NARA RIVEERAA VS BARA ANDERSON GRETCHEN

NARA RIVEERAA VS BARA ANDERSON GRETCHEN
10 (rencana tak terduga mengancam jiwa)



Author POV


"Semuanya beres kan Robi" tanya tuan Anderson.


"Ya tuan semuanya selesai berita itu juga sudah mulai reda sebentar lagi akan menghilang"


"Tuan saya ingin mengabari bahwa ayah anda tadi menelpon ke kantor katanya anda tidak bisa dihubungi"


"Ayah ku" tuan Anderson membuka ponselnya "ternyata sejak tadi aku mematikan ponselku robi, baiklah aku akan menelpon ayahku, Kau bisa kembali bekerja" dibalas anggukan oleh robi.


"Ya halo ayah" ucap tuan Anderson mereka membicarakan tentang hal penting.


"Tapi ayah"


"tidak ada tapi tapian sesegera mungkin"


"baiklah"


Tuan Anderson memijit pelipisnya "kenapa jadi serumit ini."


Robi panggil tuan Anderson dari ruangannya, Robi segera masuk ke ruangan atasannya


"Ada apa tuan Anderson"


"Robi ini masalah serius aku pusing memikirkannya saja, telepon bara sekarang suruh dia datang ke kantor."


"Baik tuan" balas Robi patuh


Bara keluar dari mobil sport nya dan menuju lobi semua orang menunduk menyambut kedatangan anak dari pemilik perusahaan.


"Ada apa dady menyuruh ku datang ke kantor" ucapnya duduk di sofa, bukankah semua masalah sudah beres?"


Tuan Anderson menatap putranya, "kakekmu menelpon"


"Lalu" tanyanya santai.


"Kakekmu tahu soal skandalmu itu"


"Dady sudah bilang kan jangan bikin ulah dan kau tidak mendengar kalau sudah begini bagaimana, kakek mu juga sudah tahu."


Tuan Anderson memberi tahu terkait permintaan kakek bara, Perkataan ayahnya membuat bara langsung bangkit dari duduknya.


"Apaaaa tidak aku tidak mau, Dady sedang bercanda kan, tidak mungkin kakek meminta hal seperti itu ini gila aku tidak bisa menerima semua ini"


Tuan Anderson menggeleng "ini perintah kakekmu Dady tidak bisa menolaknya terlebih kakekmu sedang sakit parah."


"Aku tetap tidak mau, jangan harap aku mau melakukan itu melihatnya saja aku jijik."


"Bara jaga ucapanmu, apa masalahnya hah Dady lihat Nara gadis yang sangat baik bahkan dia beraniĀ  bukan seperti mu yang selalu berbuat masalah."


"Daddy hentikan jangan samakan aku dengan wanita jelek itu aku tidak sudi"


"Bara Anderson Gretchen ini keputusan final ayah tidak mau tahu bulan depan semua itu harus terlaksana."


"Aku tetap tidak sudi, aku akan menelpon kakek dan kakek sekarang."


Kau tahu kan kekekmu seperti apa, coba saja mana mungkin dia mau mengangkat telpon mu"


"Jika kau masih keras kepala baiklah terserah padamu saja ayah tidak mau lagi mengurus mu silakan hidup sesuka hati saja tinggalkan rumah dan semua fasilitas dan dengan berat hati nama belakang mu harus di coret. Ini perintah kekemu bara bukan ayah.


Bara mengepalkan tangannya, dan pergi dengan membanting pintu.


Orang orang menyingkir melihat seorang bara Anderson Gretchen dengan wajah yang memerah dan tangan yang mengepal kuat.


Minggir ucap bara kesal mendorong seorang pegawai wanita yang menghalangi jalannya, hingga pegawai itu tersungkur ke lantai, sementara semua orang bergidik ngeri dan mereka segera bergegas menghindar agar tidak di amuk oleh anak pemilik perusahaan.


"Arghhhhhh sialan" umpatnya membanting pintu mobil kesal dan masuk ke mobilnya memukul setir, "kurang ngajar gara gara wanita sialan itu semuanya jadi kacau.


Bara menelpon seseorang, cari sampai ketemu dan musnahkan segera ucap bara menutup teleponnya.


Ia menyeringai "tikus got berani muncul ke permukaan, akan gue buat Lo kembali ke asal dan gak akan pernah bisa lagi muncul ke permukaan.