
Bab 6
"Nash, bisa kan kita seperti ini, walaupun aku sudah menikah?" tanya Farhan sambil terus memeluk Nashita dan tanganya sudah berkelana kemana-mana.
Nashita hanya diam membeku. Kalau boleh jujur Nashita membenci laki-laki ini, tapi juga tidak bisa menolak laki-laki ini.
"Kamu lapar?" tanya Farhan.
Nashita menganggukan kepala dan memang Nashita belum makan malam.
"Aku bikinin mie instan ya?" tawar Farhan padahal biasanya Nashita lah yang selalu disuruh-suruhnya bikin ini, bikin itu.
"Enggak usah biar aku aja yang bikin," ucap Nashita.
"Udah kamu duduk aja! Kali ini biar aku yang bikinin kamu."
"Terserah!" ucap Nashita.
Tak berapa lama pun dua mangkok mie instan dan dua cangkir teh panas yang dibuat Farhan sudah siap.
"Ayo dimakan dulu! " ajaknya pada Nashita. Mereka pun menghabiskan mie instan tersebut
Farhan memperlakukan Nashita dengan baik karena Farhan berharap Nashita mau kembali padanya.
"Nash, malam ini menginap di sini ya?" bujuk Farhan.
Nashita menggeleng, "Enggak ah! aku harus pulang, sudah malam, " tolak Nashita seraya beranjak.
"Farhan berusaha menahan Nashita, Duduk dulu lah Nash!" Sebentar aja.
" Kamu belum menjawab aku, kamu mau kan kita seperti dulu walaupun aku sudah punya istri, " dengan tidak tahu malunya Farhan bertanya seperti itu kepada Nashita.
Nashita membulatkan matanya dan tersenyum sinis," Enggak!" jawabnya singkat.
"Nash, aku tidak bisa jauh-jauh darimu. Jangan pergi dariku," ucap Farhan seraya menggenggam kedua tangan Nashita.
Entahlah apa yang ada di otak Farhan sehingga ingin memiliki dua wanita sekaligus.
"Kalau begitu, tinggalkan dia!" ujar Nashita asal padahal dalam hatinya tidak berniat sedikitpun berkata seperti itu. Dia hanya ingin menguji Farhan.
"Tidak bisa! Dia sedang mengandung anakku," ujar Farhan.
Nashita tertawa sinis, "Kalau begitu katakan pada Adela kalau kamu ingin mendua."
" Terus, kamu ingin menjadikan aku sebagai simpanan? " cibir Nashita.
" Bukan begitu Nash, beri aku waktu,untuk memikirkannya. Hanya, untuk saat ini aku ingin ditemani sama kamu," ucap Farhan memasang wajah sendu.
"Sini aku peluk!" seru Farhan.
"Duuh… beberapa hari berjauhan rasanya seperti bertahun-tahun tidak berjumpa, imbuhnya kemudian didekapnya tubuh Nashita. Dikecupnya rambut, pipi dan dahi Nashita.
" Kangen! "bisik Farhan dengan bibir menempel di telinga Nashita.
Nashita merasa merinding dibuatnya, di sisi lain, hati Nashita menolaknya tapi tidak dengan tubuhnya yang menerima sentuhan-sentuhan Farhan.
Nashita masih diam saja saat tangan Farhan mulai meraba-raba dan mengelus punggungnya.
Nashita memejamkan Mata dia sepertinya menikmati sentuhan Farhan. Ya, dia pada sejatinya sudah terbiasa diperlakukan seperti itu oleh Farhan bahkan dia sudah kecanduan.
Farhan bukan kekasih pertamanya akan tetapi Farhan laki-laki pertama yang saat pacaran selalu memberikan sentuhan - sentuhan memabukkan.
Farhan merebahkan tubuh Nashita di kasur, kemudian Farhan memeluk Nashita dengan posisi saling berhadapan.
Nashita semakin terbuai saat tangan Farhan menyelusup ke dalam punggungnya.
Dengan gerakan naik turun dan perlahan tangan laknat itu mengusap punggung halus Nashita.
Tangan tidak tahu malu itu berpindah-pindah tempat, kadang mengusap bokong, kadang mengusap perut.
Kini tangan itu dengan lincahnya membuka kancing depan kemeja seragam Nashita.
Tangan itu menyusup di balik kain penutup dua gundukan milik Nashita dan tanpa ijin bermain-main disana.
"Ahh…" suara itu begitu saja lolos dari mulut Nashita.
Mendengar desahan keluar dari mulut Nashita, Farhan menyeringai.
"Enak ya Nash?" tanya Farhan.
" Sudah tahu nanya, " ucap Nashita dalam hati tapi dia tetap bungkam enggan berbicara.
Sedangkan Farhan semakin gencar bermain-main disana. Sehingga Nashita lupa segalanya.
Jika suka silahkan di like makasih.