MY YOU

MY YOU
9



Setelah selesai mandi dia keluar dan menuju kamar yang ayana tunjukkan tadi, sarung dan perlengkapan sholat yang lain telah tersedia, Saga lalu memakainya.


“Ayo ke musholla” seru Ayah Arif


“iya Yah” jawab Saga mengikuti langkah Ayah Arif. Julukan ayah-ibu saga pilih supaya terkesan dengan dengan keluarga ayana. Memang modus putra Ayah anton tidak ada habisnya.


Setelah selesai sholat, saat hendak masuk rumah ayana, seorang pria dewasa mendekati Saga.


“Saga kan? Bisa bicara sebentar?” tanya pria itu yang tak lain kakak tertua ayana


“iya” jawab saga bingung mau memanggilnya apa, abang? Kakak? Mas?


Mas Fajar berjalan ke pondok kayu yang letaknya tak jauh dari rumah ayana. Saga hanya mengikutinya.


“udah lama kenal ayana?” tanya mas fajar memulai obrolan


“beberapa minggu yang lalu” jawab saga jujur


“kenapa kamu yakin?” tanya mas fajar to the poin. Saga terdiam berpikir memilih kata untuk meyakinkan kakak ayana. Energinya telah terkuras tadi saat berhadapan dengan ayah dan ibu ayana. Sekarang dia di ronde kedua.


“Saya mencintai ayana, mungkin terdengar hanya alasan. Tapi saya ingin ayana yang menjadi teman hidup saya” jawab saga akhirnya


“keluarga kami keluarga sederhana, saya yakin banyak wanita atau keluarga kaya yang juga menginginkan kamu. Saya tau kamu akan menjadi direktur baru di perusahaan X.” ucap mas fajar terjeda


“sebagai kakak, saya tidak mau ayana tersakiti.” ungkap mas fajar.


Saga mencerna kata-kata mas fajar. Dia juga mengerti posisi mas fajar. Dia juga akan melakukan itu jika ada yang datang meminta adik perempuannya.


“sejalan dengan keputusan ayah, kami akan lebih mementingkan pendapat ayana. Tapi jika kamu menyakiti ayana, kamu pasti paham bahwa ayana memiliki keluarga yang akan membelanya.” Akhir dari mas fajar


“iya kak, saya akan sedang berusaha meyakinkan ayana” ujar saga. Mendengarnya mas fajar tertawa.


“dia memang keras kepala” ucap mas fajar yang paham dengan situasi Saga. Sedikit banyak dia tau dengan perilaku dan kesahatan psikis adik bungsunya.


“Ayo masuk, pasti Ibu akan menyuruhmu makan” ajak mas fajar


 Mas fajar dan Saga berjalan memasuki rumah, terlihat Ibu yang sedang menata makanan di ruang makan di bantu oleh Mbak ica. Ayana? Entah kemana wanita itu


“Saga, ayo makan” seru Ibu indah


“baik Bu” jawab saga tanpa basa-basi. Dia akan menganggap bahwa keluarga ayana keluarganya juga. Saga mencari keberadaan ayana, namun tidak di temukan. Entah hilang dimana wanita itu. Mbak ica yang melihatnya tertawa lalu berkata


“Ayana kemana Bu?” tanya mbak ica dengan suara yang dikeraskan agar saga yang sedang menyantap makanan bersama para lelaki itu mendengar.


“dia kerumah masmu, mau ambil motornya tadi. Pasti Azmi rewel disana,” jawab Ibu


“vina kemana Bu?” giliran mas fajar yang bertanya istrinya


“vina di toko, ada barang datang katanya” jawab Ibu menjelaskan


“rumah fajar di sebelah sini kok, ayana g hilang” kali ini ayah arif yang bersuara


Semua keluarga tertawa kecil mendengarnya. Saga hanya bisa tersenyum canggung.


