
Bab 32
Akhirnya, dua mangkuk ramyeon telah terhidang di meja makan.
Mereka berdua pun menikmatinya dengan lahap dan tenang , karena memang perut mereka sedang lapar.
"Enak?" tanya Mr. Hyun kepada Nashita.
"Enak! " sahut Nashita sembari mengacungkan kedua ibu jarinya.
Tak berapa lamapun mereka sudah menghabiskannya.
Selesai makan Nashita membantu Mr. Hyun mencuci mangkuk dan alat-alat bekas memasak.
Bukannya membantu, Mr. Hyun malah mengganggu Nashita dengan memeluknya dari belakang dan sesekali menghirup aroma leher Nashita.
Nashita merasa kegelian, tapi dia merasa senang diperlakukan seperti itu oleh kekasihnya.
"Hyun, please deh! Jangan ganggu terus! Nanti cuci - cucinya tidak selesai - selesai,"
" Ya sudah kamu cuci - cuci saja! Saya hanya ingin memeluk kamu. "
Akhirnya Nashita mencuci sambil dipeluk Mr. Hyun dari belakang.
Saat sedang asyik di posisi seperti itu tiba - tiba ada seorang wanita yang berteriak.
'Hyun! Apa-apaan ini?" teriak wanita itu sambil menarik tubuh Mr. Hyun agar menjauh dari Nashita. Wanita itu berbahasa Indonesia hanya logatnya sama seperti Mr. Hyun.
Prang!
Sontak Nashita terkejut sehingga piring yang berada di tangannya terjatuh dan pecah.
" Liza? " seru Mr. Hyun tak kalah terkejut dengan kehadiran wanita itu.
"Oh jadi begini ya? Satu tahun aku tinggal, kamu malah selingkuh!" teriak wanita yang bernama Liza itu. Jelas terlihat kemarahan di wajahnya dengan nafas memburu dan dada naik turun.
"Hyun siapa dia?" tanya Nashita setengah berteriak.
"Aku istrinya!" seru wanita itu.
Deg!
Sontak Nashita terkejut bukan main, wajahnya terasa memanas, mendengar pengakuan dari wanita itu.
Mr. Hyun tidak menjawab dia hanya diam mematung. Lidahnya terasa kelu. Tenggorokannya terasa tercekat.
Dengan diamnya Mr. Hyun, Nashita bisa menyimpulkan kalau wanita yang bernama Liza itu adalah benar istrinya.
"Tega ya kamu! Kamu bilang tidak punya kekasih apalagi istri, tapi nyatanya, kamu bohong! Kamu jahat!" teriak Nashita sambil memukul - mukul dada bidang Mr. Hyun.
"Bukan begitu Nash, aku tidak bermaksud membohongi kamu, memang kenyataannya selama setahun ini saya seperti tidak memiliki istri, saya hidup sendirian," ucap Mr. Hyun dengan terbata.
"Sudah! Sudah! Hentikan drama kalian!" teriak Liza.
"Hei, kamu! Wanita m*rahan! Lebih baik kamu pergi dari sini! Jangan pernah kembali kemari lagi! Saya istrinya!" pekik Liza seraya mendorong tubuh Nashita.
Brukk!
Nashita hilang keseimbangan dan akhirnya terjatuh.
Aww! pekik Nashita.
Mr. Hyun bergegas mendekat kepada Nashita hendak menolong.
" Nash! Kamu tidak apa - apa? " tanya Mr. Hyun seraya mengulurkan tangan dengan maksud hendak menolong Nashita agar bangun dari jatuhnya.
Nashita menepis tangan Mr. Hyun, dia tidak sudi menerima uluran dari pria yang telah membohonginya.
Lalu Nashita bangkit sendiri. Dia mengambil tasnya yang ada di meja makan.
"Silahkan kalian selesaikan urusan kalian! Permisi!" ucap Nashita seraya menabrak bahu Liza dengan kasar.
"Dasar si*lan!" pekik Liza. Kalau tidak dihalangi Mr. Hyun mungkin Liza sudah mengejar Nashita.
Nashita segera meninggalkan kediaman Mr. Hyun dengan perasaan yang sangat kacau.
Beruntung ada taksi yang lewat sehingga Nashita tidak harus menunggu lama untuk keluar dari tempat itu.
Di dalam taksi Nashita hanya terdiam. "Ya ampun! kenapa sih nasibku begini amat? Selalu disakiti laki-laki. Kapan aku bisa menemukan laki - laki yang tepat?" gumam Nashita dalam hati.
Liza