
Bab 28
Seminggu berlalu, Setelah peristiwa pelecehan itu, Nashita selalu pulang tepat waktu dia tidak berani lagi berada sendirian di gudang. Kecuali jika Mr. Hyun meminta Nashita untuk pulang bareng.
Sudah tiga hari ini Mr. Hyun tidak masuk kerja dikarenakan sedang sakit, rencananya Nashita akan menjenguk Mr. Hyun sepulang bekerja.
Sebelumnya Nashita mampir ke supermarket untuk membeli buah-buahan dan kue sebagai buah tangan.
Setelah selesai belanja di supermarket, Nashita melajukan motor maticnya ke sebuah perumahan elit di mana Mr. Hyun tinggal.
Nashita menanyakan alamat rumah yang diberikan Mr. Hyun kepada security perumahan elit tersebut .
Tidak sulit mencarinya karena alamatnya sangat jelas dan mudah dicari.
Tidak sampai lima menit Nashita sudah sampai di kediaman Mr. Hyun. Rumah berpagar hitam tinggi itu tampak sepi seperti tidak berpenghuni.
Nashita pun menelpon Mr. Hyun jika dia sudah berada di depan rumahnya.
Mr Hyun menitah Nashita langsung masuk saja. Pintu pagar sudah dibuka sedari tadi, juga pintu rumahnya.
Ceklek!
Nashita membuka pintu rumah bercat putih itu dan langsung masuk ke dalam rumah. Nashita sangat kagum dengan kondisi rumah Mr. Hyun yang sangat bersih, bergaya minimalis tapi tetap mewah.
"Hyun! Hyun!" panggil Nashita, matanya mencari - cari keberadaan Mr. Hyun.
Nash! Masuklah! titah Mr. Hyun dari arah kamar. Nashita pun memberanikan diri mendekati kamar di mana suara Mr. Hyun terdengar.
Ceklek!
Nashita membuka pintu kamar itu, tampak Mr. Hyun tengah berbaring terlentang dengan selimut tebalnya.
Mr. Hyun tersenyum sumringah melihat pujaan hatinya datang. Dengan melihat Nashita dia merasa penyakitnya berkurang
"Nash, kemarilah!" titah Mr. Hyun sembari melambaikan tangan agar Nashita mendekat kepadanya.
Nashita pun mendekat dan duduk di bibir ranjang.
"Sakit apa?" tanya Nashita sambil meletakan tangannya di dahi Mr. Hyun lalu berpindah ke lehernya.
"Masih anget dikit," imbuh Nashita.
"Kata dokter hanya kecapekan dan perlu istirahat," ucap Mr. Hyun.
"Sekarang masih sakit?" tanya Nashita dengan raut khawatir.
"Masih ada batuk sedikit dan badan rasanya sakit semua seperti habis digebukin orang sekampung," seloroh Mr. Hyun.
Nashita terkekeh mendengar keluhan dari Mr. Hyun.
"Sudah makan?" tanya Nashita.
"Tadi siang sudah, saya hanya bisa memakan bubur, perut rasanya tidak enak, terasa diaduk-aduk dan seperti mau muntah tapi tidak bisa muntah," keluh Mr. Hyun dengan manja seperti anak kecil.
"Apa itu?" sahut Nashita.
"Bisakah kamu memijat kakiku? Kakiku sangat pegal," keluh Mr. Hyun.
Nashita mengulas tersenyum dan mengangguk.
"Selain cantik, kamu pintar memijat juga," puji Mr. Hyun.
Nashita tersipu dipuji seperti itu.
"Saya buatkan bubur dulu ya," ucap Nashita.
Mr. Hyun mengangguk dan tersenyum senang ada yang merawatnya.
Dari kemarin dia sangat sedih karena tidak ada yang merawatnya, kehadiran Nashita membuat dia melupakan rasa sakitnya. Nashita sudah seperti obat baginya.
Tak berapa lama Nashita sudah selesai membuat bubur ayam, lalu dia membawanya ke kamar mr. Hyun.
Dengan telaten Nashita menyuapkan bubur tersebut ke mulut Mr. Hyun. Selesai menyuapi, Nashita membantu Mr. Hyun minum obat.
"Sudah malam saya pulang dulu ya," ucap Nashita.
"Jangan pulang! Menginap saja, temani saya," rajuk Mr. Hyun.
Nashita mengulas senyum, "Saya tidak berani, orang tua saya pasti khawatir kalau saya tidak pulang, lagi pula tidak baik seorang wanita menginap di rumah seorang pria," Nashita memberi pengertian.
"Kamu tidak kasihan pada saya, saya masih sakit," ucap Mr. Hyun dengan raut kecewa.
"Besok libur, pagi - pagi saya kesini lagi," janji Nashita.
"Baiklah! Temani saya sebentar saja sampai saya tertidur, setelah itu kamu boleh pulang," Mr. Hyun menghiba.
"Baiklah! Sebentar saja," ucap Nashita dengan terpaksa, mungkin pada waktu dia masih indekos, tidak akan jadi masalah jika dia tidur di mana saja, akan tetapi sekarang ada orang tua yang mengawasinya, jika dia pulang telat sedikit saja, pasti orang tuanya khawatir.
"Kemarilah!" ucap Mr. Hyun seraya menepuk kasur mengajak Nashita untuk berbaring di sampingnya.
Dengan ragu Nashita Naik keranjang dan merebahkan tubuhnya di samping Mr. Hyun. Mr. Hyun menarik Nashita ke dalam pelukannya, lalu dia menyelimuti Nashita dengan selimut yang sama dengan dirinya.
Jantung Nashita berdetak kencang, seluruh badanya ikut menghangat. Nashita memejamkan matanya, meresapi pelukan Mr. Hyun.
Mr. Hyun tersenyum melihat mata Nashita terpejam, dia merasa sangat nyaman memeluk Nashita.
Dibelainya pipi Nashita, diusapnya bibir Nashita dengan ibu jarinya.
Cup!
Mr. Hyun mengecup bibir Nashita, lalu mendekap Nashita dengan erat, "Terima kasih, karena sudah hadir di dalam hidupku," ucapnya.
Nashita mengukir senyum, lalu dia membalas pelukan tersebut.
Saking nyamannya berada dalam dekapan orang yang disukainya, tanpa terasa Nashita ikut terlelap. Keduanya tertidur dengan pulas, dibawah selimut yang sama.