Nashita

Nashita
Bertemu Mantan



Bab 12


Langit telah berubah menjadi warna jingga, mungkin sebentar lagi akan berganti menjadi warna hitam.


Rendy melajukan motor maticnya dengan perlahan dia ingin menikmati moment kebersamaannya dengan pujaan hati.


Nashita melingkarkan tangannya di pinggang Rendy, sesekali Rendy mengusap tangan yang melingkar di pinggangnya itu sambil mengulas senyum tipis.


Rendy membawa Nashita ke sebuah kafe.


"Makan disini yuk!" ajak Rendy seraya memarkir motornya di depan kafe itu.


Nampak Nashita berpikir sesaat, "Sepertinya di sini mahal-mahal deh! Beli nasgor di pinggir jalan aja yuk! " ajak Nashita.


"Ck..! Udah jangan khawatir aku yang traktir!" ucap Rendy dengan yakin.


Akhirnya Nashita menuruti keinginan Rendy, karena setahu Nashita Rendy selalu punya uang lebih, dan sepertinya uang Rendy gak pernah habis. Hanya dia merasa tidak enak jika terus-terusan ditraktir Rendy.


" Ayo duduk!" titah Rendy seraya menggeser kursi untuk Nashita.


Setelah mereka duduk, datanglah seorang pelayan pria kafe tersebut menghampiri.


"Mbak dan masnya mau pesan apa?" tanya pelayan kafe itu dengan ramah dan sopan seraya menyerahkan buku menu.


"Kamu mau makan apa?" tanya Rendy.


"Aku lagi kepengen makan nasi goreng," jawab Nashita.


"Minumnya?" tanya Rendy lagi.


"Jus alpukat saja," jawab Nashita.


"Mas, kita pesan nasi goreng spesialnya dua, jus alpukat satu, es cappuccinonya satu," ucap Rendy kepada pelayan kafe tersebut.


" Tidak sekalian pesan cakenya Mas?" tanya pelayan itu.


"Emang ada cake apa, yang enak?" tanya Rendy.


"Brownies ala kafe ini enak mas, kita lagi ada promo, beli satu gratis satu, terang pelayan itu.


" Ya udah pesan itu aja! " ucap Rendy.


" Baik mas, ditunggu saja, pesanan akan segera kami antar, permisi! "


Tidak sampai satu jam pesanan itu datang. Nasi goreng spesial, jus alpukat, es cappuccino, dan brownies sudah terhidang di meja.


Tidak menunggu lama mereka berdua langsung melahap makanan tersebut.


Rendy meminta ijin ke toilet, tinggalah Nashita duduk sendirian.


tiba-tiba seorang pria menghampiri Nashita.


"Chita?" sapa pria tampan itu seraya menyentuh bahu Nashita dengan lembut dan duduk disamping Nashita.


Sontak Nashita terkejut karena ada yang memanggilnya Chita, karena seingat Nashita yang selalu memanggilnya seperti itu hanya satu orang yaitu kekasihnya dulu waktu SMA. Dia pun mengernyitkan dahinya, "Ya ampun! Marcell! seru Nashita.


" Chita kamu kemana saja? aku mencarimu, ternyata kamu sudah tidak tinggal Bogor lagi. "


" Iya, aku pindah ke Sukabumi, dan sekarang aku bekerja di sini, di restoran. "


" Aku kangen banget sama kamu, " ucap Marcell seraya menggenggam kedua tangan Nashita.


Ehemmmm!


Rendy yang baru datang dari toilet berdehem," Siapa dia sayang?" tanya Rendy seraya duduk di depan Nashita dan Marcell. Rendy menggunakan kata sayang seolah - olah ingin memberi tahu Marcell kalau Nashita miliknya.


Sontak Nashita melepaskan genggaman tangan Marcell, Nashita merasa tidak enak dengan Rendy, Nashita takut Rendy cemburu.


"Teman aku waktu SMA, namanya Marcell," jawab Nashita cepat.


"Marcell! Mantannya Chita waktu SMA, sekaligus pemilik kafe ini, " ucap Marcell agak sombong sambil menyodorkan tangan mengajak Rendy salaman.


"Ck…! Gak usah dijelasin juga kali Cell kalau kita ini mantan," desis Nashita dalam hati.


"Rendy! kekasihnya Nashita sekarang!" balas Rendy sambil menatap tajam pada Marcell, namun dia tetap menerima tangan Marcell untuk bersalaman.


"Nash, kita pulang yuk!" ajak Rendy setelah melepaskan tangan Marcell.


"Kenapa buru-buru? duduk-duduk dulu sajalah, nanti kalian boleh makan dan minum gratis di kafe ku ini," ucap Marcell.


" Tidak terima kasih! " ucap Rendy.


"Chita! kamu yakin mau pergi begitu saja? kita lama tak jumpa, tidakkah, kau merindukanku?"


"Tidak, terima kasih! Lain kali saja ya Cell," Nashita menolak karena Nashita tahu kalau Rendy sudah memasang wajah kesal,bisa gawat kalau dia cemburu.


" Yeaah..! Baiklah, lain kali janji ya, mampir lagi! "ucap Marcell kecewa.


Nashita hanya tersenyum dan segera berpamitan pada Marcell, dia tidak ingin berlama - lama di sana, karena pria di sampingnya ini sedang memasang wajah cemberutnya.


Sebelum meninggalkan kafe, Rendy terlebih dahulu membayar di kasir, padahal Marcell sudah mengratiskannya, tapi ditolak mentah-mentah oleh Rendy. "Gengsi dong! ditraktir mantannya Nashita," batin Rendy.