Nashita

Nashita
Saya Istrinya!



Bab 31


Di luar banyak polisi yang sedang berjaga, polisi berhasil mengamankan situasi.


Komar dan teman-temanya berhasil dibekuk oleh polisi.


Beberapa warga sekitar berhasil diberi pengertian oleh pihak keamanan garmen.


Sebenarnya mereka tidak tahu menahu duduk perkara sebenarnya. Mereka hanya dihasut oleh Komar.


Komar mengatakan kepada warga kalau Mr. Hyun suka semena-mena terhadap karyawan. Jadi mereka hanya ikut - ikutan saja.


Mr. Hyun pun angkat bicara, menjelaskan permasalahannya, agar tidak ada lagi kesalahpahaman.


"Bapak - bapak saya minta maaf, jika saya selama menjadi manajer di perusahaan ini saya bersikap kasar. Tapi itu semua saya lakukan semata - mata agar para karyawan lebih disiplin dalam bekerja, semua saya lakukan untuk kemajuan perusahaan ini. Saya janji untuk kedepannya saya akan lebih berhati-hati lagi dalam bersikap, agar tidak ada yang tersakiti," ucap Mr. Hyun dengan bijak di hadapan para pendemo yang terdiri dari para pria.


Para pendemo manggut-manggut tanda mengerti dan menerima dengan apa yang dikatakan Mr. Hyun. Kemudian mereka juga meminta maaf kepada para karyawan karena sudah membuat suasana jadi tidak nyaman.


Akhirnya para pria yang membawa benda-benda tajam itu meninggalkan area perusahaan.


Sedangkan Komar dan beberapa temannya yang menjadi otak penyanderaan, digelandang ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.


Semua yang ada di area itu bernafas dengan lega, karena semua bisa diselesaikan dengan baik.


"Syukurlah semua bisa diatasi, ucap Mr. Hyun.


Setelah situasi terasa kondusif, semua yang ada di sana meninggalkan tempat itu menuju rumah masing - masing.


Tinggallah Nashita dan Mr. Hyun yang masih berdiri di sana.


" Kamu baik-baik saja? " tanya Mr. Hyun seraya menatap Nashita ingin memastikan keadaannya.


"Saya baik - baik saja, hanya jantung ini masih berdebar - debar, tadi sempat panik dan takut, bagaimana denganmu? "


"Saya juga tidak apa - apa, beruntung mereka bisa diajak bicara baik-baik, kalau tidak? Entahlah apa yang akan terjadi pada kita."


"Kamu pulang bareng saya aja!" ucap Mr. Hyun.


"Tinggalkan saja motornya di sini, pokoknya kamu saya antar! Jangan membantah!"


"Baiklah, baiklah!" ucap Nashita seraya mengerucutkan bibirnya.


"Nah, gitu dong!" ucap Mr. Hyun sembari terkekeh puas.


☘️☘️☘️☘️☘️


Seminggu berlalu, setelah kejadian itu garmen berjalan seperti biasa, para karyawan bisa bekerja dengan nyaman.


Mr. Hyun sudah tidak marah - marah lagi, dia akan menegur secara baik - baik jika ada karyawan yang melakukan kesalahan.


Mungkin dia belajar dari pengalaman yang sudah - sudah, karena kemarahan hanya akan menimbulkan suasana yang tidak nyaman.


Hubungan Nashita dan Mr. Hyun juga semakin intens. Satu sama lain saling tergantung, saling membutuhkan.


Akan tetapi hubungan mereka tetap dirahasiakan tidak ada satu pun teman Nashita yang tahu hubungan mereka.


🌼🌼🌼🌼🌼


Sepulang bekerja Mr. Hyun mengajak Nashita ke rumahnya, dia ingin memasak masakan korea untuk Nashita. Apalagi besok hari sabtu jadi tidak masalah pulang sedikit larut.


Sesampai di kediamannya Mr. Hyun, Nashita membantu Mr. Hyun mempersiapkan bahan - bahan untuk dimasak.


"Kita mau masak apa nih?" tanya Nashita.


"Yang gampang saja, kita masak Ramyeon!" jawab Mr. Hyun.


"Apa bisanya cuma itu saja?" ledek Nashita.


"Hehehe…. Iya! Lain kali saya belajar masakan korea yang lain," sahut Mr. Hyun seraya terkekeh.


Mereka berdua pun mulai memasak Ramyeon, Nashita membantu mencuci dan memotong sayurannya dan Mr. Hyun yang memasaknya.


Mereka terlihat sangat bahagia, layaknya sepasang kekasih yang sedang kasmaran, terkadang Mr. Hyun menggoda Nashita, sesekali mencium atau memeluk Nashita begitu pula sebaliknya, sesekali Nashita menggoda Mr. Hyun. Acara masak pun menjadi lama durasinya.