Nashita

Nashita
Demo



Bab 30


"Kemana saja kamu? Ditelpon tidak diangkat, semalaman Mama tidak bisa tidur karena khawatir sama kamu, bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan kamu?" Mama langsung mengomel dengan mata melotot dan berkacak pinggang.


"Iya maaf Mama cantik! Tadi malam Nanash tidur di rumah teman, yang terpenting sekarang Nanash sudah pulang tidak kurang satu apapun," ucap Nashita seraya memeluk Mama dengan manja.


"Tetap saja tidak bisa dibenarkan! Seharusnya kamu kabari kami kalau memang mau menginap di rumah teman," ucap Papa dengan tegas.


"Iya, maafin Nanash Pa, Nanash memang salah, tidak mengabari dulu," ucap Nashita merasa bersalah.


"Jangan diulangi lagi!" omel Mama.


"Tuh, denger jangan diulangi lagi!" timpal Jelita menirukan kata-kata Mama seraya tersenyum meledek.


"Iya.. Iya..!" ucap Nashita seraya berpamitan hendak ke kamar untuk berganti pakaian, karena semenjak sore kemarin masih menggunakan baju yang sama.


Beruntung orang tuanya tidak bertanya panjang kali lebar, jadi Nashita bisa tetap merahasiakan kalau dia menginap di rumah seorang pria. Duh! Bisa gawat jika orang tuanya tahu, bisa-bisa Nashita dimasukan ke pesantren.


🌱🌱🌱🌱🌱


Hari senin adalah hari yang sangat sibuk, setelah libur dua hari banyak pekerjaan yang menumpuk.


Nampak semua karyawan yang ada di ruangan tersebut sedang sibuk dengan pekerjaan masing - masing.


Begitu juga dengan Nashita, hari ini dia sangat sibuk, banyak pekerjaan yang harus segera diselesaikan.


Tapi hari ini dia merasa bersemangat meskipun banyak pekerjaan, karena pujaan hatinya telah kembali bekerja, ya siapa lagi kalau bukan Mr. Hyun yang telah sembuh dan kembali bekerja hari ini.


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, waktu sudah menunjukan pukul 7 malam.


Nashita dan teman - temanya telah menyelesaikan pekerjaan mereka. Kini saatnya mereka pulang.


Nashita, Nina, Sinta dan Rini berjalan beriringan hendak keluar dari garmen, belum juga sampai pintu tiba - tiba mati lampu.


Deg!


Sontak mereka dan beberapa karyawan lainnya terkejut.


Di antara mereka ada yang mengeluarkan telepon genggam dan menyalakan senter sebagai alat penerangan.


"Ada apa ini, kok, tiba-tiba mati lampu?" cetus Nashita.


"Apa gensetnya tidak berfungsi?" timpal Nina.


"Aduh kok serem sih! Gelap benget!" keluh Sinta seraya merapat kepada teman - temannya.


"Nyalakan senter yang ada di hape kita, teman-teman! Biar tidak terlalu gelap!" Nashita memberi saran.


Serentak mereka menyalakan senter yang ada di hape mereka.


Mereka bersama-sama menuju pintu, tapi sayang pintu tidak bisa dibuka sepertinya ada yang mengunci pintu dari luar.


Di antara mereka ada yang berusaha membuka pintu, tapi tetap tidak bisa.


"Ada apa ini? Mengapa pintunya tidak bisa dibuka?" ucap salah seorang karyawan dengan panik.


Di luar terdengar orang - orang beradu mulut dan ramai sekali. Terdengar seperti ada orang yang berteriak-teriak.


Tambah panik saja para karyawan di dalam termasuk Nashita.


Mereka menerka - nerka apa yang terjadi di luar sana. Ada yang menerka mungkin ada perompak, tapi entahlah tidak ada yang tahu apa yang terjadi.


Suasana semakin terasa mencekam, gelap, udara terasa pengap dan panas.


"Kalian jangan panik! Tetap tenang!" ucap Mr. Hyun yang baru bergabung dengan para karyawan.


"Apa yang terjadi mister kenapa di luar sangat ramai?" tanya salah satu karyawan.


"Mereka warga kampung sekitar, mereka sedang mendemo saya," ucap Mr. Hyun dengan raut khawatir.


"Kenapa mereka mendemo Mister? Dan dari mana Mister tahu kalau mereka sedang berdemo? " tanya Nashita heran.


"Saya dikabari salah satu security, Pak Deni. Pak Deni bilang mereka adalah warga sekitar yang diprovokasi oleh komar, masih ingat Komar kan? Salah satu karyawan yang saya pecat karena mencuri kain milik perusahan. Rupanya dia tidak terima saya pecat, lalu Komar mengajak warga sekitar untuk mendemo saya dengan alasan saya sudah semena - mena pada Komar. Di antara para pendemo itu juga ada karyawan yang pernah sakit hati karena saya marahin, " Mr. Hyun menjelaskan kepada para karyawan yang ada di sana.


Tapi kalian tenang saja, polisi sudah mengepung tempat ini dan mungkin polisi sudah bernegosiasi dengan mereka agar melepaskan kita," ucap Mr. Hyun berusaha menenangkan para karyawan.


Sudah hampir satu jam mereka terperangkap di dalam ruangan yang gelap, panas dan pengap. Mereka hanya bermodalkan lampu senter dari handphone yang mungkin sebentar lagi akan mati karena kehabisan baterai.


Di luar terdengar tenang tidak ada lagi orang yang berteriak - teriak.


Tak berapa lama lampu pun kembali menyala.


"Alhamdulillah!" ucap para karyawan dengan serentak.


Dan pintu pun kembali dibuka oleh seseorang dari luar.


"Kalian baik - baik saja?" seru seseorang yang tak lain adalah Pak Deni, security garmen tersebut.


"Masih syok pak!" ucap salah satu karyawan.


"Bau apa ini? Sepertinya bau pesing!" celetuk seseorang.


Sontak semua mencari asal muasal bau pesing itu.


Semua mata tertuju pada Sinta, karena asal bau pesing itu berasal dari sinta. Dan benar saja celana Sinta terlihat basah.


"Maaf, saya kalau panik, suka kebelet pipis," ucap sinta dengan polosnya.


"Sintaaa…!" teriak Nashita, Rini dan Nina berbarengan.