NARA RIVEERAA VS BARA ANDERSON GRETCHEN

NARA RIVEERAA VS BARA ANDERSON GRETCHEN
5 (skandal baru makin runyam)



Author POV


"Apa apaan ini hah" ucap Anderson Gretchen ayah dari bara mendekat dan duduk di sofa menatap putranya dengan kekesalan.


"Kau berulah lagi bara, ayah sudah bilang berhenti berulah masalah kemarin belum selesai dan sekarang kau membuat masalah baru yang lebih besar lagi."


"Apa lagi sih dad aku tidak melakukan" apapun ucap bara kesal.


"Tidak melakukan apapun astaga anak ini lihat ponsel mu sekarang"


Bara mengecek ponselnya video dirinya yang sedang memukuli Rendra terpampang jelas di sana.


"Brengsek aku akan membunuhmu gadis sialan umpatnya dalam hati.


Ayahnya menelpon seseorang, "take down semua video dan hapus semua berita ucapnya."


"Maaf tuan tapi sudah terlanjur menyebar beritanya juga sudah viral."


"Lakukan apapun Reno aku tidak mau tahu" Tut telpon dimatikan.


"Ayah tidak mengizinkanmu keluar dari rumah ini selama berita itu belum selesai" teriaknya pergi meninggalkan putranya.


Wanita sialan itu umpatnya lagi meninju dinding.


Nara POV


syukurlah aku kira aku akan dikejar mereka tapi beberapa hari ini aku bisa tenang dan skripsiku juga sudah di ACC, apa mereka sedang menyiapkan bom untuk meledakkan kehidupan ku masa bodo semoga saja ini berakhir disini. dan setelah berita itu viral di media sosial aku menonaktifkan sosial media ku karena banyak serbuan netizen yang bertanya dan itu membuat ku pusing. sekarang Aku sedang mencari nafkah ya bekerja di sebuah hotel sebagai tukang kebersihan bukan pelayanan kamar atau staf kebersihan di kamar kamar hotel ya karena aku tidak mau juga sih lalu karena aku juga tidak diterima katanya harus cantik tinggi semampai aduh pusing jaman sekarang cari pekerjaan kek cari model, menyebalkan aku langsung tereliminasi hanya kurang 1 cm dan alasan lainnya karena aku tidak good looking tidak cantik, sulit ku terima kenyataan itu tapi tidak masalah mereka cantik juga karena pake uang semua orang bisa cantik asalkan perawatan cek dasar menyebalkan.


Aku mengelap meja dan mengelap pinggir pagar balkon, ya kerjaan ku kasar bukan membereskan selimut tapi membersihkan tempat tempat yang kurang dijangkau pengunjung seperti sekarang ini aku membersihkan area outdoor dilantai 15 disini sangat sepi tidak ada orang. Konsep tempat ini seperti balkon kamar hanya saja lebih luas dan indah menikmati pemandangan dari sini cukup menenangkan hembusan angin juga terasa menyenangkan cocok untuk orang orang sepertiku yang tidak terlalu menyukai keramaian tapi entahlah mengapa tempat ini jarang dikunjungi oleh pengunjung mungkin karena malas atau entahlah tapi aku suka tempat ini.


Pekerjaan ku juga sudah selesai aku istirahat disini saja melamun keknya seru menatap langit dan bintang malam.


Aku meletakkan peralatan kerjaku dan rompi kerja mendekat kearah pagar yang hanya sebatas pinggang, tersenyum lepas dan merentangkan tangan. "Ayah aku merindukanmu sampai jumpa di sana aku baik baik saja putri kecilmu sedang berusaha bertahan di dunia yang kejam ini."


Tiba tiba aku merasakan tarikan ditanganku dan serasa jantungku ditarik paksa. Seseorang menciumku aku syok dan memberikan tamparan keras mengenai kepalanya karena dia tertunduk hingga aku tidak bisa melihat wajahnya karena tertutup oleh rambut. Amarahku mulai merangkak naik seolah akan meledak seketika.


"Kurang ngajar" makiku kesal kuadrat.


"berani sekali kau melakukan hal itu padaku hah," aku tahu dia sedang mabuk aku bisa mencium bau alkohol yang begitu menyengat dan itu menempel di bibirku yang sekarang sudah ternodai.


Dia tidak menjawab membuat ku kesal langsung ku dorong tubuhnya hingga ia terjungkal ke lantai dan terkapar mungkin karena efek alkohol dan juga dorongan ku yang terlalu kuat.


Jantung ku seakan copot seketika dapat ku lihat jelas wajahnya **** tidak aku harus kabur sekarang juga ini darurat aku berjalan cepat, Aku berlari menuju lift, ah sial bagaimana bisa manusia menyebalkan itu. Aku sebenarnya ingin memukulinya atas tindakan kurang ngajar nya tapi sudahlah nanti saja aku pikirkan caranya sekarang kabur dulu.


Author POV



"Dimana bara" ucap tuan Anderson pada Bram yang tengah duduk di sofa, mereka sekarang sedang berkumpul di hotel milik keluarga Anderson.


"ada om di kamar" ia masuk ke dalam kamar hotel dan menemukan bara yang sedang tertidur.


"Bangun bara Anderson Gretchen" ayah nya menepuk pipi bara.


Bara mengerjapkan matanya rasa pusing langsung menerjang kepalanya.


"5 menit ayah tunggu di ruang tamu" ucap ayahnya sengit.


Bara berjalan lunglai menuju kamar mandi dan mencuci wajahnya.


"Ada apa lagi?" tanya nya duduk di sofa


"apa ini" ucap ayahnya melemparkan foto dirinya dan seorang wanita.


"Kau berulah lagi, anak kurang ngajar ayah bilang berhenti berulah masalah kemarin belum selesai dan sekarang apa lagi."


Bara meremas foto di tangannya


"Bagaimana robi aku tidak bisa berpikir lagi ucap tuan Anderson frustasi.


"Bagaimana jika kita buat skandal saja tuan ucap robi sekretaris tuan Anderson.


"Maksudmu ?


"ya kita bikin skenario baru jadi begini aku punya ide tuan"


"apa katakan"


Robi menceritakan idenya.


"Brak" bara menggebrak meja aku tidak setuju" ucapnya marah.


"Ayah tidak meminta persetujuan mu, ide yang bagus robi laksanakan secepatnya skandal ini akan merubah pandangan publik dan menggiring opini publik.


"Aku bilang tidak setuju dengan usul itu"


"Dengar hanya ini cara satu satunya jika kau tidak mau terserah jangan pulang ke rumah dan ayah akan mengambil semua fasilitas yang ayah berikan padamu."