Nashita

Nashita
Rendy menikah



Tak berapa lama Rendy telah kembali ke Kamar pasien.


"Sudah sarapannya? Kemarilah!" titah Kak Felly agar Rendy mendekat padanya.


" Sudah Kak! " jawab Rendy seraya duduk di samping Kakaknya.


"Rend, umur Kakak mungkin tidak lama lagi, ucap Kak Felly sendu.


Sst..! Jangan bicara seperti itu, Kak! Kakak pasti sembuh," sergah Rendy.


"Dokter mengatakan, benjolan di leher Kakak ini sejenis Kanker, stadium tiga."


Sontak tubuh Rendy menjadi lemas mendengar perkataan Kakaknya, dia terkejut jika Kakaknya mengidap penyakit seperti itu.


" Kita berobat ke luar Negeri ya Kak! pasti Kakak sembuh!"


Felly menggeleng lemah," Percuma Rend, Kakak berobat di sini saja. "


" Kak, mungkin di luar negeri memiliki peralatan yang lebih canggih, Rendy akan mencari dokter terbaik untuk merawat Kakak, " Rendy keukeuh memaksa Kakaknya agar Mau berobat ke luar negeri.


"Tidak! Kakak tidak mau ke luar negeri," Kak Felly juga keukeuh menolak keinginan Rendy.


"Kak! Please ya Kak! Mau yah?" Rendy memohon.


"Baiklah Kakak Mau! Tapi dengan satu syarat!"


"Syaratnya apa Kak?" tanya Rendy


"Menikahlah dengan wanita pilihan Kakak!"


"Kak..?!" sentak Rendy ingin protes.


"Kalau kamu nggak mau ya udah! Kakak juga tidak mau berobat ke luar negeri,". Felly mengancam.


Rendy menghela nafas kasar dia benar - benar gusar saat ini.


"Kak, Rendy sudah punya pilihan sendiri, bolehkan Rendy menikah dengan gadis pilihan Rendy?" tanya Rendy agak putus asa.


"Baiklah! Silahkan kamu menikah dengan gadis pilihan kamu sendiri, tapi setelah itu jangan harap bisa menemui Kakak lagi. sampai Kakak mati!" pekik Felly.


Rendy mengusap wajah dengan kasar, Rendy sadar bukan waktunya berdebat dengan Kakaknya.


Kakaknya ini dalam kondisinya sangat lemah, dokter mengatakan tidak boleh membuat Kak Felly emosi atau tertekan, karena hanya akan membuat kondisi Kak Felly semakin memburuk.


"Baiklah Kak! Rendy akan menuruti keinginan Kakak, asal Kakak mau diajak berobat ke luar negeri," ucap Rendy dengan suara melemah.


Felly sangat senang Mendengar Rendy menyetujui keinginannya.


Rendy gusar, jika dia menyetujui keinginan Kak Felly untuk menikah dengan gadis pilihan Kakaknya, tentunya dia harus membuang jauh mimpi-mimpinya untuk bersama Nashita. Tapi jika dia menolak, tentunya Kak Felly, Kakak satu-satunya yang sangat dia sayangi tidak mau berobat keluar negeri. Dan dia tidak ingin terjadi sesuatu kepada Kakaknya, dia ingin Kakaknya sembuh.


🌻🌱🍀🌷☘️


Satu bulan berlalu, Sesuai keinginan Kak Felly sebelum berobat ke luar negeri, Rendy dinikahkan dengan Calista gadis pilihan Kak Felly, Calista adalah adik dari temannya Kak Felly. Setelah pernikahan selesai digelar, Rendy mengajak Calista keluar negeri untuk mengobati penyakit yang diderita Kakaknya, tidak ketinggalan Dea dan Bu Asti ikut serta.


Sebelum menikah, terlebih dahulu Rendy memberi tahu Nashita lewat ponselnya. Rendy tidak berani dan tidak akan kuat jika bertemu langsung dengan Nashita.


#Flashback on#


Drrrt… drrrt… drrrt.


Nada getar ponselnya Nashita berbunyi.


Nashita yang tengah berbaring di ranjang, dengan malas mengangkat panggilan Rendy tersebut.


"Iya halo Rend? Ada apa malam - malam telepon?" tanya Nashita seraya mendudukkan dirinya di bibir ranjang.


Terdengar Rendy menghela nafas panjang di seberang sana.


"Nash, besok aku menikah!" lirih Rendy.


Deg!


"Menikah?" tanya Nashita heran, baru saja sebulan yang lalu memohon - mohon agar dia kembali ke sisinya, eh, sekarang mengabari mau menikah!


"Iya,..besok aku menikah !" ucap Rendy kemudian dia menceritakan asal muasal dia mau menikah.


Nashita hanya diam mendengarkan cerita Rendy, rasanya hatinya sakit mendengar semua itu, seolah tersayat benda tajam. Nashita tak mampu megeluarkan sepatah katapun, suaranya tercekat di tenggorokan.


Tak terasa bulir - bulir bening tanpa permisi menyebrang di pipi putih mulusnya. Walaupun jauh-jauh hari Nashita pernah mempersiapkan diri, tapi mendengar kabar bahwa lelaki yang masih mengisi hatinya itu akan menikah, rasanya hatinya tak terima.


Dengan jelas Rendy mendengar Nashita terisak. Dia merasa bersalah pada Nashita. Bagaimanapun Rendy pernah memberi Nashita janji-janji yang manis. Tapi apa kini? Dia malah menikahi gadis lain.


Rasanya saat ini juga Rendy ingin ke tempat Nashita, Rendy ingin memeluk Nashita, Rendy ingin menghapus air mata Nashita. Ah! tapi itu tidak mungkin.


"Nash, maafkan aku!" ucap Rendy penuh penyesalan.


Tut… tut.. tut.


Nashita memutus panggilan itu. Nashita mematikan ponselnya, Nashita kecewa pada Rendy. Nashita melanjutkan tangisannya di bawah bantal.


Rendy berusaha menghubungi Nashita kembali, tapi handphone Nashita tidak aktif, akhirnya Rendy mengirim SMS pada Nashita.


[ Nash, aku memang tidak pantas mendapat maaf dari kamu, kamu boleh marah padaku, tapi tolong mengerti aku dan jangan membenciku, aku terpaksa melakukannya, aku doakan mudah - mudahan kamu dapat pengganti yang lebih baik dari aku. Mudah - mudahan kamu selalu bahagia setelah ini. ]


#Flashback off#