
"Tring" notif dari ponsel membuat ku beranjak mengambil ponsel yang tergeletak di kasur.
Ku buka notifikasi yang masuk, uang masuk sebesar 50 juta, ku hembuskan nafas "orang lain akan senang mendapatkan transferan uang apakah aku bersorak ria tentu tidak uang orang lain rasanya cukup membuat resah saja. Aku bahkan belum menggunakan satu peserpun hanya di simpan saja baik baik uang itu entahlah akan ku gunakan atau tidak bagaimana nanti saja"
Aku putuskan akan mencari kerja sekarang untuk kehidupan ku sendiri dan ketimbang hanya diam melamun lebih baik kerja saja. Ya ku putuskan untuk tidak membuka toko menutupnya sementara waktu saja sebenarnya tuan Anderson sudah merenovasi toko tapi entahlah aku malas dengan perbincangan orang orang nantinya di toko.
Aku luntang lantung dijalan dan memutuskan untuk duduk di taman kota, sebenarnya bingung juga mencari kerja kemana.
Tepukan di bahu membuat aku menoleh.
"Hai Ra, apa kabar" ucapnya tersenyum ramah dengan senyuman cerah terbit di wajahnya
Aku menghembuskan nafas berat, "Seperti ini" ucapku santai "tidak ada yang menarik malah makin suram dan menyebalkan sepertinya berbeda dengan mu yang sumringah seperti itu"
"Ah tidak juga Ra aku hanya senang bisa bertemu dengan mu lagi, sudah berapa Minggu kita tidak bertemu juga. Setelah pulang dari luar negeri aku langsung ke kampus dan menanyakan tentang dirimu Ra dan aku mendapatkan kabar dari prof renan kau dan bara......." ucapnya menggantung
"Sudahlah dra jangan dibahas aku muak dengan kehidupan ku yang sekarang menyebalkan dan jangan sebut pria monster itu aku muak mendengar namanya saja, ingin ku lemari dia kelautan jika bisa, kesal sekali ingin ku bejek bejek wajah sempurna dan glowing nya itu" ku remas botol air mineral di tangan melampiaskan nya pada botol itu yang aku lakukan.
"Oke oke maaf Ra, pasti permasalahanya cukup serius ya maaf aku tidak bisa membantu mu padahal kau banyak membantu ku tapi aku tidak bisa berbuat apa apa, aku tidak bisa menolak permintaan ayah untuk pergi keluar negeri sementara waktu karena dia takut kejadian itu terjadi lagi" ucapnya dengan wajah prihatin dan raut sesal terlihat di sana
"Tidak perlu minta maaf dra, ayahmu melakukan yang terbaik untuk anaknya kau juga harus hidup normal kembali, ini juga masalah ku, aku harus menyelesaikan nya sendiri menyeret orang lain kedalam masalah ini tidak akan menyelesaikan masalah"
"Sejak di London aku selalu khawatir memikirkan nasibmu Ra, Bara bukan pria yang mudah melepaskan mangsanya begitu saja dia itu predator berdarah dingin tidak akan pernah mengampuni orang yang mengusik dirinya itu"
"Aku tahu memang dia bukan manusia aku hampir tiada ditangannya"
"Apa bagaimana bisa Ra?" Rendra terkejut sampai menjatuhkan ponselnya.
Aku menceritakan kejadian itu padanya ya karena aku bosan lebih baik aku bercerita itung itung mengeluarkan kesetresanku ini.
"Keterlaluan" teriak nya kesal, aku telah selesai menceritakan kejadian nya
"Bener bener gila memang pantas saja dia dijuluki monster gila ya memang seperti itu kenyataannya, sekarang bagaimana Ra apa rencana mu?
