NARA RIVEERAA VS BARA ANDERSON GRETCHEN

NARA RIVEERAA VS BARA ANDERSON GRETCHEN
11 (ancaman ancaman baru)



Sejak beberapa hari ini aku merasa ada yang aneh ya aku merasakan ada gerak gerik mencurigakan yang seperti mengawasiku, aku sebenarnya tidak takut hanya saja aku takut orang lain terseret lagi.


Dan bener saja seperti ada seseorang yang mengikutiku dari belakang langkah kaki yang terdengar pelan tapi masih dapat terdengar ditelingaku. Mungkin orang lain akan berlari karena ketakutan tapi aku sebaliknya melangkah semakin pelan memperlambat ritme langkah ku agar dia semakin geram dan tak sadar melakukan kesalahan. Sudah cukup main mainnya aku tahu sekarang ada yang tidak beres mereka mengincar ku.


"Astaga kurang asem ternyata mereka tidak hanya mengincarku tapi bahkan Rendra aku melihat dia melintas dihadapan ku sedang dikejar kejar oleh beberapa orang, ya aku sekarang sedang berada di area gang menuju ke kampus, karena melupakan sesuatu di meja kelas tadi akhirnya ku putuskan untuk mengambil nya lagi walaupun sudah hampir jam 10 malam.


Penguntit yang sejak tadi dibelakang tak ku hiraukan lagi, aku langsung berlari menuju ujung gang dan berbelok ya aku tahu penguntit itu juga ikut berlari mengejar ku.


Tadinya aku ingin memukuli penguntit itu tapi karena aku mencemaskan renda terpaksa ku tunda dulu.


Ku hentikan langkahku menatap ke depan, sekarang kami berada di area gudang belakang kampus, dan benar saja aku hampir bertabrakan dengan Rendra yang berlari ke arah ku dan menghentikan larinya. Dia terkejut melihat ku, astaga Ra ngapain disini tanya nya, aku tidak menjawab pertanyaan nya dan benar saja mereka tersenyum remeh.


Aku berencana untuk berlari menuju gang tadi tapi Yap penguntit itu juga ada disana.


"Oh ho akhirnya kita dapat 2 nyamuk ini sekaligus bisa langsung kita tepuk dan langsung mati" ucap pria berbadan besar dengan pakaian yang sobek sobek, ku pastikan itu bos mereka terlihat dari mulutnya yang omdo dan hanya mengandalkan anak buahnya, yang membuat ku kesal adalah Rendra yang malah menunduk, mungkin dia ketakutan.


"Jangan menunjuk" ucapku padanya, "kau malah membuat mereka semakin percaya diri Rendra setidaknya jangan membuat mereka besar kepada, tegakan wajahmu dan tatap mereka."


"Aku, aku, aku hanya."


Aku menghembuskan nafas ku berat


*Kau bisa juga memukul mereka dengan tangan mu itu bayangan saja kau bisa berkelahi dan menang."


"Hey cukup sudah diskusinya kini giliran kalian menuju dunia lain."


"Aku yang harusnya mengucapkan itu para preman yang hobinya nonton Barbie mana bisa berkelahi sok punya badan Segede gaban tapi otonya mleyot klemer klemer. Aku mencoba memancing amarah mereka, karena menunggu Rendra sama saja menunggu ayam jantan bertelur.


"Kurang ngajar apa kau berani mengataiku."


Aku gemas mendorong tubuh Rendra agar dia sedikit bersuara tapi percuma dia hanya menatap ku. "Baiklah segera belajar Rendra atau kau bisa mati konyol jika seperti ini terus."


Ku lihat mereka mulai bersiap untuk menyerang


"Tunggu sebelum berkelahi aku ingin berterik dulu"


"Bener bener gak tahu diri, dasar anjing gila, bukannya berterima kasih malah menyuruh para bedebah ini menghabisi ku dan Rendra. lihat saja kau pikir bisa menang dan memusnahkan ku bara Anderson Gretchen." aku bahkan tidak merasa bersalah menyebutkan anjing gila ya memang begitu kenyataannya bukan.


"Bara Anderson Gretchen akan ku tendang kau ke neraka, teriakku kencang berlari menerjang mereka.