Nashita

Nashita
Jangan Cemburu



Bab 11


Sebulan berlalu


Seperti biasa, setelah mengantar Nashita Rendy bergegas menuju restoran tempat dia bekerja.


Saat akan masuk ke area restoran dia dihadang oleh Farhan.


"Rend, aku titip Kartu ATM - nya Nashita, aku tidak sempat mengembalikannya sendiri, tolong sampaikan terima kasihku kepada Nashita karena sudah meminjamkan uang kepadaku," ucap Farhan seraya menyerahkan kartu ATM tersebut.


"Han, tunggu! maksudnya apa ini?" tanya Rendy.


"Ck..! Panjang lebar ngomong ternyata tidak mengerti," ucap Farhan kesal.


"Gini ya Rend, Sebulan yang lalu aku pinjam uang pada Nashita 5 jt, dan Nashita meminjamkan ATM - nya padaku, nah, sekarang aku kembalikan ATM-nya dan sudah aku isi kembali seperti semula.


"Sudah mengerti? " tanya Farhan pada Rendy.


"Oh, kamu pinjam uang?" ucap Rendy dengan wajah datar sulit diartikan.


"Iya!" seru Farhan seraya meninggalkan Rendy yang masih mematung di tempatnya.


Tampak Rendy sedang berpikir sembari memperhatikan ATM milik Nashita.


"Dia kok, tidak bilang ya kalau uangnya dipinjam Farhan? Apa dia masih sering bertemu Farhan ya?" ucap Rendy dalam hati.


"Hey! Bengong aja lagi mikirin apa?" seru Mia seraya menepuk bahu Rendy.


Sontak Rendy terkejut," Ish! Ngagetin aja," " ucap Rendy seraya mengusap dadanya.


"Kamu tuh yang bengong aja! Ayo masuk!" ajak Mia kepada Rendy.


Mereka berdua pun beriringan masuk ke dalam restoran.


🌱🌱🌱🌱🌱


Sore hari


"Sore itu, seperti biasa Rendy menjemput Nashita. Nampak Rendy memasangkan helm untuk Nashita karena memang sudah menjadi kebiasaan Rendy setiap mengantar - jemput, Rendy selalu membantu Nashita memasang atau melepaskan helm.


Nashita tersenyum lebar saat Rendy memasangkan helm untuknya, "Makasih!" ucapnya riang.


Rendy hanya tersenyum tipis, lalu melajukan motor maticnya setelah memastikan Nashita duduk.


Dengan lincahnya Rendy melajukan motor maticnya, menerobos lalu - lintas yang padat.


Sampai akhirnya motor matic itu mendarat dengan sempurna di halaman kosan mereka.


Setelah mengunci motor Rendy dan Nashita berjalan beriringan menuju kamar masing-masing. Nashita agak heran dengan Rendy yang tidak banyak bicara sore ini. Biasanya ada aja yang diomongin.


Setelah membersihkan diri dan berdandan ala kadarnya, Nashita keluar kamar untuk menemui Rendy. Dia berencana mengajak Rendy untuk keluar, sekedar berjalan-jalan sore dan mencari makanan untuk makan malam.


Tanpa mengetuk pintu Nashita langsung masuk ke kamar kos Rendy. Nampak Rendy sedang duduk di kasurnya sambil bermain game.


"Rend keluar yuk! Cari makan!" Ajak Nashita seraya mendudukan bokongnya di samping Rendy.


" He'em" ucap Rendy Menganggukan kepala.


Rendy akan beranjak dengan maksud mengenakan jaket dan mengambil kunci motor.


"Tunggu Rend!" seru Nashita seraya memegang tangan Rendy agar kembali duduk.


"Ada apa?" tanya Rendy agak dingin.


"Sepertinya ada yang aneh deh sama kamu," ucap Nashita sambil menatap wajah Rendy.


"Dari tadi kamu diam saja! Apa kamu sakit?" selidik Nashita.


"Tidak!" Jawab Rendy singkat.


"Iya! Jangan bohong!" seru Nashita.


"Cerita sama aku," kalau tidak, aku tidak mau lagi peduli sama kamu, " ancam Nashita sambil mengerucutkan bibirnya dengan tangan bersedekap di dada.


Rendy menghela nafas kasar, lalu dia mengambil sesuatu di dompetnya.


"Ini kartu ATM-mu, tadi Farhan menitipkannya padaku, ucap Rendy seraya menyerahkan kartu itu pada Nashita.


" Oh, makasih ya, " ucap Nashita seraya mengambil kartu itu dan memasukkannya ke dalam dompet.


"Jadi kamu masih suka bertemu dengan Farhan?" selidik Rendy.


"Tidak! aku hanya bertemu sebulan yang lalu saat dia meminjam uang padaku, " jawab Nashita.


"Dan kamu meminjamkan ATM kamu? Kamu kok, masih saja percaya padanya,"


"Iya, aku kasihan padanya, dia butuh uang untuk menambah biaya operasi istrinya dan butuh uang untuk pemakaman putrinya," jawab Nashita apa adanya.


"Benar hanya kasihan? Bukan karena masih cin-"


"Rend! Kamu kok ngomongnya gitu sih? Aku benar-benar hanya merasa kasihan. Tidak lebih!" selak Nashita.


"Tunggu… tunggu… jangan - jangan, kamu diam saja dari tadi karena masalah ini,kamu cemburu ya?" goda Nashita.


"Enggak!" jawab Rendy.


"Iya!" balas Nashita sambil menggelitik pinggang Rendy.


"Enggak!" seru Rendy menahan tawa kegelian.


"Iya! " seru Nashita sembari terus menggelitik Rendy.


Bruk!


Rendy terjungkal di kasur dengan Nashita di atasnya. Rendy mencekal tangan Nashita agar berhenti mengelitiknya.


Sesaat tatapan mereka bertemu.


Cup!


Rendy mengecup bibir Nashita singkat dan tersenyum lebar , sontak Nashita terkejut mematung di posisinya.


"Masih betah di atasku?" goda Rendy sembari memeluk pinggang Nashita.


"Ish! desis Nashita seraya memukul dada Rendy dan bangkit dari atas tubuh Rendy.


Kini Rendy dan Nashita sudah duduk kembali di pinggir ranjang.


" Udah! kamu enggak usah cemburu lagi, aku hanya kasihan sama dia, aku hanya menolong dia atas dasar kemanusiaan, tidak lebih!" tegas Nashita sambil menyenderkan kepalanya di bahu Rendy.


"Tapi kamu cerita dong! kalau ada apa-apa yang menyangkut Farhan, agar aku tidak salah paham."


Iya..! Iya…! seru Nashita sambil mengecup pipi Rendy.


Rendy senang bukan main, pipinya dikecup Nashita.


"Udah yuk, berangkat!" ajak Nashita.


Rendy bergegas memakai jaket dan mengambil kunci motor , kemudian sore itu mereka pergi keluar.