"Aku hanya akan tinggal dirumah itu selama beberapa bulan saja dan aku harus mencoba bertahan hidup disana jika dia mengusik ku mungkin kita akan bertarung tentunya aku tidak bisa membiarkan dia menginjak injak harga diriku bukan, jadi aku putuskan untuk membalas semua perbuatannya tidak akan diam saja lihat nanti akhirnya kalah atau menang aku tidak peduli tapi semua itu ada di tanganku sekarang. Aku yang putuskan akhirnya seperti apa" ucapku menatap langit yang sudah mulai mendung.
"Baiklah aku hanya bisa mendukung mu Ra, jika perlu bantuan aku siap membantu, sekarang kau mau kemana?"
"Cari kerja", jawabku santai
"Kau yakin bagaimana dengan ayah nya bara apa dia tidak masalah?"
Aku menggeleng "tidak masalah lagi pula berita itu belum rilis semua orang juga tidak mengenaliku, keluarga Anderson juga masih belum membuka hal ini ke publik dan hanya hanya beberapa orang yang tahu, jadi itu tidak akan jadi masalah"
"Syukurlah kalau begitu, kau bisa kerja di restoran ku ra" ucapnya.
Aku terkejut "kau punya restoran dra?" Tanyaku antusias
"Ya itu punya bokap tapi aku yang ambil alih sekarang"
"Boleh boleh jika kau tidak keberadaan" aku tersenyum hangat.
"Sip thanks dra"
"ya sama sama Ra good job, kalau begitu aku duluan ya atau mau bareng?"
Ku gelengkan kepala tanda tidak
"Duluan saja aku masih ingin disini"
"Baiklah sampai jumpa Ra" aku tersenyum hangat dan mengangguk, lambaian tangannya mengakhiri pertemuan hari ini.
Sudah berapa jam aku disini setelah Rendra berpamitan aku termenung di sini sampai ku lihat jam dipergelangan tangan yang sudah menujukan pukul 7 malam, aku putuskan untuk pulang rasanya malas tapi harus di hadapi.
"Non Nara baru pulang" ucap pak Robi satpam di rumah ini.
Aku tersenyum ramah "Ya pak"
Aku berjalan masuk ke rumah Bi zela sedang memasak.
"Non Nara sudah pulang" aku duduk di meja makan "iya bi aku malas pulang sebenarnya" ucapku.
"Bi aku punya kabar gembira loh aku dapet kerjaan" ucapku bersorak gembira
"yeah akhirnya aku bisa kerja lagi"
Ku lihat bi zela terdiam dengan sorot khawatir
"Apa tuan Anderson tidak keberatan non?"
Aku menggeleng, "sepertinya tidak bi tapi nanti aku coba hubungi untuk memastikan saja"
"Syukurlah bibi ikut senang non, non belum makan kan bibi sudah masak, makan dulu"
"Yeah aku lapar bi" ucapku tersenyum
"harum sekali" baru aku akan menuangkan nasi suara seseorang yang tak ingin ku dengar muncul dengan tidak elitnya.
"Siapa yang suruh makan di situ gue bilang tadi pagi apa hah jangan injekin kaki kotor Lo di dapur gue kuping Lo bermasalah ya atau Lo pikun, masih muda tapi udah pikun benar benar menyedihkan hidup Lo" ucapnya menyilangkan tangannya di depan dada dengan gaya sok cool nya itu, ku lihat dia baru pulang dari kantor mungkin terlihat dari jas yang pria itu kenakan.
Aku menatapnya kesal, hancur sudah mood ku baru gembira kini sudah rusak lagi.
"Ya ya ya terserah" ucapku bangkit mendorong kursi dan meninggalkan meja makan menaiki tangga menuju kamar.
"Dasar pelit sombong kepala besar menyebalkan awas saja kau, dia pikir bisa memperlakukan seperti ini tunggu saja tanggal mainnya. jika bukan karena aku malas berdebat sudah ku semburkan kata kata mutiara ku ini huh" Dengusku dan mendudukkan tubuhku di ranjang
"Nara sabar sabar mulai sekarang kau harus tenang dan nyantuy jika tidak bisa cepat tua dan banyak penyakit yang menyapa"