Nashita

Nashita
Melamar Kerja



Bab 16


Nashita nekat mengendarai motor maticnya menuju kota kelahirannya.


Nashita tidak peduli meskipun harus bermacet-macetan dan bepanas-panasan yang terpenting dia segera sampai.


Setelah beberapa kali istirahat, setelah melewati kota-kota yang penuh kemacetan akhirnya Nashita sampai juga ke kediaman orang tuanya di sebuah perumahan sederhana.


"Assalamualaikum!" Nashita mengucap salam sembari masuk kedalam rumah.


"Waalaikumsalam," balas seorang wanita paruh baya dari dalam rumah.


"Mama aku pulang!" teriak Nashita sembari memeluk wanita yang tadi membalas salamnya yang ternyata adalah Mamanya.


"Eh, neng geulis sudah pulang! Tumben nih?" Mama merasa heran karena tidak bisanya anaknya pulang secepat itu biasanya sebulan sekali.


"Duh.. Mama emang gak boleh, Nanash pulang sekarang?" rajuk Nashita.


"Ish! Kau itu, ya boleh lah, Nash!" ucap Mama gemas sembari mencubit pipi anak gadisnya itu.


"Jelita mana Mah?" Nashita menanyakan adiknya.


"Ada di kamarnya, baru pulang kerja!" jawab Mama.


"Kalau Papa?" tanyanya lagi.


"Lagi menyiram bunga di belakang," jawab Mama.


"Aku ke kamar dulunya Ma, mau mandi!"


" Iya sana! Kamu bau acem dan lengket!" ucap Mama.


Hehehe…. Nashita hanya cengengesan.


Malam harinya.


Nampak Nashita berkumpul bersama keluarganya di meja makan. Papa, Mama dan Jelita adiknya. Sedangkan Kak Wendy, Kakak pertamanya sudah berkeluarga dan memiliki rumah sendiri.


Selesai makan mereka melanjutkannya dengan obrolan ringan.


"Ma, Pa, aku udah gak kerja lagi di jakarta aku mau mencari pekerjaan di sini saja," ucap Nashita.


"Ya, terserah kamu lah, Nash," ucap papa.


"Kamu sih, disuruh kuliah tidak mau,jadinya cari kerja susah," ucap Mama.


Hehehhe… seperti biasa Nashita menanggapinya dengan cengengesan.


" Dek, di tempat kerja kamu ada gak lowongan? " tanya Nashita pada Jelita.


" Gak ada Kak! " jawab Jelita.


" Oh, iya di sebelah tempat aku bekerja ada sebuah garment besar, sepertinya ada lowongan, coba saja Kakak melamar ke sana, tapi, paling cuma bagian produksi, " imbuh Jelita.


"Enggak apa - apa yang penting bekerja," ujar Nashita semangat.


"Oh ya, kenapa kamu tiba - tiba berhenti bekerja di restoran? " selidik Papa.


"Bosan aja pa, pengen cari pengalaman lain," ucap Nashita, Nashita enggan menceritakan kejadian sebenarnya.


Papa manggut-manggut mendengar jawaban Nashita.


"Udah malam ayo tidur! perintah Papa kepada anak-anaknya, kemudian Papa mengajak Mama untuk tidur, Nashita dan Jelita pun kembali ke kamar masing - masing.


🌻🌻🌻🌻


Keesokan harinya.


Pagi - pagi sekali Nashita sudah bersiap-siap, Nashita berencana melamar pekerjaan di garment yang ditunjukan adiknya.


Begitu juga dengan Jelita yang sudah siap-siap hendak pergi bekerja, sedangkan Mama sibuk menyiapkan sarapan dan bekal untuk kedua putrinya.


Setelah selesai sarapan, Nashita dan Jelita berpamitan pada kedua orang tuanya.


Tidak sampai 30 menit, mereka telah sampai di tujuan.


Benar saja, di sebelah perusahaan tempat Jelita bekerja, ada sebuah garment besar yang sedang membuka lowongan kerja.


"Sudah Dek, Kamu masuk aja! nanti telat lagi," ucap Nashita menyuruh Jelita untuk masuk ke tempat kerjanya.


Jelita menganggukan kepala, "Semoga ada lowongan buat Kakak. Semangat !" ucap Jelita seraya mengepalkan tangannya di udara.


Nashita dan pelamar lainnya dipersilahkan masuk oleh security.


Beruntung sekali prosesnya sangat mudah, setelah surat lamaran diperiksa, kemudian lanjut tes, setelah dinyatakan lulus tes, Nashita diinterview. Dan hasilnya Nashita dan beberapa pelamar lainnya diterima bekerja di Garment Muara Griya Lestari.


Nashita tidak menyadari ada sepasang mata yang sedang memperhatikannya, tidak jauh dari tempat Nashita sedang diwawancara dan orang itu mengulas senyum.


"Cantik!" Gumamnya seraya meninggalkan ruangan itu.