Setelah makan, Ibu menyuruh saga untuk beristirahat saja di kamar tamu, mengetahui saga baru sampai di malang pagi tadi setelah perjalanan dari Jakarta membuat Ibu Indah, peran keibuannya muncul.


Di dalam kamar tamu, saga membuka hp nya. Banyak pesan yang dia dapatkan. Mamanya yang bertanya bagaimana disana. Adiknya yang bertanya berhasilkah. Kenan dan Yuga yang memberi semangat, lalu papa anton yang berpesan


“tunjukkan kalo kamu pria sejati” saga tertawa melihat pesan dari papanya. Bapak-bapak jokes memang belum bisa Saga mengerti.


Beberapa lama berbaring Saga tertidur sampai suara ketukan terdengar dari luar kamar.


Saga yang mendengar terbangun, dia mengumpulkan nyawanya. Dia sadar bahwa dia di rumah keluarga ayana. Dia berdiri dan membuka pintu kamar. Wanita yang dia aggap hilang tadi berdiri didepannya dengan wajah yang pertama kali Saga lihat, wajah yang basah dengan air wudhu’.


“Sholat ashar dulu ya, habis ini kita ke pantai” kata ayana. Lalu ayana pergi, masuk ke kamar yang saga yakini itu adalah kamar ayana.


Saga masuk ke kamar lagi dan melihat jam di hp nya. Lama juga dia tidur pikirnya. Dia lalu keluar dan mengambil wudhu’. Setelah Saga keluar dari kamar mandi, ia berpapasan dengan ayah arif.


“Loh, udah bangun?” tanya ayah arif


“iya yah” jawab saga memperhatikan ayah arif dengan pakaian sholat


“ayah mau jamaah?” tanya saga


“udah selesai. Kata Ibu kamu pasti capek perjalanan, jadi g di bangunin” jawab ayah arif


“dibangunin ayana” ucap Saga. Ayah arif terkekeh mendengarnya


“yaudah sana sholat.” seru ayah arif. Saga yang sudah mendapat perintah meninggalkan ayah arif dan melangsungkan ibadahnya.


Selesai sholat, Saga menunggu ayana di halaman rumah, dia melihat motor pria berwarna hitam. “Apa ini motornya kak fajar? Atau suami kakak satunya?” Batin saga


Tak lama, ayana keluar dengan tampilan anak kuliahan dengan tas ransel sedang di punggunggnya serta jaket hitam yang ada di tangan kiri ayana.


“Ayo” seru ayana


Saga yang melihat terpesona dengan tampilan ayana. Meskipun usia ayana 24 tahun tapi masih terlihat baru lulus SMA. Saga meneliti kembali penampilannya. Jika tadi ketika bertemu dengan orang tua ayana saga memakai kemeja, sekarang dia hanya melepas kemejanya tadi dan tersisa kaos putih bermerek, celana jins dan sandal pria. Oke. Cocok. Penilaian Saga.


Saga menganga tak percaya.


“Ayo” seru ayana lagi seraya memakai jaket


“Kamu g bawa jaket?” Tanya ayana


“enggak. Kayaknya aku g bawa apa-apa deh, hehe” jawab Saga. Memang benar Saga tidak membawa apapun, hanya berbekal tubuhnya, handphone, dan dompet. Pikirannya hanya ayana.


“bentar, kayaknya aku punya jaket yang kebesaran” ayana berucap seraya masuk ke dalam lagi.


“Nih, pamit ayah-ibu dulu ya” ucap ayana menyerahkan jaketnya kepada Saga. Bisa saga lihat bahwa ayana lebih menyukai warna hitam dan lebih benda yang berbau laki-laki daripada wanita. Tomboy. Itu kata yang tepat.


Saga lalu memakai jaket yang diberikan Ayana ketika dia mendengar suara Ibu ayana


“mau berangkat?” Tanya ibu indah


“iya Bu, ayana juga bawa kunci rumah kalo nanti pulangnya kemaleman ayana kabari. Ayah sama ibu tidur aja.” Jawab ayana sambil mencium tangan Ibunya


“gak usah malem-malem pulangnya” suara ayah arif yang menyiram tanaman di halaman rumah.


