Nashita

Nashita
Berpisah Lagi



Bab 18


"Nash, maafin aku, aku harus segera kembali ke Jakarta. Barusan asistennya Kak Felly yang menelpon, mengabarkan kalau Kak Felly pingsan dan sekarang masuk rumah sakit, Kak Felly saat ini membutuhkanku, kasihan Dea, anaknya Kak Felly , dia masih batita, tidak ada yang menjaganya, "ucap Rendy dengan wajah sendu.


"Iya, Rend, kembalilah segera ke Jakarta, Kakakmu pasti sangat membutuhkanmu," sahut Nashita.


"Aku janji, setelah urusanku selesai, aku akan segera menemuimu lagi," ucap Rendy seraya menggenggam erat tangan Nashita seolah-olah Rendy enggan melepasnya.


Nashita hanya diam saja menanggapinya, Nashita tidak ingin berharap banyak pada Rendy, Nashita takut jika terlalu berharap pada Rendy, yang pada akhirnya dialah yang terluka.


Setelah berpamitan dengan Mama dan Papa Nashita, hari itu juga dengan berat hati, Rendy kembali ke Jakarta. Padahal dia masih ingin melepas rindu dengan Nashita. Tapi Kakaknya lebih membutuhkannya saat ini.


Nashita menghela nafas singkat, dia mengantarkan Rendy sampai depan rumah


Sebelum masuk kedalam mobil Rendy memeluk Nashita sebentar, lalu dia masuk ke dalam mobil.


Sebelum melajukan mobilnya Rendy membuka kaca jendela, Rendy melambaikan tangannya pada Nashita dan tersenyum renjana.


"Aku pergi ya!" seru Rendy lalu dia menutup kaca jendela kembali dan melajukan mobilnya meninggalkan rumah Nashita.


Nashita tetap berdiri di tempatnya, menatap nanar mobil Rendy sampai mobil itu menghilang di belokan.


"Nash!" panggil Mama


" Ayo Masuk!" titah Mama


Nashita terhenyak dari lamunannya, lalu dia masuk ke dalam rumah.


"Tadi itu siapa sih Nash?" tanya Mama penasaran dengan teman Nashita yang bernama Rendy. Mama merasa heran karena baru saja datang, sudah pergi lagi.


"Teman Nashita waktu bekerja di restoran Ma," jawab Nashita.


"Sepertinya teman spesial ya? Kelihatan banget dari cara dia mandangin kamu, dan juga main peluk - peluk aja anak gadisnya orang," goda Mama.


"Apaan sih ma!" Nashita tersipu.


" Udah ah mah! jangan bahas ini dulu, Nanash mau rebahan lagi mungpung lagi libur," ucap Nashita seraya meninggalkan Mama menuju ke kamarnya.


"Tunggu sebentar Nash, udah jauh-jauh datang dari Jakarta, kok cuma sebentar bertamunya?" tanya Mama kepo.


"Kakaknya masuk Rumah sakit, jadi dia harus segera kembali ke Jakarta," teriak Nashita dari dalam kamar.


"Oalah," sahut mama.


☘️☘️☘️☘️☘️


Malam hari Rendy baru sampai di Jakarta. Dia langsung menuju rumah sakit di mana Kakaknya di rawat.


Rendy tak menghiraukan badannya yang sangat letih, setelah membersihkan diri di kamar mandi yang ada di rumah sakit, Rendy langsung menuju ruang di mana Kakaknya berbaring.


Ceklek


"Bu Asti! Bagaimana keadaan Kakak saya?" tanya Rendy dengan suara pelan kepada Bu Asti, asisten Kakaknya.


"Keadaan Bu Felly mulai membaik, baru saja makan dan minum obat, mungkin karena efek obat, Bu Felly tertidur," ucap Bu Asti.


"Bu Asti pulang saja biar saya yang menunggu Kakak. Bu Asti jaga Dea saja di rumah."


"Baik Mas Rendy, kalau begitu saya pulang dulu."


Rendy menggaguk.


Sepeninggalan Bu Asti, Rendy menarik sebuah kursi, lalu dia duduk di samping Kakaknya yang tengah terbaring.


Digenggamnya tangan berinfus tersebut, diusapnya kepala Kakaknya itu dengan wajah sedihnya.


Rendy merasa sangat sedih melihat kondisi Kakaknya itu, wajah cantiknya kini tampak pucat.


Rendy sangat menyayangi Ka Felly, karena semenjak kematian orang tua mereka akibat kecelakaan 20 tahun yang lalu. Kak Felly lah, yang selalu merawat dan menjaganya. Kak Felly sudah seperti Ibu bagi Rendy.


Keesokan paginya.


Rendy tertidur di sofa, pukul 6:30 perawat mendatangi kamar pasien untuk memeriksa tekanan darah dan cek Suhu tubuh. Juga ada petugas yang mengantar makanan dan obat untuk pasien.


Kak Felly yang sudah terbangun dari tadi, tersenyum melihat Rendy yang sedang terlelap.


"Setelah sarapan, obatnya diminum ya bu," ucap perawat itu dengan ramah, kemudian meninggalkan kamar pasien setelah selesai memeriksa tekanan darah Felly.


" Terima kasih sus, " ucap Felly.


Rendy terbangun mendengar percakapan perawat dan Kakaknya.


" Kak! Sudah enakan?" tanya Rendy kepada Kakaknya seraya mendekat dan membetulkan letak selimut di tubuh Kakaknya.


"Lumayan! " jawab Kak Felly.


"Cepat sembuh ya, Kak, jangan sakit-sakitan! Dea menunggu Kakak di rumah, " ucap Rendy.


Kak Felly hanya tersenyum lemah mendengar perkataan Adik semata wayangnya.


"Ayo kak Makan dulu!" perintah Rendy lalu dia membantu Kakaknya untuk bangun.


Dengan telaten Rendy menyuapi Kakaknya. Setelah selesai makan Rendy membantu Kak Felly minum obat.


"Rend, mandilah dulu biar segar dan pergilah keluar untuk mencari sarapan, kamu pasti lapar."


"Iya Kak!" sahut Rendy lalu dia beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri, selesai mandi dan mengganti pakaian yang dikirim Bu asti tadi pagi. Rendy berpamitan kepada Kak Felly untuk mencari sarapan.


Kak Felly