NARA RIVEERAA VS BARA ANDERSON GRETCHEN

NARA RIVEERAA VS BARA ANDERSON GRETCHEN
25 (Pagi yang menyebalkan dan malam yang menenangkan)



Pagi hari


Aku menuruni tangga bahkan aku masih memakai pakaian kemarin abaya hitam dengan pasmina hitam.


Di pagi hari sudah di suguhkan pemandangan romantis, dapat ku Lihat mereka sedang sarapan ya pria itu dan kekasihnya saling menatap penuh cinta, percis seperti di drama drama si wanita manja sedang beraksi.


"Non Nara mau kemana" ucap bi zela dari Arah dapur menatapku dengan raut khawatir. Sontak mereka menatap ke arahku, jangan lupakan tatapan wanita itu sungguh menyebalkan tersenyum remeh, memang tatapan seperti itu cocok untuk nya.


"Pembantu kurang ngajar ya, jam segini baru bangun cek sadar diri dong Lo itu babu jangan mimpi jadi nyonya rumah ini " sungguh luar biasa bahkan dia terang terang mengatai ku dihadapan bi zela tipe dan perkataan yang tidak cocok keluar dari bibir tipisnya wajah nya memang cantik tapi tak mampu membuat aku cemburu aku lebih cemburu pada Mona dan Rendra ketimbang dia walaupun ku akui wanita ini memiliki paras yang hampir sempurna wajah yang cantik tubuh yang seperti gitar spanyol kulit yang putih bersih jangan lupakan juga gaun yang bergaya Sabrina melekat ditubuhnya tampak seperti bukan manusia jangan bandingkan aku ya mungkin dia memang dalam visual tapi tidak masalah aku tidak mencemburui itu dan jangan lupakan sosok disampingnya sama saja mereka memang cocok dari visual dan kelakuan nya sebelas dua belas.


Aku tersenyum manis semanis mungkin bukan pada mereka tapi pada bi zela aku bahkan tidak merespon ucapnya.


"Iya bi aku harus kerja sekarang mungkin tidak pulang beberapa hari atau entahlah aku tidak tahu pulang kapan " ucapku menyakinkan nya.


"Ada kerjaan diluar kota non?"


"Gak ada bi cuma mau healing aja sama temen"


"Healing apa ngelonte Lo" kata wanita itu kesal karena aku tak merespon ucapnya.


"Yaudah bi aku pamit dulu" aku tersenyum dan BI zela mendekat memelukku erat.


"Non baik baik aja kan" bisik bi zela


"ya tentu saja bi tenang saja jangan khawatir bibi tahu sendiri aku orangnya seperti apa" balasku berbisik melepaskan pelukannya


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam non hati hati"


"Sayang dia nyuekin aku si babu itu"


Bara beranjak dari duduknya dan meninggalkan Vierra yang mengerucutkan bibirnya.


"Mau kemana Lo" ucap pria itu menghentikan langkahku.


"Bukan urusanmu"


"oh Lo mau ngadu ke bokap gue terus cari perhatian memang perempuan kayak lo bermuka dua "


Aku melenggang pergi bahkan aku hanya membawa beberapa lembar baju dalam ransel. Jika aku memerlukan baju tambahan ya tinggal ambil saja ke mari.


"Dasar sialan" umpatnya kembali ke rumah.


Apa katanya sialan kau yang sialan brengsek menyebalkan untuk apa hidup dirumah mewah tapi makan dan tidur saja sulit lebih baik aku cari kontrakan saja yang murah.


Restoran


"Ra ayo balik aku antar" ajaknya


Ku gelengankan kepala "duluan saja"


Aku belum menemukan kontrakan masalahnya dan tentunya aku tidak mau pulang ke rumah itu dan untuk pulang ke rumah ku juga terlalu jauh.


"Ada masalah Ra" tanya nya mendekat


"Boleh aku tidur disini satu malam ini saja ren"


Dia mengercit bingung.


"Kenapa ada masalah?"


Aku tidak mau pulang ke rumah itu mungkin untuk beberapa waktu tapi besok aku pulang ke rumah ku saja"


"Baiklah tidak masalah ada kamar di atas kau bisa pakai tidurlah kau sepertinya juga pucat. Jangan pulang ke rumah mu itu terlalu jauh untuk pulang pergi, disini saja kau tidak perlu bulak balik juga kan"


Aku tersenyum "benarkah ren kau bisa memotong gajiku untuk itu."


Ia tersenyum "yasudah sana istirahat aku pulang dulu"


"Oke bos hati hati dijalan" dia mengangguk dan melangkah menjauh menuju mobil hitam nya dan melesat meninggalkan restoran.


Aku menuju lantai atas wah ternyata ada kamar disini cukup luas sementara itu Rendra dan Mona sudah pulang.


Aku tidak perlu takut karena tempat ini cukup ramaiĀ aja juga satpam yang berjaga di depan.


Akhirnya aku bisa tidur nyenyak sekarang, badan ku rasanya sakit semua dan bahkan belum sempat ke dokter.