Saga yang mendengarnya peringatan ayah ayana tersentak lalu menjawab “Baik Yah”


Ibu indah tersenyum dengan jawaban pria yang baru pertama kali dibawa putri bungsunya itu ke rumah. Sebelumnya mana pernah ayana membolehkan laki-laki datang kerumahnya. Sampai ibunya berpikir bahwa ayana


tidak punya teman.


Saga menghampiri ayah Arif hendak mencium tangan ayah.


“Ingat. Jangan macam-macam” peringatan ayah arif


“Saga akan menjaga ayana yah” jawab Saga. Ayana terkekeh mendengarnya.


“Assalamu’alikum” ucap ayana


“Wa’alaikum salam” ucap ayah dan ibu bersamaan


Diperjalanan Saga bertanya kepada Ayana


“Kita mau kemana?” Tanya saga sambil terus mengendarai motor ayana


“Ha?” jawab ayana


“mau kemana?” Tanya saga lagi


“Ha?” suara ayana terdengar Saga. Saga sedikit emosi


“Mau kemana?” Tanya Saga lebih keras


“Apa?” jawab ayana.


Saga berhenti di pinggir jalan. Dia mematikan motor lalu membuka helm. Menoleh ke belakang dan bertanya


“kita mau kemana?” Tanya saga sedikit disabar-sabarkan


“pantai” ucap ayana yang paham dengan situasi emosi saga


“pantai apa? Daerah mana?” Tanya saga lagi. Ayana berfikir, pantai mana yang harus dia kunjungi. Satu satunya pantai yang dia tau di daerah malang hanya pantai yang pernah dia kunjungi dengan seseorang dimasa lalunya.


“aku gak papa kalo kita berdua motoran dengan tujuan gak jelas, tapi nanti kamu yang sakit masuk angin” jelas Saga


Ayana terdiam dengan penjelasan Saga. Melansir dari artikel yang pernah ayana baca tentang cara move on dari mantan ialah membuat kenangan yang baru dengan orang baru di tempat yang pernah menjadi kenangan. Apa ia harus mencobanya? Perang otak ayana


“mau keliling aja nih?” Tanya saga lagi ketika ia tidak mendapat jawaban.


“Pantai Teluk Asmara” ucap ayana seraya menatap Saga


Saga mendengar nama pantai yang di ucapkan ayana terdiam, lalu tersenyum.


“kamu hafal jalannya? Atau kita pake maps?” Tanya saga


“g terlalu hafal sih, nanti kalo lupa kita maps aja. Tapi itu jauh, ikut malang kabupaten kira-kira 2 jam an” terang ayana. Saga tampak berfikir lalu membuka hpnya mencari rute tercepat di maps. Tak butuh waktu lama dia memberikan hpnya pada ayana.


“kamu pegangan ya, kita ngebut. Kalo dirasa kita tersesat kamu bilang ya” ucap saga


“gpp nih? Jauh lo” Tanya ayana


“gpp, kan kamu pengen kesana” ucap Saga mantap


Saga memakai helmya lagi, lalu menghidupkan motor. Sebelum berangkat dia menoleh ke ayana lagi seraya berucap.


“banyakin baca sholawat ya,,” lalu melajukan motor yang mereka kendarai. Refleks ayana melingkarkan tangannya pada pinggang Saga.


Di perjalanan Ayana akan membeturkan helm nya pada helm Saga ketika dia merasa Saga mengendarai motor dengan kecepatan diluar batas. Saga yang awalnya tidak paham dengan kode ayana tetap dengan kelajuan itu, namun ayana mencubit pinggang Saga. Drama berhenti di pinggir jalan terulang kembali dengan kesimpulan ucapan akhir ayana bahwa dia tidak ingin berciuman dengan aspal.