
Bab 22
Pagi hari di Garmen Muara Griya Lestari.
Nampak di ruangan produksi para karyawan melakukan aktivitasnya masing - masing sesuai jabatan mereka, ada yang sedang menjahit, ada yang memperbaiki mesin, ada yang sekedar mengecek, ada yang mendorong - dorong troli kain dan ada cleaning service sedang menyapu.
Tak jauh dari tempat Nashita dan timnya, terdengar seorang pria yang sedang marah - marah dengan suara menggelegar, kalau bukan Mister galak, siapa lagi?
Semua sudah terbiasa mendengar kemarahan Mr. Hyun. Semua sudah pernah dimarahi bahkan dibentak. Jika melakukan kesalahan sedikit saja, siap-siap kena amukan Si Mister.
Banyak di antara mereka ada yang tidak kuat dimarahi Si Mister. Pernah ada yang sampai menangis bahkan ada yang sampai berhenti bekerja.
Hanya orang-orang yang bermental baja saja yang bisa tetap bertahan bekerja di sana, termasuk Nashita.
Sejatinya sang Mister adalah orang yang sangat bijaksana, dan royal, asalkan jangan pernah melakukan kesalahan sedikit pun.
Jika dia merasa senang dan cocok dengan hasil kerja seseorang, maka dia tidak akan pernah ragu-ragu memberi hadiah pada orang tersebut.
"Lihat ini! Masih kotor! Debu masih di mana-mana. Kalian kerja yang bener! Kalian digaji mahal di sini! Saya tidak mau tahu, pokoknya jika saya kembali, semuanya sudah bersih!" bentak Si Mister pada salah satu cleaning service dengan mata membola.
"Baik Mister!" jawab cleaning service tersebut dengan takut.
Terlihat Nashita dan timnya, Nina, Rani dan Sinta sedang memisahkan kain yang reject dari kain ya oke. Kemudian Hendrik sang teknisi menghampiri, hendak membantu mereka, saat mereka kesulitan mengangkat kain-kain tersebut.
"Sini Nash, aku bantu!" ujar Hendrik seraya mengangkat kain itu ke atas meja.
"Terimakasih Mas! " sahut Nashita sembari tersenyum.
"Itu Si Bos kalau ada di tempat bawaanya marah-marah melulu, cocok dimasukan MURI dengan kategori marah terbanyak dalam satu hari, haha.. haha!" ujar Hendrik lalu tergelak.
Nashita, Rany, Sinta dan Nina pun ikut tertawa.
"Betul itu! Ayo kita daftarin ke MURI !" ucap Nina.
"Hussh! Jangan kenceng - kenceng! nanti dia dengar," bisik Nashita seraya menempelkan jari telunjuknya di bibir tipis warna oranyenya.
"Nash, motormu masih di bengkel? Kalau masih di bengkel, pulang bareng aku aja yuk!" ajak Hendrik pada Nashita.
"Gak usah Mas Hend, aku gak tahu pulang jam berapa? Kemungkinan aku lembur lagi, banyak kain yang harus kita cek," jawab Nashita.
"Gak apa-apa aku tungguin ya!" ucap Hendrik.
Ehem!
"Nashita! ikut keruangan saya!" ucap seseorang berlogat korea.
Sontak mereka menoleh ke arah suara tersebut.
Nashita pun mengikuti Mr. Hyun ke ruangannya.
"Eh, ada apa ya? Kok, Mba Nashita dipanggil? Jangan - jangan Si Mister dengar waktu kita gibahin," ucap Sinta bergidik ngeri membayangkan Mr. Hyun marah-marah.
"Masuklah!" perintah Mr. Hyun pada Nashita.
"Baik mister!" sahut Nashita.
"Tutup kembali pintunya!"
"Baik Mister!"
"Duduk!" titah Mr. Hyun.
"Kamu tahu? Kenapa saya memanggil kamu?"
'Tidak Mister!"
"Kamu itu leader tim, beri contoh yang baik terhadap anak buah kamu, bukannya, pagi - pagi sudah mengobrol dan bercanda!" ucap Mr. Hyun seraya menatap tajam Nashita.
"Maafkan saya Mister!" ucap Nashita seraya menundukan kepala.
"Nanti sore, pulang bareng saya!"
"Iya Mister? Pulang bareng Mister?" tanya Nashita terperangah.
"Ck…! Iya! Nanti pulangnya bareng saya!" jawab Mr. Hyun kesal.
"Kenapa harus pulang bareng?" tanya Nashita.
"Ck..! Jangan banyak tanya! Mau saya SP? ancam Si Mister.
" Ti.. dak Mister! " jawab Nashita cepat.
"Bagus! Sana kembali bekerja, jangan terlalu banyak mengobrol!" ucap Mr. Hyun seraya mengibaskan tangannya.
" Baik Mister! Saya permisi! " ucap Nashita lalu meninggalkan ruangan itu dan kembali bekerja.
Di dalam ruangan terlihat Mr. Hyun sedang tersenyum - senyum sendiri, sambil melihat - lihat Foto Nashita di galeri handphonenya yang diambil secara diam - diam saat Nashita bekerja dan saat makan di pizza hot.
"Kamu lucu dan imut juga menggemaskan," gumamnya seraya menatap foto Nashita yang sedang makan.
Salah satu foto Nashita yang dikagumi Mr. Hyun. Diambil secara diam-diam saat Nashita bekerja.