
Aku menuruni tangga memutuskan untuk masak pagi ini tentunya untuk diriku sendiri. Sekarang jam 6 pagi dan baru saja mendapatkan kabar bahwa bi zela tidak datang karena suaminya masuk rumah sakit, "baiklah sepertinya bikin cake buat jenguk bi zela ide yang bagus oke kita lihat di dapur apa ada bahan bahannya"
Suasana sangat hening rumah sebesar ini hanya dihuni beberapa orang dan hanya satu asisten rumah tangga satu supir dan satu sekuriti ya aku akui di perumahan ini cukup baik keamanan nya, belum sempat ku tanyakan pada bi zela kenapa tidak ada asisten rumah tangga lain nanti saja aku tanyakan.
Ku buka lemari lemari kaca dan ternyata sangat lengkap "oke bikin cake dulu baru masak nanti sambil nunggu mateng baru masak."
Ku ambil apron dan memakainya tentunya aku sudah mandi tadi jam setengah 5 sebelum waktu subuh tiba.
Ku putuskan untuk membuat cake yang best seller di toko ku, sudah satu jam berkutat di dapur cakenya juga sudah jadi dan sebentar lagi masakan ku juga selesai, wangi harum cake bercampur dengan wangi masakan membuat perut berbunyi sejak tadi.
Baru saja selesai meletakkan nya di piring terdengar suara langkah kaki mendekat, seketika otak ku membeku dan bener saja dengan kilat dia sudah berdiri dihadapanku dengan mata tajamnya menyilangkan tangan di dadanya tentunya dengan setelah baju olahraga yang pas ditubuh tegapnya itu, bukan karena terpesona aku membeku seperti batu tapi karena belum mempersiapkan kata kata untuk membalas perkataan racunnya itu.
"Oh Nara gawat kenapa aku lupa sekarang hari Minggu pastinya manusia menyebalkan ini akan berolahraga pagi kenapa aku bisa melupakan moster ini yang akan mengeluarkan racunnya sebentar lagi" gumanku dalam hati.
"Berani nya lo bikin kacau dapur gue, gue bilang apa kemaren telinga lo berfungsi kan, jangan sentuh barang barang gue bitc, lo berani masak sampah sampah ini dirumah gue." Ucapnya tajam aku balik menatapnya datar.
"Oh atau Lo mulai melancarkan rencana rendahan Lo itu cari gara gara sama gue pura pura nolak dan pura pura gak suka sama gue padahal lo sebenarnya ngincer gue sejak awal kan dan sekarang Lo mau berperan sebagai seorang istri yang baik berusaha di anggap dan dikasihani lalu merampas semua harta gue begitu bukan, dasar wanita sampah gue tahu rencana murahan Lo" dia menatapku tajam dan mengguncangkan bahuku
Aku terpaku ditempat mataku melotot mendengarkan ocehan nya yang luar biasa itu dan dengan seenaknya menyentuh bahuku
"kurang ajar lepaskan tanganmu dari bahuku" ku hempasan tangannya hingga terlepas mataku menyorot tajam
"dia bilang apa tadi sampah dan apa tadi menjadi istri yang baik apa dia gila aku bahkan tidak sudi melabeli diriku dengan embel embel itu, rasanya tanganku gatal ingin menampar bolak balik wajah nya itu" ucapku dalam hati.
"Turunkan mata Lo, Lo gak pantes natap gue, Lo gak pantes nginjak lantai di rumah gue sampah ke elo berkeliaran disini dan seenaknya pake barang barang gue, singkirin sampah itu dari dapur gue wanita busuk" umpatnya dia mengambil piring yang berisi masakan ku dan melemparkannya ke tong sampah.
"sampah itu harus di buang ke tempatnya sama kaya lo *****."
Aku menatap masakan ku yang sudah berpindah ke tong sampah, dia berbalik dan melangkah menjauh dan menelpon seseorang.
"Martin ganti semua perabotan di dapur buang semuanya."
Telingaku medengung mendengarkan kata kata sampah dari mulutnya itu.
"Hey kau" teriak ku marah aku tidak bisa lagi meredam emosi ku. Dia menghentikan langkahnya dan berbalik menatapku dingin.
"Kurang ngajar kau otakmu berfungsi atau tidak hah perbuatan brengsek mu itu yang membuat aku terjebak disini, kau pikir aku akan diam saja kau pikir bisa memperlakukan ku seperti seonggok sampah, kau pikir bisa berbuat seenaknya, camkan ini baik baik tuan bara Anderson Gretchen, aku bukan gadis bodoh yang bisa seenaknya kau injak injak dan apa tadi peran seorang istri yang baik helo sebaiknya kau segera sadar jangan terlalu percaya diri kau pikir aku sudi mendapatkan label itu hah, tidak bahkan aku ingin segera menyingkirkan label itu, sejak awal aku menolak mentah mentah tapi apa dirimu yang brengsek itu tidak mau disalahkan, jangan bermimpi aku akan mengemis atau meminta belas kasihmu yang tak seberapa itu atau jika kau berpikir aku berharap dicintai dan bertahan disini berusaha mengambil hatimu oh astaga sebaiknya kau periksa otak mu sepertinya bermasalah, untuk apa hidup dengan monster seperti mu hanya monster yang bisa hidup dengan monster lagi dan itu bukan aku" Balasku tajam menatap sengit dan mengambil cake yang sudah ku bungkus pergi menuju pintu utama.
Aku menetralkan detak jantung ku yang menggila menghembuskan nafas ku perlahan, "tenang Nara jangan pedulikan monster berwujud manusia itu"
"Non" ucap seseorang dari arah samping ku geser tubuhku menghadap nya langsung tersenyum ringan, "pagi pak Reza" ucapku santai.
"Pagi juga non, non mau pergi? perlu bapak antar?" aku menggeleng "tadinya ia tapi nanti siang saja pak sekarang mening kita sarapan saja aku bikin cake nih cocok sama teh atau kopi"
"Gak ngerepotin non", aku menggeleng.
Dan sekarang disini lah aku duduk di samping pos satpam samping gerbang duduk bersama pak Reza dan pak Robi menikmati sarapan ditemani oleh secangkir teh dan kopi.
"Enak non kue nya", ucap pak Reza kembali mencomot cake dan memakannya.
"Iya non enak banget ini cocok sama kopi juga kalau ada bi zela lebih seru ini" timpal pak Robi
"Wah ide bagus, setiap Minggu aku akan membuat makanan untuk kumpul kumpul seperti ini Minggu besok bi zela pasti sudah kembali bekerja" ucapku riang.
"Wah ide bagus non tapi apa gak ngerepotin non bapak jadi gak enak loh" ucap pak Reza.
"Iya non malah jadi ngerepotin non nantinya"
"Gak kok tenang tenang dari pada dirumah bosen mening kek gini kan kumpul kumpul santai sambil ngobrol.
Tapi non bagaimana dengan den bara bagaimana Jika ucapnya menggantung
Aku tersenyum "tenang pak aku akan membereskan nya"
"Jika tidak bisa masak di dapur aku bisa masak di toko atau di rumahku masalah bereskan" ucapku dalam hati.
Author POV
"Wanita kurang ngajar itu sedang apa dia" bara berdiri di balkon kamarnya ia melihat dari atas pemandangan di bawah dan menemukan segerombolan orang yang sedang asyik tertawa.
"Wanita busuk itu sedang mencoba meluluhkan semua orang rupanya lihat saja Lo pikir rencana rendahan Lo bisa berhasil. Lihat saja gue pastiin lo nangis nangis minta ampun wanita busuk sialan" bara tersenyum devil