
Bab 25
Seminggu berlalu.
Sabtu adalah hari libur, hari di mana saatnya Nashita bermalas-malasan.
Siang itu Nashita sedang rebahan di dalam kamarnya, sembari membaca novel romantis komedi kesukaan dirinya, di sebuah aplikasi novel online.
Drt.. drt.. drt.
Nada getar telepon genggamnya berbunyi pertanda ada sebuah pesan yang masuk.
Nashita pun membuka pesan masuk tersebut. "Mr. Galak!" gumamnya.
[ "Nashita, nanti malam saya akan menjemput kamu, bersiap - siaplah! Saya akan mengajak kamu jalan-jalan. Dan jangan lupa hari ini kamu harus memberi jawaban pada saya" ], isi pesan dari Mr. Hyun.
["Baik mister!"] jawab Nashita. Nashita mengerti maksud dari pesan Mr. Hyun, Nashita pun sudah memiliki jawaban yang akan dikatakan pada Mr. Hyun.
Sudah seminggu ini Nashita memikirkannya secara matang - matang, nanti saat jalan-jalan dia akan memberikan jawabannya pada Mr. Hyun.
Pukul enam sore.
Sesuai janjinya, Mr. Hyun pukul enam sore sudah berada di kediaman orang tua Nashita.
Nampak Mr. Hyun sedang mengobrol dengan Papa Nashita.
"Jadi, anda adalah atasannya Nashita di garmen? tanya papa untuk mengusir nuansa canggung di antara mereka.
" Betul Pak! " jawab Mr. Hyun.
" Apakah anak saya bekerja dengan baik?" tanya Papa kepo.
" Baik pak! Saya puas dengan Nashita. Nashita sangat rajin, disiplin dan bertanggung jawab, kalau terus seperti itu kemungkinan akan diangkat menjadi supervisor," puji Mr. Hyun untuk Nashita.
Papa hanya manggut-manggut mendengar penuturan Si Mister.
Di kamar Nashita.
" Ciye.. Ciye… Cakep banget! Mau kencan ya? " Jelita menggoda sang Kakak.
" Ishh…! udah pas kan dandanan Kakak? Nggak over kan? " tanya Nashita pada Jelita.
"Ok! Perfect!" jawab jelita seraya memberi tanda O dengan jari tangannya.
"Pa! Ma! Nanash, pergi dulu ya!" pamit Nashita kepada Mama dan Papa.
"Jangan terlalu malam ya Nash!" pesan Mama pada Nashita.
"Iya Ma!" sahut Nashita.
"Kami pergi dulu ya,Ibu dan Bapak," ucap Mr. Hyun seraya tersenyum dan menganggukan kepala dengan sopan.
Mama dan Papa pun membalas dengan anggukan.
Setelah mereka berdua masuk ke dalam mobil dan memasang seat belt, Mr. Hyun pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang bergabung dengan kendaraan lainnya untuk saling bersaing di jalanan.
Tak berapa lama, mobil yang ditumpangi Nashita dengan Mr. Hyun sebagai supirnya telah sampai di sebuah restoran.
Setelah mobil terparkir dengan cantik di area restoran tersebut, mereka berdua pun masuk kedalam restoran.
Mr. Hyun memilih tempat duduk yang sangat terpencil. Dia tidak ingin kebersamaannya dengan Nashita terganggu oleh orang yang lalu - lalang. Mereka memilih duduk berdampingan ketimbang berhadap-hadapan.
Lampu yang temaram, hiasan bunga-bunga yang cantik di sekitar area itu menambah kesan romantis.
Singkat cerita, setelah mereka menghabiskan malam makan romantis mereka, mereka tidak segera beranjak dari tempat itu, mereka masih betah berduaan di sana.
"Kamu sangat cantik memakai baju itu!" puji Mr. Hyun.
Ya, memang malam ini Nashita terlihat sangat cantik mengenakan dress warna Navy selutut tanpa lengan. Ditambah Flat shoes dengan warna senada dengan dressnya. Semua itu yang membelikan adalah Mr. Hyun sendiri.
" Terima Kasih! " ucap Nashita tersipu.
"Mister juga terlihat tampan dan segar," balas Nashita.
Betul yang dikatakan Nashita, Mr. Hyun tampak lebih tampan dan muda mengenakan celana raw denim dan kemeja putih, sangat cocok dengan warna kulitnya yang putih.
"Apa jawabanmu?" tanya Mr. Hyun menagih jawaban Nashita, dia tidak sabaran, dia ingin segera mendengar jawabanya.
Deg!
Sontak Nashita terkejut, ditodong seperti itu, meskipun sudah memiliki jawabannya, tapi Nashita merasa gugup untuk mengatakannya.
Bibir Nashita bergetar, mendadak jantungnya berdegup kencang. Ditambah Mr. Hyun menggenggam tangannya dan menatap wajah Nashita dengan lekat dan lembut.