa? Saya tidak dengar!" ucap Mr. Hyun.
"Saya mau jadi kekasihnya Mister!" seru Nashita cukup lantang.
Mr. Hyun tersenyum lebar, dia sangat senang mendengar jawaban dari Nashita.
"Hiyess…!" serunya dengan senyum sumringah.
Kemudian Mr. Hyun menggenggam kedua tangan Nashita dengan erat.
"Terima kasih karena sudah mau menerima saya jadi kekasih kamu," ucapnya riang seraya memasangkan sebuah cincin berlian bermata satu, 24 karat, di jari manis Nashita.
Nashita tercengang melihat cincin berlian yang tersemat di jari manisnya yang lentik.
" Apa ini? " tanya Nashita.
" Itu hadiah buat kamu! " jawab Mr. Hyun.
Nashita senang bukan main mendapatkan hadiah mewah dari Mr. Hyun, yang kini telah menjadi kekasihnya.
Perempuan mana yang tidak senang jika sering diberi hadiah seperti itu.
Bukan tanpa alasan Nashita menerima cinta sang manajer, selama seminggu ini Nashita sudah memikirkannya dengan baik-baik, selama ini di mata Nashita, Mr. Hyun adalah pria dewasa yang sangat baik, romantis, perhatian, tidak pelit, ganteng, meskipun agak galak tapi tegas menurut Nashita. Semua yang diinginkan wanita ada dalam diri Mr. Hyun.
Dengan lembut, Mr Hyun mengusap jemari Nashita lalu menciumnya.
Dengan lembut mata sipitnya menatap mata indah Nashita.
Cup!
Mr. Hyun mencium kening Nashita.
Cup! Cup!
Lalu mencium pipi kanan dan kiri Nashita.
Nashita tersipu malu dicium Mr. Hyun.
Cup!
Bibir seksi berwarna merah itu tanpa permisi menabrakan diri ke bibir Nashita.
Sontak Nashita terperangah dibuatnya, peristiwa barusan membuat Nashita seolah-olah tersengat aliran listrik bertegangan rendah.
Mr. Hyun mengukir senyum, dia sangat bahagia karena pada akhirnya Nashita menjadi miliknya.
Rasanya tidak cukup mengecup bibir Nashita hanya satu kali. Sepertinya Mr. Hyun ketagihan dengan bibir manis Nashita yang beraroma strawberry itu, Kembali dia mengecup bibir Nashita penuh perasaan.
Kecupan itu berubah menjadi sebuah ******* yang sangat lembut. Pada awalnya Nashita hanya diam saja, tapi lama-kelamaan dia tidak tahan juga untuk tidak mengimbanginya. C*uman pun berbalas, bertaut, dan pada akhirnya mereka berdua tenggelam dalam ciuman hangat. Terbuai dalam cinta yang bergelora.
C*uman berakhir saat mereka merasa udara telah menipis. Mereka melepas pagutan itu.
Mereka sama-sama menghela nafas panjang, seolah - olah mengambil kembali udara yang hampir habis.
"I love you" ucap Mr. Hyun seraya mengulas senyum dan mengusap rambut indah, hitam, panjang milik Nashita.
"I love you too" ucap Nashita dengan malu-malu tapi mau.
"Nashita! Mulai saat ini kamu jangan panggil saya Mister," ucap Mr. Hyun sembari mempermainkan jari-jemari Nashita.
'Terus saya harus panggil apa?" tanya Nashita.
" Panggil saya Hyun saja! " sahut Mr. Hyun.
"Jika saat bekerja, saya tetap panggil Mister saja ya, karena sangat tidak sopan jika saya memanggil dengan sebutan Nama saja, dan tentunya akan membuat heran teman - teman saya ." ucap Nashita.
" Terserah! " ucap Mr. Hyun.
" Sudah malam, ayo kita pulang!" ajak Mr. Hyun.
"Baiklah, Mister!" ucap Nashita.
"Hyun! Panggil saya Hyun!" ucap Mr. Hyun seraya mencolek hidung mancung Nashita.
Nashita mengulas senyum, " Iya, Hyun. "
"Nah, begitu enak didengar," ucap pria berasal dari negeri gingseng itu.
Setelah membayar tagihan restoran tersebut, Mr. Hyun mengantarkan Nashita pulang ke kediaman orang tua Nashita.