NARA RIVEERAA VS BARA ANDERSON GRETCHEN

NARA RIVEERAA VS BARA ANDERSON GRETCHEN
27 (pergi mendadak)



Baru saja aku membuka pintu rumah dengan tas penuh baju sudah dikejutkan oleh sosok tuan Reno yang berdiri di depan pintu.


Ya setelah hampir tertabrak kemarin dan BI zela menelpon khawatir jadi aku berkunjung ke rumah ini untungnya tidak terlalu parah hanya lecet lecet kecil jika bukan karena seseorang yang menarik tanganku mungkin aku tertabrak oleh mobil itu.


"Selamat siang nona" ucapnya sopan,


"Ya siang juga tuan Reno" jawabku dengan senyum ramah.


"Tidak usah panggil tuan panggil saja asisten Reno atau Reno saja boleh"


Aku mengangguk anggukan kepala, "baiklah tumben kemari ada perlu dengan pemilik rumah tanya ku tudepoin"


"Tidak nona saya ada perlu dengan anda"


"Dengan ku" tunjuku pada diri sendiri


Tumben sekali asisten tuan Anderson ada perlu dengan ku mencurigakan, ucap ku dalam hati


"Baiklah ada apa sepertinya penting"


dia mulai menjelaskan sesuatu padaku.


Setelah kedatangan asisten tuan Anderson aku langsung meluncur ke suatu tempat Yap sekarang aku dalam pesawat pribadi tengah menatap ke luar jendela setelah beberapa jam akhirnya aku sampai di tujuan dan segera turun dari pesawat, udara segar menyambut ku suasana disini begitu berbeda dan ini menjadi pengalaman dalam hidup ku, asisten Reno memberi tahu bahwa Kakek meminta ku untuk datang dan tinggal beberapa hari disini ralat aku baru mendapatkan kabar bahwa aku akan tinggal disini sekitar 1 bulan.


Entahlah aku harus senang atau tidak tapi mungkin menjalani labih baik dari pada meratapi dan setidaknya aku tidak usah bertemu dengan si kepala emas itu 30 hari ini. Atau manusia manusia yang ingin membalas padaku. Tentu saja aku sudah memberi tahu Rendah dia cukup khawatir dengan kondisi su dan lega setelah aku mengatakan bahwa aku akan pergi ke luar negeri menemui kakek. Mungkin dia khawatir orang orang yang mengincar ku kembali datang.


Bali


"Jangan sebut namanya gue jijik dengernya gue juga gak sudi Deket dekat sama cewek busuk kek dia" ucapnya menatap kedepan.


Alex tertawa, "hahahaha gila Lo bar ngatain istri Lo kek gitu"


"Istri siapa bilang dia istri gue sory gak Sudi ya gue punya istri modelan gelandangan kumuh menjijikkan"


Rangga hanya diam mendengarkan ocehan teman temannya.


"Gimana kalau Lo malah jadi suka sama dia" ucap Rangga tiba tiba membuat semua orang menatap nya intens, yang di tatapan tidak peduli dan fokus menuang minuman ke gelas nya.


"Apa, gue suka sama wanita sampah itu gak akan pernah, gue pastiin setelah kontrak berakhir di situ akhir dari kehidupan tenang nya"


"Jangan terlalu berlebih-lebihan bar Nara gak salah dia banyak bantu keluarga Lo" ucap Rangga menatap kedepan sembari menyesap minuman nya.


"Apa maksud Lo? tanya bara


"kenapa Lo terus terusan belain wanita busuk itu gue rasa ada sesuatu"


"Gak ada gue pikir umur kita udah hampir 27 tahun dan masih main main soal kehidupan orang lain gue rasa cukup mempermainkan hidup orang lain"


Bara tertawa ringan, "temen Lo nih kebanyakan minum" ucap bara tertawa.


Seolah paham dengan situasi Bram mengalihkan topik pembicaraan agar tidak semakin panas.


Mereka berlibur panjang di Bali sekitar 30 hari karena ayah bara memerintahkan untuk meninjau proyek hotel disana dan melihat perkembangan nya mereka sekarang menginap di hotel Bali sky tentunya Milik keluarga Anderson.