
Bab 7
Kini tangan Farhan dengan manjanya mengelus lembut, paha putih, mulus milik Nashita.
Lagi-lagi Nashita tidak bisa menolak sentuhan itu, tubuhnya menerima dengan baik.
Farhan tersenyum licik saat melihat ekspresi wajah Nashita yang terlihat jelas menikmati sentuhannya.
Farhan mengecup bibir Nashita dengan lembut, kecupan itu berubah menjadi luma**an yang sangat menuntut.
"Malam ini aku tidak akan melepaskanmu Nash," ucap Farhan dalam hati.
Kini posisi Farhan berada di atas, Nashita berada dalam kungkungannya.
Farhan merasa jumawa karena sudah berhasil membuat Nashita tidak berdaya.
Dengan jelas Farhan bisa mendengar Nafas Nashita memburu, detak jantuk Nashita berdegup kencang.
Saat tangan itu hendak melepaskan rok Nashita tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk seseorang dari luar.
Tok.. Tok.. Tok!
"Nash! Nashita! panggil seseorang dari luar.
Sontak Nashita terkejut saat namanya dipanggil oleh seseorang dari luar.
Kesadaran yang tadi sempat terbang kini telah kembali lagi.
Didorongnya tubuh Farhan hingga terjungkal ke samping.
Dengan tergesa Nashita merapikan penampilannya dan mengancingkan kembali kemejanya.
"Sial! Ngapain sih orang itu kemari malam-malam!?" umpat Farhan kesal karena aksinya diganggu orang itu dan Farhan mengenali suara orang tersebut.
Setelah merapikan diri Nashita beranjak membuka pintu.
"Rend," ucap Nashita pelan.
"Ayo pulang!" Ajak Rendy dengan wajah datar yang sulit diartikan.
"Ngapain kamu malam-malam kesini? Ganggu orang saja!" ketus Farhan.
"Emang sengaja ganggu!" ucap Rendy tak kalah ketus.
"Han! Sudah kubilang jauhi Nashita! Beberapa hari lagi kamu menikah!" ucap Rendy dengan nada kesal.
Tanpa menunggu jawaban Farhan, Rendy menarik tangan Nashita dan membawa Nashita meninggalkan tempat itu.
Farhan sangat kesal karena tujuannya untuk menjamah Nashita digagalkan oleh Rendy, tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa karena Rendy selalu mengancamnya akan melaporkan pada Adela jika masih mengganggu Nashita.
☘️☘️☘️
Rendy membonceng Nashita dengan mengendarai motor matik miliknya sedangkan motor matic Nashita ditinggal di restoran.
Selama dalam perjalanan Rendy hanya diam saja, Rendy sangat kesal pada Nashita, karena Nashita mengabaikan nasehatnya untuk menjauh dari Farhan.
Tak berapa lamapun motor matic yang dikendarai oleh Rendy telah sampai ke kosan mereka.
Setelah memarkirkan motor maticnya, Rendy dan Nashita berjalan beriringan menuju kamar masing-masing tanpa sepatah katapun.
Di depan pintu, sebelum masuk, Rendy menoleh pada Nashita seraya berkata, "Sudah malam, cepat masuk!"
Nashita hanya mengangguk dan segera masuk ke kamarnya. Begitu juga dengan Rendy.
☘️☘️☘️
Rendy merebahkan dirinya di kasur. Dia masih kesal kepada Nashita karena bisa-bisanya berduaan dengan Farhan, setelah apa yang dilakukan Farhan pada dirinya.
"Nash, tidakkah kau tahu, Kalau aku tadi Sangat mencemaskanmu? Tapi kamu malah berduaan dengan Farhan," gumam Rendy seraya menatap langit-langit kamar.
# Flashback on #
Saat Rendy pulang, dia tidak menemukan Nashita di kamarnya.
Rendy sangat cemas, lalu dia menyusul ke Restoran, akan tetapi Restoran sudah tutup, semua karyawan sudah pulang.
" Pak! Apakah bapak melihat Nashita?" tanya Rendy kepada satpam restoran.
"Oh, Nashita? tadi sepertinya pulang bersama Farhan,dan motor Nashita ditinggal disini, " jawab Pak Agus satpam restoran tersebut.
"Oh, terimakasih pak!" balas Rendy lalu dia bergegas menuju kosan Farhan.
Sesampai di kosan Farhan, Rendy melihat sepatu wanita di depan pintu yang dia yakini kepunyaan Nashita.
Rendy pun memberanikan diri mengetuk pintu, dia bertekad akan membawa Nashita pulang, dia tidak akan membiarkan Nashita berduaan dengan Farhan.
# Flashback off #
Selesai membersihkan diri Nashita naik ke kasur untuk tidur, Nashita menghela nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan.
"Bodoh! Kamu sangat bodoh, Nashita! Hampir saja kamu kehilangan segalanya, untung saja Rendy datang tepat waktu," umpat Nashita kepada dirinya sendiri.
Nashita sangat benci akan dirinya yang tidak bisa menolak Farhan. Lelah dengan hari ini akhirnya Nashita terlelap.