
Bab 24
Mr. Hyun memanggil pelayan restoran tersebut untuk memesan makanan. Mr. Hyun memesan makanan yang sekiranya cocok buat Nashita.
Waktu berlalu, pesanan pun datang, di meja sudah terhidang makanan korea yang Nashita sendiri baru melihat dan mendengarnya.
Mr. Hyun paham betul jika Nashita tidak familiar dengan makanan itu, lalu Dia menyebutkan nama-nama makanan korea tersebut.
"Ini namanya bulgogi terbuat dari daging sapi," ucap Mr. Hyun seraya menunjuk piring berisi bulgogi.
"Dan yang ini jajangmyeon, dan yang ini ramyeon, sebenarnya masih banyak lagi makanan yang tersedia di restoran ini, tapi saya takut kamu tidak suka, jadi hanya ini yang saya pesan, karena makanan ini yang cukup terkenal di mana-mana," Mr. Hyun dengan telaten menjelaskan satu persatu makanan tersebut.
" Hmm… sepertinya enak!" ucap Nashita dengan air liur yang hampir menetes melihat hidangan ala korea yang menggugah selera itu.
"Cobalah, mungpung masih panas! " saran Mr. Hyun.
Nashita mengangguk, lalu dia mengambil semangkuk ramyeon.
"Hmmm enak!" seru Nashita antusias.
Mr. Hyun tersenyum tipis, "Cobalah yang ini, ini juga enak!" ucap Mr. Hyun seraya menyodorkan sumpit yang mengapit jajangmyeon ke mulut Nashita.
Nashita merasa canggung diperlakukan seperti itu, dia hanya menatap sumpit tersebut.
"Buruan dicoba ! saya pegal begini terus," sentak Mr Hyun.
Dengan Reflek Nashita memakannya,"Hmm iya enak!" ucap Nashita dengan mata berbinar - binar.
Mr. Hyun terkekeh melihat tingkah Nashita.
"Nash, kamu sudah punya pacar?" tanya Mr. Hyun seraya menatap lekat mata indah Nashita.
Uhuk!
Nashita terbatuk, "Belum mister!" jawabnya.
"Baguslah kalau begitu, jadi pacar saya mau?" tanya Mr. Hyun dengan serius.
Uhukk!
Nashita terbatuk kembali, Nashita tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan.
"Kalau kamu belum punya pacar, jadi pacar saya aja, dijamin kamu bakalan bahagia," ucap Mr. Hyun seraya tangannya menopang dagu dengan siku bertumpu di meja, matanya yang agak sipit menatap lekat wajah Nashita penuh harap.
"Tidak! Kamu tidak salah dengar, saya ingin kamu jadi kekasih saya!" ucap Mr. Hyun dengan tegas.
Nashita terdiam mendengar perkataan Mr.Hyun, dia bingung harus jawab apa? Karena bagi Nashita itu terlalu cepat.
Jujur saja Nashita juga sangat mengagumi ketampanan Mr. Hyun, tapi Nashita butuh waktu untuk memikirkannya.
Nashita juga tidak ingin dikatain murahan, apa kata dunia, jika dia tiba-tiba menerima cinta atasannya, yang baru dikenalnya beberapa bulan.
"Kamu tidak mau? Apakah kamu tidak menyukaiku?" tanya Mr. Huyn tidak sabaran.
"Bukan begitu mister! Saya hanya butuh waktu. Karena bagi saya ini terlalu cepat," ucap Nashita.
"Baiklah! saya akan memberikan kamu waktu satu minggu untuk memikirkanya.
Tapi asal kamu tahu saja,semenjak saya melihat kamu, pada waktu kamu melamar pekerjaan, saya sudah menyukai kamu.
" Mister menyukai saya, semenjak pertama kali melihat saya, pada saat melamar pekerjaan?" tanya Nashita terperangah.
"Iya," jawab Mr. Hyun.
"Baiklah Mister! berikan saya waktu untuk memikirkannya, tapi bolehkah saya bertanya satu hal?" tanya Nashita dengan hati-hati.
"Apa itu?" tanya Mr. Hyun seraya menyipitkan matanya.
"Hmm.. Mister Juga tidak sedang memiliki kekasih kan? Atau istri?" tanya Nashita dengan hati-hati.
"Tidak! Saya tidak memiliki kekasih atau istri, jadi kamu jangan khawatir," Mr. Hyun meyakinkan Nashita.
"Syukurlah!" ucap Nashita seraya mengulas senyum. Senyum manis yang membuat hati Si Mister meleleh.
Mr. Hyun terpesona melihat senyuman Nashita.