
Bab 29
Mentari pagi cahayanya menyelinap masuk secara perlahan dari balik tirai yang masih tertutup rapat, memaksa masuk untuk menyapa penghuni kamar yang masih terlelap.
Cahayanya yang berkilauan, membuat dua insan yang sedang tidur berpelukan di bawah satu selimut yang sama terjaga.
Perlahan manusia berbeda jenis kelamin itu membuka matanya. Saling bertukar pandang dengan raut wajah tidak percaya.
Deg!
"Ya ampun, bisa-bisanya saya ketiduran sampai pagi!" pekik Nashita sambil menutup mulutnya, takut tercium bau tidak enak karena belum gosok gigi.
Mr. Hyun terkekeh, "Nyaman ya, dipeluk sama saya, sehingga ketiduran?" goda Mr. Hyun.
"Nashita tersipu malu," Ah! dasar bodoh, pasti Mama dan Papa mencariku, " rutuknya dalam hati.
Nashita berusaha melepaskan tangan kekar Mr. Hyun yang masih melingkar di pinggangnya.
Bukannya melepaskan, Mr Hyun malah semakin mengeratkan pelukannya, "Mau kemana?" tanyanya.
"Saya harus segera pulang," jawab Nashita.
"Mandilah dulu, lalu sarapan," saran Mr. Hyun.
Nashita mengangguk seraya hendak beranjak dari tempat tidur. Akan tetapi Mr. Hyun menahanya dan semakin mengeratkan pelukannya.
"Sebentar saja!" ucap Mr. Hyun.
Nashita terdiam seraya meletakan tangannya di dahi Mr. Hyun, "Sudah tidak demam," ucapnya sambil mengulas senyum.
"Berkat kamu, saya, jadi cepat sembuh!" ucap Mr. Hyun dengan senyum tipisnya.
"Baiklah! Lepaskan saya dulu, saya harus ke kamar mandi," ucap Nashita.
"Cium dulu! Nanti saya lepaskan," Mr. Hyun menggoda Nashita.
"Nanti aja kalau saya sudah gosok gigi," ucap Nashita agak kesal.
"Sekarang!" perintah Mr. Hyun.
Cup!
Nashita mencium pipi Mr. Hyun.
"Bukan di situ, tapi di sini " ucap Mr. Hyun seraya menunjuk bibirnya dengan jari telunjuknya.
"Ish!" Nashita merotasikan matanya dengan malas.
Cup!
Sekilas Nashita mengecup bibir Mr Hyun, lalu berlari ke kamar mandi.
Selesai Mandi Nashita bergegas keluar dari kamar itu, karena kalau lama - lama berada di dalam kamar hanya akan membuat dirinya menjadi bulan - bulanan Mr. Hyun.
Nashita mendudukan bokongnya, di sofa berwarna merah yang ada di ruang tamu.
Nashita mengecek handphonenya, begitu banyak panggilan tidak terjawab dari Mama, Papa dan Jelita.
Nashita membuka pesan dari Jelita.
[ "Kak, Kakak di mana? Mama dan Papa nyariin tuh!"]
Nashita pun segera membalas pesan Jelita.
[ "Maaf Dek, tadi malam Kakak lembur, dikarenakan pulangnya malam, Kakak menginap di rumah teman. Sebentar lagi Kakak pulang" ]
Nashita menghela nafas, "Hufft… aku berbohong,yang penting Mama dan Papa tidak khawatir " gumamnya.
"Mau sarapan apa?" tanya Mr. Hyun yang tiba-tiba sudah duduk di samping Nashita. Mr, Hyun terlihat lebih segar dan wangi sepertinya sehabis mandi.
"Di dapur ada apa? Apa Hyun mau saya buatkan bubur lagi?" tanya Nashita.
"Tidak! saya sudah sehat, saya ingin makan nasi goreng!" ucap Mr. Hyun.
"Baiklah saya akan masak nasinya terlebih dahulu, ada beras?" tanya Nashita.
"Pesan online saja! Gak usah capek - capek buat, " ucap Mr. Hyun.
"Baiklah!" ucap Nashita seraya memesan Nasi goreng lewat handphonenya.
Tak berapa lama nasi goreng pun telah tiba. Nashita dan Mr. Hyun menikmati Nasi goreng tersebut.
Setelah selesai sarapan, Nashita berpamitan pulang pada Mr. Hyun.
☘️☘️🌻🌻
Di kediaman orang tua Nashita.
Tampak Mama mondar - mandir seperti setrikaan.
"Kemana anak itu? Sudah siang belum pulang juga!" Mama menggerutu.
"Sebentar lagi Kak Nashita pulang Ma," ucap Jelita.
"Mama paling tidak suka jika anak Mama tidak pulang tanpa memberi kabar," cetus Mama.
"Nashita sudah besar Ma, tidak perlu Khawatir," ucap Papa berusaha menenangkan.
Assalamualaikum….! Nashita memberi salam.
"Waalaikumsalam..! Mama, Papa dan Jelita menjawab salam Nashita berbarengan.